Thoni Marza Resmi Menjabat Sebagai Pj. Sekda Bangka, Siap Realisasikan Empat Agenda Strategis

BuwanaNews Bangka – Thoni Marza resmi menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bangka usai dilantik oleh Pj Bupati Bangka, Isnaini, pada Senin, 14 April 2025. Dengan semangat baru, Thoni menyatakan kesiapannya untuk mempercepat pelaksanaan empat agenda prioritas yang diamanahkan kepadanya.

Dalam perbincangan santai bersama Tim Media Nasional BEN Group di Kantor Sekda Bangka pada Kamis, 17 April 2025, Thoni mengaku antusias sekaligus merasa memikul tanggung jawab besar.

“Senang, tentu. Tapi sekaligus ada tanggung jawab yang harus saya jalankan dengan serius,” ujar Thoni.

Thoni menyebutkan empat tugas utama yang langsung diberikan oleh Pj Bupati Isnaini:

Pertama, mempercepat implementasi sistem e-kinerja di seluruh instansi Pemerintah Kabupaten Bangka untuk meningkatkan produktivitas dan akuntabilitas aparatur sipil negara (ASN).

Kedua, melakukan redistribusi pegawai di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Thoni diminta segera memetakan kekurangan dan kelebihan pegawai agar beban kerja antar instansi lebih seimbang.

Ketiga, memastikan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN cair tepat waktu. Selama ini, keterlambatan pencairan TPP menjadi masalah yang berulang. Thoni diberi mandat untuk menyusun standar operasional prosedur (SOP) baru agar mulai tahun 2026, TPP dapat dibayarkan tepat waktu.

Keempat, mempercepat pengisian jabatan kosong melalui rotasi, mutasi, hingga pengajuan ke Kementerian Dalam Negeri.

“Insya Allah, saya siap mendukung penuh semua kebijakan Pj Bupati, terutama yang berorientasi pada kepentingan rakyat,” ujar Thoni.

Tim BEN Group turut menyampaikan dukungan kepada Thoni Marza dalam menjalankan tugas barunya. “Kami, sebagai media dan bagian dari masyarakat Bangka, berharap Pak Thoni sukses membawa perubahan positif. Selamat bertugas,” kata Agus Eko, Pimpinan Umum BEN Group.

Masyarakat kini menanti gebrakan dan inovasi dari Thoni Marza dalam mempercepat reformasi birokrasi di Kabupaten Bangka@ red.

Thoni Marza Resmi Dilantik sebagai Pj Sekda Bangka, Fokus Jalankan Empat Misi Utama

 

BuwanaNews Bangka – Thoni Marza resmi menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bangka usai dilantik oleh Pj Bupati Bangka, Isnaini, pada Senin, 14 April 2025. Dengan semangat baru, Thoni menyatakan kesiapannya untuk mempercepat pelaksanaan empat agenda prioritas yang diamanahkan kepadanya.

Dalam perbincangan santai bersama Tim Media Nasional BEN Group di Kantor Sekda Bangka pada Kamis, 17 April 2025, Thoni mengaku antusias sekaligus merasa memikul tanggung jawab besar.

“Senang, tentu. Tapi sekaligus ada tanggung jawab yang harus saya jalankan dengan serius,” ujar Thoni.

Thoni menyebutkan empat tugas utama yang langsung diberikan oleh Pj Bupati Isnaini:

Pertama, mempercepat implementasi sistem e-kinerja di seluruh instansi Pemerintah Kabupaten Bangka untuk meningkatkan produktivitas dan akuntabilitas aparatur sipil negara (ASN).

Kedua, melakukan redistribusi pegawai di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Thoni diminta segera memetakan kekurangan dan kelebihan pegawai agar beban kerja antar instansi lebih seimbang.

Ketiga, memastikan Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN cair tepat waktu. Selama ini, keterlambatan pencairan TPP menjadi masalah yang berulang. Thoni diberi mandat untuk menyusun standar operasional prosedur (SOP) baru agar mulai tahun 2026, TPP dapat dibayarkan tepat waktu.

