Berkah Musiman : Dari Kotak Kosong Ke Kantong Berisi

BuwanaNews Pilkada Kota Pangkalpinang 2024 yang dimenangkan oleh kotak kosong membawa kita ke babak baru: pemilihan ulang di tahun 2025. Rupanya, Pangkalpinang bukan satu-satunya yang mengalami fenomena iniβ€”Kabupaten Bangka pun turut serta dalam pesta demokrasi ulang. Meski pencoblosan baru akan digelar pada Agustus nanti, euforianya sudah terasa sejak sekarang. Baliho ucapan selamat Ramadan dan Idulfitri dari para calon mulai bermunculan di setiap sudut kota, layaknya jamur di musim hujan.

Tak hanya baliho, para calon pemimpin ini juga tiba-tiba berubah menjadi malaikat sosial. Program mudik gratis? Ada. Bagi-bagi sembako? Siap. Ayam potong gratis? Tinggal pilih. Santunan anak yatim? Tentu saja! Ramadan dan Idulfitri tahun ini benar-benar istimewa bagi masyarakat Pangkalpinangβ€”rezeki datang bertubi-tubi. Kebetulan yang luar biasa, bukan?

Keberkahan pilkada ulang ini tak hanya dirasakan oleh para calon, tetapi juga oleh masyarakat. Harga kebutuhan pokok naik? Jangan khawatir, tiba-tiba banyak orang baik yang siap membantu. Sepertinya, semangat gotong royong dan kedermawanan sedang mencapai level tertinggiβ€”dan tentu saja, semua ini murni karena kepedulian sosial, bukan karena tahun politik. Masyarakat pun berhak bersyukur, karena pilkada ulang ini bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang keajaiban mendadak yang membuat hidup lebih manis. Semoga kebaikan ini tidak hanya bertahan sampai Agustus nanti!

Sebagai pengamat sosial-politik (yang tentu saja gelarnya jangan diragukan, karena saya adalah Sarjana Ilmu Politik Perkeliruan dan Sarjana Hukum Perkeliruan), fenomena ini menarik untuk dikaji. Bagaimana tidak? Tiba-tiba, kota kita dipenuhi orang-orang baik hati yang begitu dermawan. Sayangnya, kebaikan mereka memiliki siklus lima tahunan.

Sebagai anak muda yang (katanya) berpikir modern, saya sedikit heran melihat metode yang digunakan para calon pemimpin ini. Kok polanya masih sama seperti zaman dahulu? Sepertinya, belum ada yang berani menawarkan solusi agar masyarakat tidak lagi terbiasa menjadi penerima bansos musiman. Padahal, alangkah baiknya jika yang diberikan bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi solusi jangka panjang. Namun, begitulah realitanya. Jika ada calon yang tidak melakukan aksi bagi-bagi, masyarakat justru menganggapnya tidak peduli. Seolah-olah kepedulian seorang pemimpin hanya bisa diukur dari berapa banyak bantuan yang ia bagikan sebelum pemilu.

Pilkada ulang ini memang ibarat panggung sandiwara, di mana semua orang berperan dalam skenario yang sama: calon berlomba-lomba memberi, masyarakat dengan senang hati menerima. Dan jika ada calon yang tidak mengikuti alur cerita ini? Bisa-bisa dia dianggap pemeran figuran yang tidak penting. Ah, politik memang selalu penuh kejutan! Semoga saja, setelah Agustus berlalu, kebaikan ini tetap ada, meskipun tanpa embel-embel kepentingan politik. Kita tunggu saja!

Tulisan ini dibuat pada malam lebaran. Entah ini penting atau tidak, mungkin orang akan lebih fokus merayakan lebaran daripada membaca tulisan ini. Tapi, mumpung besok lebaran, saya ingin mengucapkan: Mohon maaf lahir dan batin kepada semua yang membaca tulisan ini. Kalau ada yang minta maaf, tentu saya maafkan. Tapi kalau ada yang minta THR, saya yang minta maaf! Semoga di hari yang fitri ini, kita tidak hanya kembali suci, tapi juga kembali ke rumah, bersilaturahmi dengan keluarga. Karena sejatinya, berkah terbesar bukanlah bansos musiman, tetapi kebersamaan dengan orang-orang yang kita cintai. Selamat Idulfitri, semoga kebahagiaan ini tak hanya bertahan sampai Agustus!

