Polres Bangka Razia Gabungan Tertibkan TI Jade

BANGKA – Polres Bangka melaksanakan penertiban aktivitas tambang ilegal di wilayah Desa Jade Bahrin dengan memasang garis polisi (police line) pada sejumlah ponton yang diduga digunakan untuk kegiatan pertambangan tanpa izin. Kamis (15/4/2026)

Kegiatan ini dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Bangka melalui Satpol PP, serta melibatkan unsur pemerintah desa seperti Kades dan BPD.

Penertiban dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka bersama Wakapolres, Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Polairud, Kasi Propam, Kapolsek Merawang, Kanit Tipidter, Camat Merawang, serta didukung personel Polres Bangka, Polsek Merawang, dan Satpol PP Kabupaten Bangka.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah ponton yang masih berada di lokasi dan diduga digunakan untuk aktivitas tambang ilegal. Sebagai langkah awal penegakan hukum, petugas langsung mengamankan lokasi dengan memasang police line guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, upaya pencegahan telah dilakukan melalui imbauan berulang serta pertemuan yang dipimpin oleh Bupati Bangka bersama Kapolres, Forkopimda, perangkat desa, dan masyarakat. Namun, berdasarkan hasil monitoring, aktivitas tambang ilegal masih ditemukan sehingga dilakukan tindakan tegas berupa pengamanan lokasi.

Pemasangan police line bertujuan untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal, mengamankan barang bukti seperti ponton dan peralatan tambang, menandai lokasi sebagai tempat kejadian perkara (TKP), serta mencegah pelaku kembali beroperasi meskipun tidak berada di tempat saat penertiban.

Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan Langkah ini dilaksanakan secara profesional, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Penertiban juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan, keselamatan masyarakat, serta memastikan seluruh aktivitas usaha berjalan sesuai peraturan perundang-undangan”, ujar AKBP Deddy Dwitiya Putra

Polres Bangka menegaskan bahwa selain penegakan hukum, pendekatan preventif dan edukatif terus dikedepankan kepada masyarakat.

Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin demi menjaga lingkungan dan keselamatan bersama.

*Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Serukan β€œDari Pemenjaraan ke Pemulihan” pada Forum Internasional*

Jakarta β€” Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andrianto, menyerukan transformasi besar dalam sistem pemasyarakatan melalui pendekatan β€œdari pemenjaraan ke pemulihan” dalam forum World Congress on Community Corrections (WCCP) diBali.
Dalam forum internasional tersebut, Agus Andrianto menegaskan bahwa paradigma pemasyarakatan harus bergeser dari pendekatan yang berorientasi pada penghukuman menjadi pendekatan yang menitikberatkan pada rehabilitasi, reintegrasi sosial, dan pemulihan individu.
β€œPemasyarakatan bukan sekadar tentang menjalani hukuman, tetapi tentang bagaimana negara hadir untuk membina, memulihkan, dan mengembalikan warga binaan menjadi manusia yang produktif dan bermartabat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan pemulihan (restorative and rehabilitative approach) menjadi kunci dalam mengurangi tingkat residivisme sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Menteri Agus juga menyoroti pentingnya penguatan program pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan, termasuk pendidikan, pelatihan keterampilan, serta pembinaan mental dan sosial. Selain itu, ia mendorong optimalisasi alternatif pemidanaan seperti pembinaan berbasis masyarakat (community corrections), khususnya bagi pelanggaran ringan.
Dalam kesempatan tersebut, Indonesia juga berbagi praktik baik yang telah dijalankan, seperti program asimilasi, integrasi, serta peran Balai Pemasyarakatan (Bapas) dalam mendampingi klien pemasyarakatan di tengah masyarakat.
Forum WCCP sendiri merupakan ajang global yang mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang pemasyarakatan untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan strategi dalam membangun sistem peradilan pidana yang lebih humanis dan efektif.
Melalui forum ini, Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong reformasi sistem pemasyarakatan yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada pemulihan.

Polsek Bakam Panen Jagung

BANGKA – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan swasembada jagung, Polsek Bakam melaksanakan kegiatan panen jagung pipil masa tanam kuartal I, Selasa (14/4/2026) Kegiatan tersebut berlangsung di kebun milik Rahmat, warga Desa Neknang, Kecamatan Bakam.

Panen jagung ini merupakan bagian dari upaya Polri melalui Polsek Bakam dalam mendorong pemanfaatan lahan produktif serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah hukum setempat. Kebun binaan tersebut menjadi salah satu contoh sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat.