Keempat, mempercepat pengisian jabatan kosong melalui rotasi, mutasi, hingga pengajuan ke Kementerian Dalam Negeri.

“Insya Allah, saya siap mendukung penuh semua kebijakan Pj Bupati, terutama yang berorientasi pada kepentingan rakyat,” ujar Thoni.

Tim BEN Group turut menyampaikan dukungan kepada Thoni Marza dalam menjalankan tugas barunya. “Kami, sebagai media dan bagian dari masyarakat Bangka, berharap Pak Thoni sukses membawa perubahan positif. Selamat bertugas,” kata Agus Eko, Pimpinan Umum BEN Group.

Masyarakat kini menanti gebrakan dan inovasi dari Thoni Marza dalam mempercepat reformasi birokrasi di Kabupaten Bangka@ red.

PJ. SEKDA BANGKA BERSINERGI DENGAN MEDIA

BuwanaNews Kedatangan Tim Media BEN GROUP ke kantor Sekda Bangka Kamis 17 April 2025 yang bertujuan untuk silahturahmi dan mempererat hubungan antara Pemerintah daerah dan Pihak media

Thoni Marza resmi dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bangka pada Senin (14/4/2025). Pelantikan dipimpin langsung oleh Pj Bupati Bangka, Isnaini, dan berlangsung di ruang Parai Tenggiri, Kantor Bupati Bangka.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Asisten Administrasi Umum Pemprov Kepulauan Bangka Belitung Yunan Helmi, Dandim 0413 Bangka Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo, Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sebelum dilantik sebagai Pj Sekda, Thoni Marza yang menjabat sebagai Kepala Satpol PP dan Damkar Pemkab Bangka telah menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda sejak 1 Januari 2025. Dengan pelantikan ini, Thoni resmi mendapatkan kewenangan penuh sebagai Sekda Bangka.

” Ketika ditanyakan Tim media bagaimana perasaan Toni setelah diangkat menjadi PJ Sekda yang baru, beliau mengatakan campur aduk perasaan senang dan juga berarti ada tanggung jawab yang lebih besar dipundak nya untuk menjalankan tugas yang baru ini kata beliau.

Lebih lanjut tim juga menanyakan langkah prioritas apa saja yang akan beliau ambil setelah menjabat sebagai PJ Sekda kedepannya.

Toni mengatakan berdasarkan arahan dan petunjuk dari Pj bupati Isnaini bahwa langkah yang harus dilakukan PJ sekda yang baru adalah, “pertama segera mengkoordinasikan terlaksananya E-Kinerja di Pemkab Bangka. Segala sesuatu yang telah dikerjakan oleh BKPSDMD Kabupaten Bangka segera untuk dapat direalisasikan. Sebab hal itu kedepannya akan meningkatkan kinerja dari SDM Kabupaten Bangka.

“PJ Bupati mengatakan segera laksanakan dan laporkan kepada saya progres progres yang telah dilaksanakan untuk merealisasikan E Kinerja” kata Toni

Kemudian yang kedua, Toni mengatakan PJ Bupati meminta untuk melakukan redistribusi pegawai di jajaran Pemkab Bangka. Petakan setiap OPD yang memiliki kelebihan pegawai dan OPD yang kekurangan pegawai.

“Segera lakukan redistribusi pegawai sehingga nantinya beban kerja dari OPD yang kekurangan pegawai dapat lebih dimudahkan,” kata kata Toni mengutip ucapan PJ Bupati

Lebih lanjut Toni mengatakan Tugas ketiga Penjabat Sekda, berdasarkan pengalaman sebelumnya pemberian Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN di Kabupaten Bangka dilakukan sangat terlambat. Maka dari itu diminta diupayakan dibuat SOP atau aturan.

“Sehingga mulai 2026 nanti TPP ASN di Kabupaten Bangka dapat segera diberikan dan akan mengambil langkah langkah yang diperlukan sehingga TPP ASN dibayarkan pada Januari tidak lagi dibayarkan dibulan maret atau setelahnya,” kata kata Toni dalam arahan dan petunjuk PJ Bupati.