Tentang Penulis: Muhamad Zen, Wartawan & Kritikus Sosial yang Kebanyakan Ngopi

Muhamad Zen adalah wartawan sekaligus kritikus sosial yang lebih sering menulis ketimbang tidur. Alumnus Fakultas Ilmu Hukum Perkeliruan Universitas Gunung Maras (UGM), yang entah universitasnya yang typo atau memang hidupnya yang sering keliru. Yang jelas, dia tetap nekat menulis.

Beberapa orang bilang tulisannya tajam, sebagian lagi bilang biasa saja, sementara dia sendiri lebih memilih cuek sambil lanjut ngopi. Baginya, selama masih ada yang membaca, dia akan terus menulisβ€”entah kritik sosial, politik, atau hal-hal yang bahkan Tuhan pun mungkin bingung kenapa dia bahas.

Makin larut malam, makin lancar dia menulis. Mungkin efek samping dari terlalu banyak kafein. Atau mungkin, karena di malam hari, dunia terlihat lebih jujur.

 

Catatan Redaksi :

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Isi narasi opini ini di luar tanggung jawab Redaksi, apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dalam penyajian artikel, opini atau pun pemberitaan tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan atau koreksi kepada redaksi media kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan ayat (12) undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Berita Sanggahan dan atau opini tersebut dapat dikirimkan ke redaksi media kami melalui email atau nomor whatsapp seperti yang tertera di box Redaksi.

Safari Ramadan DMI Bangka Belitung Berakhir di Masjid Baitul Azhim

BuwanaNews Pangkalpinang – Gerakan Safari Ramadan 1446 H yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bangka Belitung resmi berakhir di Masjid Baitul Azhim, Kampak, Pangkalpinang, pada Sabtu (29/3/2025).

Penutupan kegiatan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Wilayah DMI Babel, Ustaz Rusdiyanto Lc, MA, dan Wakil Ketua Bidang Kemasjidan DMI Babel, M. Tanggung, SE, MM, dalam acara berbuka puasa bersama.

Menurut Ustaz Rusdiyanto, kegiatan Safari Ramadan telah berjalan selama satu bulan penuh dan mencakup tujuh kabupaten/kota di Bangka Belitung, mulai dari Kota Pangkalpinang hingga Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Ia berharap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh Bangka Belitung dapat terus berbenah dalam mengelola masjid agar menjadi tempat ibadah yang nyaman bagi umat.

β€œJadikan masjid sebagai rumah yang makmur dan dimakmurkan. Kami berharap para DKM semakin meningkatkan pengelolaan masjid agar semakin nyaman bagi tamu-tamu Allah SWT,” ujarnya.

Sementara itu, Ustaz Zulfikar, anggota Tim Safari Ramadan yang didampingi oleh M. Ali Akbar, SH, MM, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap DMI Babel terus memberikan motivasi dan pelatihan kepada DKM masjid agar lebih berperan sebagai pusat kebangkitan dan peradaban umat.

Pada kesempatan ini, DMI Babel juga menyerahkan paket sembako kepada dua marbot Masjid Baitul Azhim. Sebagai bagian dari rangkaian penutupan, dalam dua hari terakhir Safari Ramadan ini, DMI Babel menghadirkan Imam Hafiz Al-Qur’an yang juga seorang qari, Abang Jalaluddin Akbar Al-Hafiz, guna meningkatkan semangat ibadah jamaah.

Ketua Masjid Baitul Azhim, Ustaz H. Theri Munadi, mengapresiasi kehadiran Tim Safari Ramadan DMI Babel di tengah-tengah jamaahnya. Ia juga mengundang tim DMI Babel untuk bersantap sahur bersama guna mempererat ukhuwah antara pengurus DMI dan DKM Masjid Baitul Azhim.

