Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Maraknya Tambang Timah Ilegal Di Bangka Belitung?

Opini

Latar Belakang

BuwanaNews Bangka Belitung telah lama dikenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar di dunia. Sejak era kolonial, sumber daya alam ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah, memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat setempat. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, fenomena tambang timah ilegal semakin mengkhawatirkan. Aktivitas tanpa izin ini menyebar luas, merambah kawasan hutan lindung, pesisir pantai, hingga zona tangkap nelayan. Dampaknya? Kerusakan lingkungan yang kian parah, terganggunya ekosistem laut, serta konflik sosial yang terus membayangi kehidupan warga.

Faktor yang memicu maraknya tambang ilegal ini cukup kompleks. Di satu sisi, permintaan global terhadap timah terus meningkat, terutama dari industri elektronik yang membutuhkan bahan ini dalam jumlah besar. Di sisi lain, keterbatasan lapangan pekerjaan membuat banyak orang melihat pertambangan sebagai jalan pintas untuk mendapatkan penghasilan. Apalagi, sektor ini memang menjanjikan keuntungan yang cepat dibandingkan sektor lain seperti perkebunan atau perikanan.

Namun, ada satu faktor lain yang tak kalah penting: lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di balik maraknya tambang ilegal, ada jaringan yang lebih luas yang memungkinkan praktik ini terus berlangsung.

Menelusuri Akar Masalah

Jika ditelusuri lebih dalam, peran PT Timah sebagai pemegang izin resmi pertambangan dari negara menjadi sorotan utama. Sebagai perusahaan yang diberi mandat untuk mengelola tambang timah secara legal, PT Timah seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan industri ini. Namun, faktanya, tambang ilegal justru berkembang pesat di sekitar wilayah izin usaha pertambangannya (IUP).

Ada beberapa hal yang membuat situasi ini semakin pelik. Dari sisi operasional, alat produksi PT Timah ternyata kurang kompetitif jika dibandingkan dengan alat buatan diluar PT Timah. Sebagai contoh, Ponton Isap Produksi (PIP) buatan PT Timah dengan harga 250 juta per unit gagal bersaing dengan PIP buatan masyarakat, yang hanya terbuat dari kayu dan drum plastik.

Hal ini diperparah dengan tingginya biaya operasional, seperti bahan bakar dan perawatan alat, yang membuat PT Timah semakin sulit bertahan secara ekonomi. Untuk mengatasi hal ini, PT Timah membuka skema kerja sama dengan pihak ketiga guna menekan biaya produksi. Sayangnya, mekanisme ini justru membuka celah bagi tambang ilegal untuk semakin berkembang.

Jika kita melihat realitas di lapangan, ada sebuah ironi yang sulit untuk diabaikan. PT Timah memiliki wewenang penuh dalam mengelola pertambangan legal, namun di saat yang sama, bijih timah dari tambang ilegal justru banyak yang masuk ke dalam rantai distribusi. Tak jarang, timah hasil tambang ilegal ini akhirnya ditampung oleh perusahaan-perusahaan mitra PT Timah untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Mencari Tanggung Jawab

Dalam kondisi seperti ini, muncul pertanyaan besar: siapa yang seharusnya bertanggung jawab?

Tentu saja, masalah ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih. PT Timah, sebagai entitas yang diberi mandat oleh negara, memegang peran penting dalam mengelola industri timah secara berkelanjutan. Namun, tanpa pengawasan yang ketat dan strategi pengelolaan yang lebih baik, justru ada celah yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menjalankan tambang ilegal.

Selain itu, ada indikasi bahwa pembiaran terhadap tambang ilegal bukan sekadar akibat kelalaian, tetapi juga karena adanya kepentingan tertentu. Bagi sebagian pihak, keberadaan tambang ilegal bisa menjadi sumber keuntungan tersendiri. Praktik β€œkoordinasi” dan perlindungan terhadap tambang ilegal menjadi hal yang banyak diperbincangkan di masyarakat, meskipun sulit untuk dibuktikan secara gamblang.