Kegiatan panen dihadiri langsung oleh Kapolsek Bakam Ipda Harun P. Simanjuntak, SH, didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bakam Albani, perangkat Desa Neknang, personel Polsek Bakam, serta pemilik kebun Rahmat.

Dari hasil panen yang dilakukan, lahan seluas 1 hektare tersebut mampu menghasilkan jagung pipil sebanyak 1.080 kilogram. Capaian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kapolsek Bakam menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada hasil panen, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian serta mempererat hubungan dengan masyarakat.

β€œMelalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Kapolres BangkaJenguk Santri Dugaan Korban Penganiayaan

BANGKA– Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra menjenguk seorang santri Hz (15) yang diduga menjadi korban penganiayaan atau bullying di Pondok Pesantren Darul Abror, Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka.

Bertempat di RSU Mitra Medika Pangkalpinang, Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi oleh Kasat Reskrim, Kasi Humas, Kapolsek Mendo Barat, serta KBO Reskrim. Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada korban sekaligus memastikan penanganan kasus berjalan dengan baik.

Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya kepada santri yang menjadi korban tindak kekerasan.

” Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya kepada santri yang menjadi korban tindak kekerasan”, ujar AKBP Deddy Dwitiya Putra.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas setiap bentuk penganiayaan atau bullying sesuai dengan hukum yang berlaku. Namun dalam hal ini orang tua korban melaporkan kejadian ke Polda Bangka Belitung.

” Kita (Polres Bangka) siap membantu back up terhadap kasusnya”, jelas AKBP Deddy Dwitiya Putra

Selain itu, Kapolres Bangka juga mengimbau kepada pihak pengurus dan tenaga pendidik di pondok pesantren agar meningkatkan pengawasan terhadap para santri.

Hal ini penting guna mencegah terjadinya tindakan kekerasan serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Polres Bangka berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh Masyarakat.

Bravo! 8 Tahanan Berhasil Kembali Ke Rutan Polres Bangka

BANGKA β€” Dalam waktu 2×24 jam, tim gabungan berhasil menangkap kembali delapan tahanan yang sebelumnya melarikan diri dari Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bangka.
Keberhasilan ini merupakan hasil kerja cepat dan sinergi aparat kepolisian bersama masyarakat.

Tim gabungan yang terlibat terdiri dari personel Jatanras Polda Kepulauan Bangka Belitung, Polres Bangka, Polres Bangka Tengah, Polres Bangka Barat, serta jajaran Polres se-Bangka Belitung.

Penangkapan terakhir terhadap dua tahanan, yakni Anugrah di kawasan Rambak, Sungailiat dan Rosi di Puding Besar, menandai berakhirnya pelarian seluruh tahanan tersebut.

β€œAlhamdulillah, dengan tertangkapnya Anugrah dan Rosi, maka seluruh tahanan yang melarikan diri sudah berhasil kita amankan kembali,” ujar AKP Era Anggraini seizin Kapolres Bangka.

Pihak Polres Bangka juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh jajaran Polda Bangka Belitung (Polres Jajaran) serta masyarakat yang telah berperan aktif dalam melakukan penangkapan dan memberikan informasi terkait keberadaan para tahanan.

Sebelumnya, peristiwa pelarian terjadi pada Rabu (8/4/2026) dini hari. Delapan tahanan yang kabur masing-masing bernama M. Takfin, Supriyadi, Hari Darma, Andri Darmawan, Yogi Trilando, Weli, Anugrah, dan Rosi.

Dalam proses pengejaran, M. Takfin lebih dahulu menyerahkan diri. Supriyadi kemudian berhasil diamankan di Pelabuhan Mentok saat diduga hendak menyeberang keluar Pulau Bangka. Yogi Trilando diserahkan oleh pihak keluarga ke Polres Bangka.

Sementara itu, Hari Darma dan Andri Darmawan ditangkap di wilayah Sungailiat. Weli berhasil diamankan di Koba setelah sebelumnya diduga melakukan pencurian sepeda motor di Sungailiat untuk melarikan diri.