Dalam sambutannya, Ketua PW DMI Babel, Ustaz Rasyid Ridho, menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Tim Safari Ramadan yang telah bekerja dengan penuh semangat dan keikhlasan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan persiapan yang lebih matang di masa mendatang.

β€œKita berdoa agar dapat kembali bertemu dengan Ramadan di tahun mendatang dan semoga seluruh amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” ujar Ustaz Rasyid Ridho. Ia pun menutup acara dengan menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jamaah serta mengucapkan, β€œTaqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.”

Tumpahan Cangkang Sawit Di Pangkalpinang : Beberapa Pengendara Terjatuh, Siapa Yang Bertanggung Jawab?

BuwanaNews Pangkalpinang – Tumpahan cangkang sawit dari truk pengangkut dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT SNS di Desa Malik menyebabkan kecelakaan di Jalan Sudirman, tepatnya di depan warung dekat kantor PT Timah, Pangkalpinang. Kejadian yang terjadi pada Sabtu sekitar pukul 00.30 WIB ini mengakibatkan beberapa pengendara terjatuh, salah satunya Haikal (19), warga Rejosari, Kecamatan Pangkal Balam.

Haikal mengalami luka cukup serius, termasuk luka di bagian dengkul, cedera tangan, dan punggung. Ia segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) untuk mendapatkan perawatan medis.

Beberapa Korban Terjatuh. Menurut kesaksian warga di sekitar lokasi kejadian, tumpahan cangkang sawit menyebabkan setidaknya empat orang terjatuh, terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Salah satu korban, seorang pria, mengalami luka di bagian dengkul hingga harus mendapatkan delapan jahitan. Sayangnya, ia kebingungan mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden ini.

Keluarga Haikal yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengejar truk pengangkut cangkang sawit hingga ke Pelabuhan Pangkal Balam untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak terkait. Setelah negosiasi, pihak pengangkut akhirnya setuju untuk menanggung biaya perawatan rumah sakit serta perbaikan kendaraan korban.

Pengakuan Pihak Pengangkut. Imam, koordinator angkutan cangkang sawit, saat ditemui di UGD RSBT, mengakui adanya kelalaian dari sopir truk yang mengakibatkan muatan tumpah ke jalan dan menyebabkan kecelakaan.

Saat ditanya apakah tumpahan terjadi akibat muatan yang melebihi kapasitas, Imam memberikan jawaban yang mencerminkan praktik umum dalam industri transportasi.

“Kita ini hidup di Indonesia, khususnya di Bangka, di mana upah tarikan muatan dihitung berdasarkan tonase. Jadi wajar saja jika kami mengejar target,” ujarnya.

Imam juga menjelaskan bahwa muatan cangkang sawit tersebut berasal dari PKS PT SNS yang berada di Desa Malik. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya hanya sebatas dalam hal pengangkutan dan tidak memiliki informasi lebih lanjut mengenai kepemilikan muatan tersebut.

Kurangnya Pengawasan Pihak Terkait. Kejadian ini seharusnya menjadi peringatan bagi Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak kepolisian yang bertanggung jawab atas pengawasan lalu lintas serta kendaraan pengangkut barang. Jika ada pengawasan yang lebih ketat, truk dengan muatan berlebih tidak akan bebas melintas dan menciptakan ancaman bagi pengguna jalan lainnya.

Namun, pertanyaannya, apakah benar tidak ada pengawasan, atau justru ada pembiaran?

Mengapa pengangkutan ini dilakukan pada malam hingga dini hari? Apakah ini hanya kebetulan, atau memang sengaja dilakukan di luar jam operasional petugas agar terhindar dari razia?

Kecelakaan akibat tumpahan cangkang sawit ini bukanlah insiden pertama di Pangkalpinang. Sayangnya, jika tidak ada tindakan nyata dari pihak berwenang, insiden serupa bisa saja terulang di kemudian hari.