Tugas keempat, menurut Toni, Pj Bupati Isnaini memerintahkan kepadanya, terkait banyak jabatan di Pemkab Bangka yang kosong, Untuk itu Pj Sekda diminta mengambil langkah langkah agar jabatan jabatan yang kosong dapat segera diisi. Jika memang perlu persetujuan ke Menteri Dalam Negeri untuk dapat ditindaklanjuti dan dibuat suratnya. Termasuk posisi posisi yang sudah dijabat yang lama oleh pegawai bahkan ada yang sudah 4 tahun dalam satu posisi.

“Segera lakukan rotasi dan mutasi jika perlu izin dari Menteri Dalam Negeri segera dikirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri,” kata Toni meneruskan perintah dari Pj Bupati Isnaini.

Sementara itu Thoni Marza mengatakan siap menjalankan tugas sebagai Penjabat Sekda Bangka. Sekaligus mendukung kebijakan kebijakan maupun tugas tugas yang diberikan oleh Pj Bupati Bangka.

“Siap menjalankan tugas dan mendukung kebijakan dari Pj Bupati Bangka. Sekaligus segera berkomunikasi dengan seluruh Kepala OPD,” kata Toni sembari mengakhiri wawancara dengan MEDIA NASIONAL Buwana Eksclusif News.

Kami Sebagai Awak media dan juga Sebagai Masyarakat Kabupaten Bangka Berharap dan Mendoakan Beliau bisa menjalankan Tugas nya dengan baik dan selalu mendukung Kebijakan yang Pro Rakyat.

Selamat Bertugas Pak Toni sebagai Pj Sekda yang baru.

Kami menunggu Gebrakan dan Kinerja yang baik dari anda.

PIMPINAN UMUM MEDIA NASIONAL BEN GROUP MELAKUKAN KUNJUNGAN KERJA KE PJ. SEKDA BANGKA.

BuwanaNews Kedatangan Tim Media BEN GROUP ke kantor Sekda Bangka Kamis 17 April 2025 yang bertujuan untuk silahturahmi dan mempererat hubungan antara Pemerintah daerah dan Pihak media

Thoni Marza resmi dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bangka pada Senin (14/4/2025). Pelantikan dipimpin langsung oleh Pj Bupati Bangka, Isnaini, dan berlangsung di ruang Parai Tenggiri, Kantor Bupati Bangka.

Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Asisten Administrasi Umum Pemprov Kepulauan Bangka Belitung Yunan Helmi, Dandim 0413 Bangka Letkol Inf Ikhsan Agung Widyo Wibowo, Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Sebelum dilantik sebagai Pj Sekda, Thoni Marza yang menjabat sebagai Kepala Satpol PP dan Damkar Pemkab Bangka telah menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda sejak 1 Januari 2025. Dengan pelantikan ini, Thoni resmi mendapatkan kewenangan penuh sebagai Sekda Bangka.

” Ketika ditanyakan Tim media bagaimana perasaan Toni setelah diangkat menjadi PJ Sekda yang baru, beliau mengatakan campur aduk perasaan senang dan juga berarti ada tanggung jawab yang lebih besar dipundak nya untuk menjalankan tugas yang baru ini kata beliau.

Lebih lanjut tim juga menanyakan langkah prioritas apa saja yang akan beliau ambil setelah menjabat sebagai PJ Sekda kedepannya.

Toni mengatakan berdasarkan arahan dan petunjuk dari Pj bupati Isnaini bahwa langkah yang harus dilakukan PJ sekda yang baru adalah, “pertama segera mengkoordinasikan terlaksananya E-Kinerja di Pemkab Bangka. Segala sesuatu yang telah dikerjakan oleh BKPSDMD Kabupaten Bangka segera untuk dapat direalisasikan. Sebab hal itu kedepannya akan meningkatkan kinerja dari SDM Kabupaten Bangka.