Dengan tertangkapnya seluruh tahanan, situasi keamanan di wilayah hukum Polres Bangka kembali kondusif dan terkendali.(ril)

Lima Tahanan Kabur Berhasil Diamankan

BANGKA β€” Hingga hari ini, sebanyak lima dari delapan tahanan yang sebelumnya melarikan diri dari rumah tahanan (rutan) Polres Bangka telah berhasil diamankan kembali oleh aparat kepolisian. Sementara itu, tiga tahanan lainnya masih dalam pengejaran tim gabungan.

Kapolres Bangka melalui Kasi Humas, AKP Era Anggraini, mengungkapkan bahwa upaya pencarian terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan Polres Bangka bersama Polda Kepulauan Bangka Belitung dan jajaran.

β€œTim gabungan Polres Bangka dan Polda Babel jajaran berhasil mengamankan kembali lima orang tahanan dari delapan tahanan yang kabur dari rutan Polres Bangka,” ujar AKP Era Anggraini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses pencarian terhadap tiga tahanan yang masih buron terus dilakukan dengan mengerahkan personel di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada keluarga tahanan maupun masyarakat agar dapat berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan para tersangka yang masih kabur.

β€œKami mengharapkan kerja sama dari masyarakat untuk segera melaporkan jika mengetahui keberadaan tahanan yang masih dalam pelarian, guna mempercepat proses penangkapan,” tambahnya.

Polres Bangka menegaskan komitmennya untuk terus memburu para tahanan yang tersisa demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum setempat.(ril)

Tiga Tahanan Kabur Berhasil Diringkus Polres Bangka

BANGKA – Subuh tadi Sat Intelkam berhasilmengamankan satu tersangka atas nama SY.

Informasi yang berhasil dihimpun tim BEN Grup. SY dibekuk Sat Intelkam Polres Bangka di Hutan Sawit Dusun Bebek Kelurahan Air Asam Kecamatan Belinyu. Kamis, (9/04/2026)

Dimana sebelumnya, tim Polres Bangka merilis
Kejadian kaburnya delapan orang tahanan dari sel tahanan Polres Bangka, Rabu (8/4/2026) dini hari.

Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan, delapan tahanan tersebut melarikan diri dengan cara merusak bagian teralis sel.

β€œDari hasil monitoring kami, ada delapan orang yang melarikan diri. Satu orang menyerahkan diri, kemudian satu orang lagi berhasil ditangkap di wilayah Mentok saat diduga hendak melarikan diri lewat pelabuhan,” kata Deddy kepada wartawan saat konferensi pers di aula Tribarata Mapolres Bangka, Rabu sore.

Konferensi pers itu turut dihadiri Wakapolres Bangka Kompol Yosua Atmaja, Kabag Ops AKP Astrian Tomi, Kasi Humas AKP Era Anggraini, serta Kasi Propam Iptu Teguh bersama sejumlah pejabat utama lainnya.

Deddy menjelaskan, tahanan yang ditangkap di Mentok sempat mencoba melarikan diri dengan melewati semak-semak di sekitar lokasi. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh petugas yang melakukan pengejaran.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi
menemukan satu batang teralis sel yang telah digergaji oleh para tahanan.

β€œDari hasil pengecekan di TKP, ada satu batang teralis yang digergaji oleh para tahanan yang
melarikan diri tersebut,” ujarnya.

Polisi kini masih mendalami asal-usul gergaji yang digunakan untuk merusak teralis tersebut. Dugaan sementara, alat itu masuk saat proses pembesukan oleh keluarga tahanan.

β€œUntuk asal gergaji masih kita dalami. Dugaan sementara berasal dari barang bawaan saat pembesukan, namun ini masih dalam pemeriksaan,” jelasnya.

Selain itu, kepolisian juga memeriksa kemungkinan adanya kelalaian petugas jaga saat kejadian berlangsung. Pemeriksaan terhadap anggota yang bertugas saat itu sedang dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

β€œIni masih kita dalami terkait kemungkinan kelalaian anggota, khususnya petugas piket pada saat malam kejadian,” kata Deddy.

Saat ini, tim gabungan dari Polres Bangka dan Polda Kepulauan Bangka Belitung masih melakukan pencarian terhadap enam tahanan yang masih buron. Identitas para tahanan juga telah disebarkan ke seluruh jajaran kepolisian.

Polisi juga meminta bantuan masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan para tahanan tersebut.

β€œKami minta bantuan masyarakat, termasuk keluarga para tahanan, agar memberikan informasi jika mengetahui keberadaan mereka,” pungkasnya.