Aturan tentang batas muatan dan keselamatan di jalan bukan hanya formalitas di atas kertas, tetapi harus ditegakkan demi melindungi masyarakat. Jika regulasi hanya dijadikan pajangan tanpa implementasi serius, maka patut dipertanyakan: siapa yang sebenarnya dilindungi oleh aturan-aturan ini?

Jangan sampai kepentingan bisnis dan keuntungan segelintir pihak lebih diutamakan dibanding keselamatan pengguna jalan.

Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan dalam pengangkutan barang, terutama muatan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kejadian ini juga menjadi peringatan bagi para pengusaha angkutan untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam operasional mereka agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Hingga berita ini ditayangkan, Pelindo Pelabuhan Pangkal Balam, Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang, Satlantas Polresta Pangkalpinang, dan pihak terkait lainnya yang disebutkan dalam pemberitaan ini, masih dalam upaya konfirmasi@ Zen Adebi.

Kalapas Sungailiat Ikuti Acara Pemberian Remisi Khusus Bagi Narapidana Dan Anak Binaan Secara Virtual

BuwanaNews Sungailiat, 28 Maret 2025. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sungailiat mengikuti acara pemberian remisi khusus bagi narapidana serta pengurangan masa pidana bagi anak binaan dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Acara ini diselenggarakan secara virtual dan diikuti oleh jajaran pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Dalam kegiatan ini, pemerintah melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memberikan remisi kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif, seperti berkelakuan baik serta aktif dalam program pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan. Pemberian remisi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pembinaan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan.

Kalapas Sungailiat dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pemberian remisi ini menjadi wujud penghargaan atas usaha narapidana dalam menjalani pembinaan. β€œKami berharap dengan adanya remisi ini, para warga binaan semakin termotivasi untuk terus berperilaku baik dan mengikuti pembinaan dengan penuh kesadaran,” ujar Ary selaku Kalapas Sungailiat.

Selain remisi bagi narapidana dewasa, anak binaan juga mendapatkan pengurangan masa pidana khusus, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap perlindungan hak anak.

Pemberian Remisi secara simbolis oleh Kalapas sungailiat dilapas sungailiat diwakili 08 orang Narapidana serta data seluruh Narapidana yang mendapatkan Remisi Khusus dilapas sungailiat sebagai Berikut :

– Remisi

RK I

– 15 Hari = 122 (4 orang masih proses )

– 1 Bulan =159 (1 orang masih proses )

– 1 Bulan 15 hari = 31 orang

– 2 Bulan = 4 orang

RK II

– 1 Bulan = 3 orang

Total = 319 orang yang mendapat remisi Idul Fitri 2025

Acara ini diakhiri dengan pesan dari Drs.Agus Andrianto,SH.,M.H selaku Menteri Kemenimipas Republik Indonesia didampingi Dirjenpas Kemenimipas menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan hak-hak narapidana serta memastikan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis dan efektif dalam membina warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan lebih baik.

Kalapas Sungailiat Serahkan Zakat Fitrah Kepada Mustahiq

BuwanaNews Sungailiat, 28 Maret 2025. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sungailiat menyerahkan zakat fitrah kepada para penerima zakat (mustahiq) dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban umat Muslim dalam menunaikan zakat fitrah serta bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat yang berhak menerima.

Penyerahan zakat fitrah dilaksanakan di lingkungan Lapas Sungailiat dengan dihadiri oleh jajaran petugas pemasyarakatan serta perwakilan mustahiq. Zakat yang terkumpul berasal dari warga binaan dan petugas lapas, kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk fakir miskin, yatim piatu, dan kaum dhuafa.

Dalam sambutannya, Kalapas Sungailiat menyampaikan bahwa zakat fitrah ini merupakan wujud kebersamaan dan kepedulian kepada sesama, khususnya menjelang hari raya. β€œSemoga zakat yang disalurkan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dan membawa berkah bagi kita semua,” ujar Ary Nirwanto.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para penerima zakat yang mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Dengan penyerahan zakat fitrah ini, diharapkan dapat meningkatkan solidaritas sosial dan mempererat tali silaturahmi antara warga binaan, petugas, dan masyarakat sekitar.