Di sisi lain, para pekerja tambang rakyat yang terlibat dalam aktivitas ini sering kali hanya menjadi bagian kecil dari rantai bisnis yang lebih besar. Mereka bekerja dengan risiko tinggi, sementara keuntungan besar justru mengalir ke pihak yang memiliki akses dan kendali terhadap pasar.

Refleksi

Jika PT Timah mampu mengelola wilayah izin pertambangannya dengan lebih baik dan bersinergi dengan penegak hukum yang berintegritas, persoalan tambang ilegal seharusnya bisa ditekan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa tambang ilegal masih terus beroperasi dengan leluasa.

Lalu, mengapa ini bisa terjadi?

Apakah karena lemahnya pengawasan? Apakah karena ada pihak yang diuntungkan dari situasi ini? Ataukah karena tambang ilegal telah menjadi bagian dari sistem ekonomi yang sulit untuk diberantas tanpa solusi yang lebih baik?

Pada akhirnya, jawaban dari pertanyaan ini mungkin tidak perlu disampaikan secara langsung. Cukup dengan melihat bagaimana tambang ilegal tetap berjalan, siapa yang diuntungkan, dan siapa yang dirugikan. Maka, kita akan tahu sendiri ke mana arah jari seharusnya menunjuk.

Yang jelas, tambang ilegal ini mirip seperti hujan di Pangkalpinang belakangan ini, tak kunjung reda, susah ditebak, dan selalu membawa genangan masalah.

Oh ya, ngomong-ngomong soal genangan, THR yang ditunggu-tunggu juga belum cair. Mungkin nasibnya sama dengan penegakan hukum kita, rajin dijanjikan, tapi entah kapan benar-benar turun.

Tentang Penulis

Muhamad Zen Aktivis muda Bangka Belitung, alumni Universitas Gunung Maras (UGM), Fakultas Ilmu Hukum Perkeliruan. Hobi menulis, meski kadang tulisannya agak nyeleneh, tapi tetap PD dan nekat untuk diterbitkan. Beberapa orang bilang opininya tajam, sebagian lain bilang cuma cocok untuk bahan obrolan di warung kopi.

Pria ganteng alumni UGM kelahiran Lubuk Besar pada 12 Mei 1980 ini, punya kebiasaan aneh, makin larut malam, makin lancar menulis. Mungkin efek samping kebanyakan ngopi. Tapi tak apa, selama masih ada yang membaca, ia akan terus berceloteh tentang politik, kritik sosial, dan hal-hal lain yang mungkin hanya Tuhan dan dirinya sendiri yang benar-benar paham.

Catatan Redaksi :

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Isi narasi opini ini di luar tanggung jawab Redaksi, apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dalam penyajian artikel, opini atau pun pemberitaan tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan atau koreksi kepada redaksi media kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan ayat (12) undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Berita Sanggahan dan atau opini tersebut dapat dikirimkan ke redaksi media kami melalui email atau nomor whatsapp seperti yang tertera di box Redaksi.

Melepas Rindu Di Bulan Ramadhan : Warga Binaan Lapas Bukit Semut Bertemu Keluarga

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Buka Bersama Di Lapas Bukit Semut : Momentum Refleksi Dan Penguatan Iman

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Hangatnya Ramadhan Di Lapas Bukit Semut : Silahturahmi, Tausiyah Dan Kebersamaan

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Ramadhan Di Balik Jeruji : Warga Binaan Dan Petugas Lapas Bukit Semut Gelar Buka Puasa Bersama

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Buka Puasa Bersama Di Lapas Bukit Semut : Membangun Kebersamaan Dan Harapan

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

PENGUMUMAN PERBAIKAN PIPA PECAH DIAMETER 200 MM PDAM SUNGAILIAT

BuwanaNews Sehubungan dengan adanya perbaikan oleh PDAM (Perumda Air Minum Tirta Bangka) maka pihak PDAM mengumumkan adanya hambatan aliran air ke rumah pelanggan.