Pasca kejadian ini, Polres Bangka juga melakukan evaluasi sistem pengamanan sel tahanan, termasuk memperkuat teralis dan menambah jumlah personel jaga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (ren)

Dua Tahanan Kabur Berhasil Diamankan

BANGKA – Setelah mengejar delapan tahanan yang berhasil kabur dari tahanan Polres Bangka kemarin, dua diantaranya berhasil dibekuk tim gabungan Polres Bangka kemarin. Rabu, (8/04/2026)

Terlapor delapan orang tahanan dilaporkan kabur dari sel tahanan Polres Bangka, Rabu (8/4/2026) dini hari. Polisi langsung melakukan pengejaran dan dua orang di antaranya telah berhasil diamankan.

Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan, delapan tahanan tersebut melarikan diri dengan cara merusak bagian teralis sel.

β€œDari hasil monitoring kami, ada delapan orang yang melarikan diri. Satu orang menyerahkan diri, kemudian satu orang lagi berhasil ditangkap di wilayah Mentok saat diduga hendak melarikan diri lewat pelabuhan,” kata Deddy kepada wartawan saat konferensi pers di aula Tribarata Mapolres Bangka, Rabu sore.

Konferensi pers itu turut dihadiri Wakapolres Bangka Kompol Yosua Atmaja, Kabag Ops AKP Astrian Tomi, Kasi Humas AKP Era Anggraini, serta Kasi Propam Iptu Teguh bersama sejumlah pejabat utama lainnya.

Deddy menjelaskan, tahanan yang ditangkap di Mentok sempat mencoba melarikan diri dengan melewati semak-semak di sekitar lokasi. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh petugas yang melakukan pengejaran.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi
menemukan satu batang teralis sel yang telah digergaji oleh para tahanan.

β€œDari hasil pengecekan di TKP, ada satu batang teralis yang digergaji oleh para tahanan yang
melarikan diri tersebut,” ujarnya.

Polisi kini masih mendalami asal-usul gergaji yang digunakan untuk merusak teralis tersebut. Dugaan sementara, alat itu masuk saat proses pembesukan oleh keluarga tahanan.

β€œUntuk asal gergaji masih kita dalami. Dugaan sementara berasal dari barang bawaan saat pembesukan, namun ini masih dalam pemeriksaan,” jelasnya.

Selain itu, kepolisian juga memeriksa kemungkinan adanya kelalaian petugas jaga saat kejadian berlangsung. Pemeriksaan terhadap anggota yang bertugas saat itu sedang dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

β€œIni masih kita dalami terkait kemungkinan kelalaian anggota, khususnya petugas piket pada saat malam kejadian,” kata Deddy.

Saat ini, tim gabungan dari Polres Bangka dan Polda Kepulauan Bangka Belitung masih melakukan pencarian terhadap enam tahanan yang masih buron. Identitas para tahanan juga telah disebarkan ke seluruh jajaran kepolisian.

Polisi juga meminta bantuan masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui keberadaan para tahanan tersebut.

β€œKami minta bantuan masyarakat, termasuk keluarga para tahanan, agar memberikan informasi jika mengetahui keberadaan mereka,” pungkasnya.

Pasca kejadian ini, Polres Bangka juga melakukan evaluasi sistem pengamanan sel tahanan, termasuk memperkuat teralis dan menambah jumlah personel jaga guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Razia Gabungan Lapas Sungailiat

 

BANGKA- Mengimplementasikan 13 program prioritas Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan di Rutan.

Lapas Kelas IIB Bukit Semut merazia hunian di Blok D Kamar 01, Kamar Tamping.Senin, (6/04/2026) kemarin.

Razia dipimpin langsung Kalapas Bukit Semut Dadang Rais Saputro And, IP. SH. MH diikuti KPLP dan jajaran Pengamanan Lapas Kelas IIB Sungailiat,beserta jajaran kantor wilayah direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dari razia tersebut, tidak ditemukan narkoba. ” Yang ditemukan dalam penggeledahan itu, 6 korek gas, 4 kaleng, 3 tumbler, 6 botol minyak wangi dan 2 sendok stainless yang seharusnya tidak berada di dalam Kamar, ” Kata Kalapas.

Barang barang tersebut disita dan telah dimusnahkan. Dan tidak ditemukan narkoba dalam penggeledahan kali ini.

” Razia bukan sekedar seremonial, ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban. Dan juga bentuk nyata keseriusan kami memberantas narkoba, “demikian kata lapas