Sulap Di Dishub Pangkalpinang : Keajaiban Uang Menguap Tanpa Jejak

BuwanaNews Trik Sulap di Dishub:

Uang Pegawai Menguap Lebih Cepat dari Hantu di Siang Bolong

Ada yang lebih gesit dari pesulap, lebih lihai dari pencuri kelas kakap, dan lebih misterius dari Segitiga Bermuda. Tapi kali ini, bukan Harry Houdini atau jin dari lampu ajaibβ€”melainkan oknum di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pangkalpinang!

Bayangkan, uang suplemen untuk pegawai honorer yang seharusnya bisa untuk beli sembako, THR dadakan, atau setidaknya nambah lauk sahur, justru raib tanpa bekas. Jumlah yang seharusnya Rp400 ribu per tiga bulan, tiba-tiba mengalami fenomena “penyusutan mistis”. Kadang hanya tersisa Rp200 ribu, kadang lebih parah, seperti es krim yang meleleh di tangan anak kecil di siang bolong.

Belum cukup sampai di situ, begitu sampai ke tangan pegawai, uang ini masih harus mengalami “ritual pemotongan” oleh para komandan regu (Danru). Katanya sih, untuk acara makan bersama. Pertanyaannya, siapa yang makan? Soalnya para pegawai lebih sering kebagian remah-remahnya saja.

Tapi puncak keajaiban terjadi di akhir tahun 2024, saat uang suplemen yang dinanti-nanti malah dikabarkan diberikan kepada mantan Kepala Dinas sebagai hadiah pensiun. Wah, kalau mau kasih kado, kenapa harus pakai uang pegawai? Bukannya ada dana resmi atau cukup patungan dari pejabat yang sudah pasti lebih tebal kantongnya?

Pimpinan Dishub: Kaget atau pura-pura kaget?

Saat masalah ini mencuat, Plt Kepala Dishub terlihat kaget. Katanya, pemotongan itu tidak ada, karena uang langsung masuk ke rekening pegawai. Bahkan beliau menegaskan, untuk tahun 2024, dana suplemen hanya dianggarkan selama sembilan bulan. Jadi, tidak ada dana yang bisa “disulap” untuk hadiah pensiun siapa pun.

Tapi, fakta di lapangan justru berkata lain. Baru-baru ini, pegawai di salah satu bidang Dishub Pangkalpinang melaporkan bahwa uang suplemen yang cair di bulan Maret 2025 mengalami pemotongan Rp50 ribu per orang. Untungnya, setelah protes keras, uang itu dikembalikan pada Senin berikutnya. Ini seperti trik sulap gagal: sudah coba “disimpan” tapi ketahuan, lalu buru-buru dikembalikan!

Fenomena β€œMain Aman”: Uang Dipotong, Ketahuan, Balikin Lagi

Pertanyaannya, kalau memang tidak ada kebijakan pemotongan, kenapa uang itu bisa terpangkas? Siapa yang berinisiatif memotong? Dan lebih penting lagi, berapa kali kejadian seperti ini lolos tanpa terungkap?

Pengembalian uang setelah protes seolah menjadi bukti bahwa ada pihak yang mencoba bermain-main dengan dana ini, tapi panik ketika masalahnya mulai mencuat. Kalau tidak ada yang berani bersuara, mungkin uang itu sudah lenyap entah ke mana.

Fenomena ini bisa terus terjadi karena budaya diam di kalangan pegawai. Apalagi bagi pegawai honorer, yang posisinya lebih rentan dibandingkan ASN. Banyak yang memilih untuk pasrah karena takut kehilangan pekerjaan.

Tapi, kejadian terbaru ini membuktikan bahwa bersuara bisa membuat perubahan. Setelah pegawai bersatu dan menuntut hak mereka, uang yang dipotong pun akhirnya dikembalikan. Mungkin ini saat yang tepat bagi Plt Kepala Dishub untuk menunjukkan taringnya. Kalau benar tidak tahu-menahu soal pemotongan ini, sekarang adalah waktunya untuk bertindak tegas.