Oleh itu pihak PDAM melakukan Pemberitahuan kepada Seluruh Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Bangka, kami informasikan bahwa pada hari Senin tanggal 17 Maret 2025, sehubungan dengan adanya Perbaikan Pipa Pecah Diameter 200 MM di Jalan Samratulangi Depan Resto Raja Laut, maka akan ada gangguan pengaliran ke rumah pelanggan.

Wilayah yang terdampak yaitu Kudai, Srimenanti, Jalan Cokroaminoto, Jalan Muhidin, Air Hanyut, Kampung Nelayan dan sekitarnya.

Kami mohon pengertian Anda dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Sumber : Pelayanan Perumda Tirta Bangka

Polemik RSUD Depati Hamzah: Antara Ujaran Kebencian dan Kepentingan di Baliknya

BuwanaNews Kisruh di tubuh RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang terus berlanjut. Penetapan dr. Surya Hafidiansyah sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian menimbulkan pro dan kontra yang semakin ramai diperbincangkan di media sosial maupun platform pemberitaan di Bangka Belitung.

Sejumlah pihak, termasuk masyarakat dan anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, turut memberikan komentar. Salah satunya adalah Rina Tarol, yang mempertanyakan kinerja kepolisian dalam menangani kasus ini. Menurutnya, dr. Surya telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara laporan dugaan malpraktik yang diajukan oleh orang tua Aldo hingga kini belum menemui kejelasan.

Sebagai warga Kota Pangkalpinang, saya mencoba memberikan pandangan mengenai persoalan ini, bukan sebagai ahli, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ingin melihat masalah ini secara objektif.

Dari sudut pandang saya, polemik ini jelas tidak menguntungkan dunia kesehatan di Kota Pangkalpinang. Salah satu dampak seriusnya adalah potensi terhentinya bantuan alat kesehatan dari pemerintah pusat akibat kisruh yang terjadi.

Perlu diketahui bahwa selain bertugas di RSUP, dr. Surya juga merupakan dokter spesialis jantung di RSUD Depati Hamzah. Namun, isu yang berkembang di balik kasus ini justru mengarah pada narasi bahwa dr. Surya adalah korban karena membongkar dugaan korupsi di RSUD Depati Hamzah.

Jika memang dr. Surya menemukan indikasi korupsi dalam pengadaan alat kesehatan Cath Lab, langkah yang seharusnya diambil adalah membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum (APH), bukan dengan menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Polemik ini justru merugikan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Jika terus berlanjut, Kementerian Kesehatan bisa saja enggan memberikan bantuan alat kesehatan ke kota ini. Padahal, sebagai ibu kota provinsi, Pangkalpinang seharusnya memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap.

Dalam konteks ini, pengadaan alat Cath Lab di RSUD Depati Hamzah seharusnya dilihat sebagai langkah positif, bukan malah dianggap sebagai saingan bagi rumah sakit lain. Jika alat tersebut tersedia di lebih dari satu rumah sakit, tentu akan lebih menguntungkan masyarakat. Selain itu, idealnya lebih dari satu dokter memiliki kemampuan mengoperasikan alat tersebut, sehingga pelayanan medis tetap berjalan meskipun ada dokter yang berhalangan.

Sebagai langkah strategis, RSUD Depati Hamzah telah mengirimkan dr. Bayu untuk mengikuti pelatihan di Tiongkok agar dapat mengoperasikan alat Cath Lab. Namun, upaya ini justru mendapat penolakan dari dr. Surya, seolah hanya dirinya yang berhak mengoperasikan alat tersebut.

Polemik ini bukan hanya tentang ujaran kebencian, tetapi juga menyangkut kepentingan yang lebih besar, baik bagi dunia kesehatan maupun kebijakan pemerintah dalam meningkatkan fasilitas layanan medis. Jangan sampai kepentingan pribadi atau kelompok menghambat kemajuan sektor kesehatan di Kota Pangkalpinang.