Dishub Butuh Reformasi, Bukan Sulap Murahan

Ke depan, perlu ada pengawasan ketat agar praktik seperti ini tidak terus terjadi. Jangan sampai Dishub jadi terkenal bukan karena kinerjanya, tapi karena trik sulap yang bisa menghilangkan uang pegawai dalam sekejap.

Pegawai Dishub hanya ingin hak mereka dibayarkan penuh, tanpa drama atau permainan kucing-kucingan. Kalau pemimpinnya benar-benar peduli, sudah saatnya transparansi dan keadilan ditegakkan. Karena yang dipertaruhkan di sini bukan cuma uang suplemen, tapi juga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

Jadi, buat para oknum yang hobi sulap, lebih baik pensiun dini saja sebelum trik kalian benar-benar terbongkar habis-habisan!

Tentang Penulis: Muhamad Zen, Wartawan & Kritikus Sosial yang Kebanyakan Ngopi

Zen juga dikenal sebagai seorang aktivis muda dari Bangka Belitung, alumnus Fakultas Ilmu Hukum Perkeliruan Universitas Gunung Maras (UGM). Entah universitasnya yang typo atau memang hidupnya sering keliru, yang jelas dia tetap nekat menulis.

Beberapa orang bilang tulisannya tajam, sebagian lagi bilang biasa saja, sementara dia sendiri lebih memilih cuek sambil lanjut ngopi. Karena buat Zen, selama masih ada yang membaca, dia akan terus menulisβ€”entah kritik sosial, politik, atau hal-hal yang bahkan Tuhan pun mungkin bingung kenapa dia bahas.

Makin larut malam, makin lancar dia menulis. Mungkin efek samping dari terlalu banyak kafein. Atau mungkin, karena di malam hari, dunia terlihat lebih jujur.

Catatan Redaksi :

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Isi narasi opini ini di luar tanggung jawab Redaksi, apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dalam penyajian artikel, opini atau pun pemberitaan tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan atau koreksi kepada redaksi media kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan ayat (12) undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Berita Sanggahan dan atau opini tersebut dapat dikirimkan ke redaksi media kami melalui email atau nomor whatsapp seperti yang tertera di box Redaksi.

Senator Dinda Rembulan Pererat Silahturahmi Dengan Pengurus DMI Babel Dalam Buka Puasa Bersama

BuwanaNews Pangkalpinang- Senator DPD RI, Dinda Rembulan, yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Pemberdayaan Perempuan & Muslimat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengadakan buka puasa bersama dengan para pengurus PW DMI Babel dikediaman orang tuanya, Jalan Balai kota Pangkalpinang, kamis 27 maret 2025.

Dalam sambutannya, Dinda Rembulan menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di antara pengurus DMI Babel.

“Dengan jadwal yang cukup padat, saya menyempatkan waktu khusus untuk berkumpul bersama kawan-kawan DMI Babel. Semoga pertemuan ini semakin mempererat kebersamaan dan memperkuat semangat dalam menjalankan tugas organisasi,” ujar Dinda.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan Safari Ramadan yang dilakukan oleh pengurus DMI Babel selama ini.

Ketua PW DMI Babel, Ustadz HM. Rasyid Ridho, S.Ag., menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran Dinda Rembulan.

“Kami sangat senang bisa bersilaturahmi bersama beliau malam ini. Setelah hampir sebulan penuh menjalankan Safari Ramadan, malam ini kami berkumpul di kediaman tokoh Bangka Belitung, Bapak H. Emron Pangkapi, yang juga ayah dari Ibu Dinda Rembulan,” ujar Ustadz Ridho.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ridho juga mendoakan kesehatan dan keberkahan bagi keluarga besar Dinda Rembulan, khususnya bagi H. Emron Pangkapi yang tak lain adalah ayahanda dari Dinda Rembulan yang dikenal sebagai salah satu tokoh perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan juga menjabat sebagai Dewan Mustasyar DMI Babel.

Acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Dr. Irvani, M.Ag., Ketua Majelis Ekonomi Umat DMI Babel, yang mengingatkan pentingnya menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan serta menjaga makanan dan minuman agar tetap halal dan baik (halalan thayyiban).

Suasana keakraban begitu terasa dalam acara ini. Setelah berbuka puasa bersama dan salat Magrib berjemaah, acara ditutup dengan ramah tamah serta pembagian cendera mata dan hadiah khusus dari Dinda Rembulan kepada lebih dari 50 pengurus PW DMI Babel@ Zen Adebi.

Safari Ramadhan DMI Babel : Berbagi Kebahagiaan Di Masjid Nurul Ittihad Tuatunu

BuwanaNews Pangkalpinang – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bangka Belitung kembali menggelar kegiatan sosial dalam rangka Safari Ramadhan dengan membagikan paket sembako kepada marbot Masjid Nurul Ittihad, Kelurahan Tuatunu, Kota Pangkalpinang, Senin (24/3/2025).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk ceramah agama, salat tarawih, dan pembagian sembako ini mendapat sambutan hangat dari jamaah, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat. Dalam tausiyahnya, KH. Jaelani mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan meningkatkan ibadah.

“Malam-malam akhir ini jangan sampai disia-siakan. Sebaiknya diisi dengan amalan ibadah, terutama salat dan membaca Al-Qur’an. Jangan lupa pula untuk memperbanyak sedekah,” ujarnya di hadapan puluhan jamaah yang hadir.

Ketua DMI Bangka Belitung, HM. Rasyid Ridho, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi jamaah dan pengurus masjid.

“Untuk jamaah dan marbot, kami bagikan paket sembako. Sementara bagi pengurus masjid, kami berikan pembekalan serta kiat-kiat agar masjid semakin makmur,” jelasnya.

Ketua Masjid Nurul Ittihad, Zulhadi, turut mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar program serupa terus berlanjut dengan skala yang lebih besar.

“Terus terang kami sangat terbantu dengan acara seperti ini. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa diperluas dengan lebih banyak donatur agar bantuan yang diberikan semakin meluas,” ujarnya.

Safari Ramadhan DMI Babel ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap para marbot dan jamaah, sekaligus upaya mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadhan.

Selain pembagian sembako dan pembekalan kepada pengurus masjid, Safari Ramadhan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara DMI Babel dengan masyarakat setempat. Kehadiran para tokoh agama dan masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan keagamaan seperti ini.

Salah satu marbot masjid, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh DMI Babel. Baginya, bantuan sembako ini sangat berarti, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

“Kami para marbot sering kali luput dari perhatian, padahal tugas kami memastikan masjid tetap bersih dan nyaman bagi jamaah. Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu dan memberikan semangat bagi kami,” ujarnya dengan penuh haru.

DMI Babel sendiri berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai masjid lainnya di Bangka Belitung. Menurut HM. Rasyid Ridho, program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan umat.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Kami berharap masjid-masjid di Babel semakin makmur dan menjadi tempat yang semakin hidup bagi umat Islam,” pungkasnya.

Dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, Safari Ramadhan DMI Babel di Masjid Nurul Ittihad Tuatunu menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan solidaritas umat Islam semakin kuat di bulan suci ini@ Zen Adebi.

Bukber DMI Bangka Belitung : Mempererat Ukhuwah, Memperkuat Dakwah

BuwanaNews Bangka Belitung-Untuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan, pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bangka Belitung menggelar acara berbuka puasa bersama pada Rabu, 19 Maret 2026. Acara ini dihadiri oleh Dewan Penasehat (Musytasar), pengurus harian, serta pengurus dari berbagai departemen dalam organisasi.

H. Saviat, salah satu anggota Musytasar DMI Babel, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah. “Silaturahmi seperti ini harus rutin dilakukan karena sangat bermanfaat, terlebih di bulan suci Ramadan,” ujar H. Saviat, yang akrab disapa Bang Saviat.

Sementara itu, Ust. Zuhri berharap agar seluruh pengurus DMI Babel senantiasa menjaga kekompakan. “Saat ini, DMI sudah dikenal masyarakat sebagai organisasi yang aktif dalam bidang dakwah, sosial, serta membimbing DKM masjid agar lebih memahami tata kelola masjid dengan baik,” ujarnya.