Di sisi lain, kita juga tidak boleh mengabaikan laporan dugaan malpraktik di RSUD Depati Hamzah yang telah diajukan masyarakat dan kini ditangani pihak kepolisian. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai laporan tersebut. Bahkan, salah satu anggota DPRD Babel menuding bahwa kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus ujaran kebencian, sementara laporan dugaan malpraktik terkesan jalan di tempat.

Namun, perlu kita pahami bersama bahwa dalam kasus dugaan malpraktik, pihak kepolisian tidak bisa serta-merta menetapkan seseorang sebagai tersangka. Diperlukan keterangan ahli dari bidang kesehatan untuk menentukan apakah tindakan yang dilakukan masuk dalam pelanggaran kode etik kedokteran atau tidak. Oleh karena itu, sebaiknya kita menunggu hasil investigasi dari tim Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan kepastian yang lebih objektif dan adil.

Jika ada dugaan korupsi, selayaknya diproses melalui jalur hukum yang benar. Dan jika ada kebutuhan peningkatan layanan kesehatan, sebaiknya diupayakan melalui kebijakan yang transparan dan kolaboratif, bukan melalui konflik berkepanjangan.

Opini oleh :

Muhamad Zen

PROMO MENARIK SELAMA BULAN RAMADHAN DI PESONA BAY

BuwanaNews Objek wisata di Kota Sungailiat ini terlihat sangat sepi sejak memasuki Ramadan. Termasuk Pesona Bay
Seperti yang ada di objek wisata lainnya. Terlihat, hanya ada beberapa pengunjung yang keluar masuk dari sejumlah tempat wisata terkenal di Kota Sungailiat ini.

Manager Marketing Pesona Bay, Amirah Nabilah mengatakan, meski memasuki weekend, jumlah kunjungan wisata saat Ramadan mengalami penurunan. Dan hanya beberapa Pengunjung saja yang keluar masuk.

“Biasanya kalau weekend biasa itu lumayan, seperti acara atau event biasanya dari swasta atau organisasi juga, termasuk Glamping juga hanya ada beberapa tenda saja yang disewa oleh pengunjung selama bulan puasa ini sekarang hanya beberapa pengunjung saja,” kata Amira, Sabtu (15/03/2025).

Adapun Promo/Voucher menarik Khusus di bulan Ramadhan termasuk Wahana dan paket Glamping yang hanya berlaku dari tanggal 01 Maret – 24 Maret 2025. Dan tersedia SUNKENBAR dengan konsep Kopi yang disediakan langsung dari Pesona Bay.

“Tapi kondisi sepi ini kita juga menyadari karena masyarakat banyak yang menjalankan ibadah puasa. Mungkin ada yang datang itu non muslim, dan akan ramai kembali seminggu sebelum lebaran Idul Fitri” imbuhnya. Sembari menutup topik pembicaraan kepada awak media.

SUASANA PANTAI TIKUS EMAS DI BULAN RAMADHAN

BuwanaNews Kunjungan wisatawan Pantai Tikus Emas menurun selamaΒ  bulan Ramadhan. Objek-objek wisata di Kota Sungailiat ini terlihat sangat sepi sejak memasuki Ramadan. Seperti yang ada di objek wisata lainnya. Terlihat, hanya ada beberapa pengunjung yang keluar masuk dari sejumlah tempat wisata terkenal di Kota Sungailiat Jelitik ini.

Manager Marketing Tikus Emas, Yuni mengatakan, meski memasuki weekend, jumlah kunjungan wisata saat Ramadan mengalami penurunan.
“Sabtu dan Minggu kemarin sudah masuk puasa itu kunjungan sepi. Biasanya kalau weekend biasa itu lumayan, sekarang hanya beberapa pengunjung saja,” kata Yuni, Sabtu (15/03/2025).

Kunjungan wisata sepi ini diprediksi Yuni akan terjadi selama bulan Ramadan. Kunjungan wisata akan kembali ramai setelah memasuki momen Lebaran.

“Tapi kondisi sepi ini kita juga menyadari karena masyarakat banyak yang menjalankan ibadah puasa. Mungkin ada yang datang itu non muslim,” imbuhnya. Sembari menutup topic pembicaraan kepada awak media.