Ketua DMI Bangka Belitung, Ust. HM. Rasyid Ridho, S.Ag., yang juga menjadi inisiator acara ini, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan program-program organisasi. “Ukhuwah adalah modal utama dalam keberhasilan dakwah. Namun, sebagai pengurus, kita juga harus tetap memperhatikan keseimbangan antara aktivitas organisasi dan tanggung jawab dalam keluarga. Jangan sampai karena terlalu sibuk berorganisasi, rumah tangga menjadi berantakan,” ungkapnya sembari berkelakar tentang istilah “PKK” (Pulang Kena Keruce), yang disambut tawa oleh para pengurus.

Ketua panitia acara, Bpk. Muhammad Tanggung, M.Si., membuka diskusi bagi para pengurus untuk menyampaikan gagasan terkait berbagai isu, mulai dari tata kelola sumber daya alam (SDA) timah yang mencapai 300 triliun, kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil, hingga program-program DMI ke depan, termasuk pembahasan mengenai Tunjangan Hari Raya (THR). Diskusi ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan.

Acara ditutup dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan@ Zen Adebi.

DMI Babel Safari Ramadhan : Berbagi dan Memakmurkan Masjid

BuwanaNews Pangkalpinang-Dalam rangka Safari Ramadan 1446 H (Safar Akbar) pada 23 Maret 2025, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Babel menggelar program DMI Peduli & DMI Berbagi di Masjid Baitul Hasanah, Air Mawar, Bukit Intan, kota Pangkalpinang.

Ketua Masjid Baitul Hasanah, Ustaz Agus Haryanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan silaturahmi rombongan DMI Babel. “Kami merasa senang didatangi oleh kawan-kawan dari DMI Babel pada subuh hari Ahad ini. Mudah-mudahan pertemuan ini berkelanjutan dan semakin memakmurkan masjid kami dengan bertambahnya jemaah yang datang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Safar, Ustaz Haris, menjelaskan bahwa DMI memiliki motto “Memakmurkan & Dimakmurkan oleh Masjid”. Oleh karena itu, DMI Babel terus menjalankan program unggulan DMI Peduli & DMI Berbagi, yang selalu dinantikan masyarakat. Ia mengajak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk melanjutkan program ini dengan menggandeng para dermawan di sekitar masjid agar turut berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. “Dengan demikian, masyarakat akan merasa diperhatikan, semakin senang datang ke masjid, dan mencintai rumah ibadah ini,” kata Ustaz Haris, yang juga merupakan seorang pengusaha UMKM di Pangkalpinang.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Rasyid Ridho mengingatkan para jemaah untuk tetap istiqomah dalam memakmurkan masjid, terutama di bulan Ramadan. “Isi bulan Ramadan ini dengan ibadah yang maksimal. Tingkatkan terus keimanan agar puasa kita benar-benar berkualitas, sehingga cita-cita menjadi orang bertakwa dapat tercapai,” pesannya.

Di akhir acara, Ustaz Ridho, yang juga Ketua DMI Babel sekaligus pengusaha travel umrah dan haji, bersama pengurus lainnya membagikan jam dinding dan puluhan paket sembako kepada marbot Masjid Baitul Hasanah serta puluhan orang jemaah mustahik di sekitarnya. Paket sembako ini merupakan hasil kerja sama DMI dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung. “Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat yang saat ini benar-benar membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak,” tutup Ustaz Ridho.

Selanjutnya, pada 24 Maret 2025, DMI Babel akan melanjutkan kegiatan safari Ramadan ke Masjid Nurul Ijtihad, dekat perumahan Raskin, Kota Pangkalpinang.

Selain itu, DMI Babel juga dijadwalkan akan mengunjungi masjid-masjid lain di berbagai wilayah di Bangka Belitung dalam rangkaian Safari Ramadan 1446 H, dengan harapan semakin banyak umat Islam yang mendapatkan manfaat dari program ini@Zen Adebi.