“PJ Bupati mengatakan segera laksanakan dan laporkan kepada saya progres progres yang telah dilaksanakan untuk merealisasikan E Kinerja” kata Toni

Kemudian yang kedua, Toni mengatakan PJ Bupati meminta untuk melakukan redistribusi pegawai di jajaran Pemkab Bangka. Petakan setiap OPD yang memiliki kelebihan pegawai dan OPD yang kekurangan pegawai.

“Segera lakukan redistribusi pegawai sehingga nantinya beban kerja dari OPD yang kekurangan pegawai dapat lebih dimudahkan,” kata kata Toni mengutip ucapan PJ Bupati

Lebih lanjut Toni mengatakan Tugas ketiga Penjabat Sekda, berdasarkan pengalaman sebelumnya pemberian Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) ASN di Kabupaten Bangka dilakukan sangat terlambat. Maka dari itu diminta diupayakan dibuat SOP atau aturan.

“Sehingga mulai 2026 nanti TPP ASN di Kabupaten Bangka dapat segera diberikan dan akan mengambil langkah langkah yang diperlukan sehingga TPP ASN dibayarkan pada Januari tidak lagi dibayarkan dibulan maret atau setelahnya,” kata kata Toni dalam arahan dan petunjuk PJ Bupati.

Tugas keempat, menurut Toni, Pj Bupati Isnaini memerintahkan kepadanya, terkait banyak jabatan di Pemkab Bangka yang kosong, Untuk itu Pj Sekda diminta mengambil langkah langkah agar jabatan jabatan yang kosong dapat segera diisi. Jika memang perlu persetujuan ke Menteri Dalam Negeri untuk dapat ditindaklanjuti dan dibuat suratnya. Termasuk posisi posisi yang sudah dijabat yang lama oleh pegawai bahkan ada yang sudah 4 tahun dalam satu posisi.

“Segera lakukan rotasi dan mutasi jika perlu izin dari Menteri Dalam Negeri segera dikirimkan surat kepada Menteri Dalam Negeri,” kata Toni meneruskan perintah dari Pj Bupati Isnaini.

Sementara itu Thoni Marza mengatakan siap menjalankan tugas sebagai Penjabat Sekda Bangka. Sekaligus mendukung kebijakan kebijakan maupun tugas tugas yang diberikan oleh Pj Bupati Bangka.

“Siap menjalankan tugas dan mendukung kebijakan dari Pj Bupati Bangka. Sekaligus segera berkomunikasi dengan seluruh Kepala OPD,” kata Toni sembari mengakhiri wawancara dengan MEDIA NASIONAL Buwana Eksclusif News.

Kami Sebagai Awak media dan juga Sebagai Masyarakat Kabupaten Bangka Berharap dan Mendoakan Beliau bisa menjalankan Tugas nya dengan baik dan selalu mendukung Kebijakan yang Pro Rakyat.

Selamat Bertugas Pak Toni sebagai Pj Sekda yang baru.

Kami menunggu Gebrakan dan Kinerja yang baik dari anda.

REAKSI KETUA DPD HNSI BABEL TERKAIT PERNYATAAN DIRJEN PSDKP KKP

BuwanaNews Menanggapi pernyataan Dirjen PSDKP KKP Terkait penolakan pemasangan VMS (Vessel Monitoring System) yang menurut Ketua HNSI BABEL RIDWAN sangatlah Miris ketika dianggap KKP mulai hitung hitungan dengan nelayan, mereka lupa kontribusi nelayan juga banyak. Ayo kita ajak KKP berhitung.

Nelayan berkontribusi besar kepada pemerintah melalui penangkapan ikan dan komoditas laut lainnya, yang menyuplai pasar domestik dan internasional, serta menjaga keutuhan wilayah laut Indonesia. Mereka juga berperan dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, nelayan juga memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem laut dan mendukung program konservasi, seperti penangkapan ikan berkelanjutan dan pengendalian sampah plastik di laut.

Berikut adalah beberapa kontribusi spesifik nelayan kepada pemerintah :

Penangkapan Ikan dan Komoditas Laut :

Nelayan adalah penangkap utama ikan dan komoditas laut lainnya yang menjadi sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia.

Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir :

Nelayan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pendapatan dari penangkapan ikan dan komoditas laut.

Dukung Ketahanan Pangan :

Ikan yang ditangkap nelayan menjadi sumber protein penting dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi masyarakat Indonesia.

Peningkatan Ekspor :

Penangkapan ikan oleh nelayan juga berkontribusi pada peningkatan ekspor hasil perikanan Indonesia.

Pengendalian Sampah Plastik.

Nelayan berperan dalam gerakan partisipasi untuk mengendalikan sampah plastik di laut.

Konservasi Laut :

Nelayan juga berkontribusi dalam upaya konservasi laut melalui penangkapan ikan berkelanjutan dan menjaga ekosistem laut.

Pengawasan Wilayah Laut :

Nelayan secara tidak langsung berperan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah laut Indonesia, terutama di pulau-pulau kecil.

Peningkatan Ekonomi

Nelayan turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama di sektor perikanan.

Nelayan di Indonesia menjalankan berbagai aktivitas yang penting untuk kehidupan pesisir dan kontribusi dalam sektor perikanan negara ini. Mereka bukan hanya sekadar pekerja, tetapi juga penjaga keberlanjutan sumber daya laut dan penopang ketahanan pangan di tanah air. Keberadaan kampung nelayan dan desa nelayan di sepanjang garis pantai Indonesia merupakan bukti nyata betapa nelayan berperan sebagai garda terdepan dalam industri perikanan.

Salah satu peran utama nelayan adalah sebagai penangkap ikan. Dengan keterampilan dan pengalaman yang mereka miliki, nelayan mampu membaca tanda alam, memahami musim ikan, dan menemukan habitat ikan yang kaya. Mereka menggunakan kapal nelayan Indonesia untuk memasuki perairan, menangkap ikan dengan jaring, pancing, atau alat tangkap lainnya. Aktivitas ini memberikan sumbangsih signifikan dalam meningkatkan hasil laut Indonesia.

Nelayan juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Mereka menangkap ikan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan ukuran ikan yang ditangkap, menjaga agar tidak ada spesies yang terancam punah, dan mematuhi aturan penangkapan yang ditetapkan. Selain itu, asosiasi nelayan Indonesia memainkan peranan penting dalam mengadvokasi kepentingan nelayan dan memastikan keberlanjutan sektor perikanan.

Keberadaan nelayan juga berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Kampung nelayan menjadi pusat kegiatan ekonomi, di mana nelayan menjual hasil tangkapan mereka kepada pedagang atau pengolah ikan. Pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan sebagai nelayan memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyekolahkan anak-anak, dan bahkan meningkatkan taraf hidup dengan memiliki kapal sendiri.

Pentingnya peran nelayan dalam meningkatkan hasil laut Indonesia tidak bisa diremehkan. Dengan melibatkan nelayan secara aktif dalam pengelolaan sumber daya laut, melalui program dan kebijakan yang mendukung mereka, hasil tangkapan ikan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan. Upaya ini melibatkan kerjasama antara pemerintah, asosiasi nelayan, dan lembaga terkait untuk memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan nelayan.

Efek dari kebijakan KKP terkait pemasangan VMS ( Vessel monitoring System) dan PIT Sangat menyengsarakan dan memberikan batasan gerak wilayah penangkapan ikan yang selama ini menggunakan sistem Andon untuk migrasi penangkapan ikan di wilayah seluruh Indonesia sekarang sangat terbatas, nelayan Indonesia penyumbang pendapatan negara bukan pajak ( PNBP) yang sangat luar biasa,..

Nelayan kita sangat tertib administrasi tapi dengan kebijakan pemasangan VMS, kami minta kepada presiden Republik Indonesia untuk mengevaluasi kebijakan yang di keluarkan oleh KKP yang sangat menyengsarakan nelayan seluruh Indonesia dan wilayah Bangka Belitung.

Demikian kata Ridwan mengakhiri wawancara dengan awak media BEN GROUP

REAKSI KETUA DPD HNSI BABEL TERKAIT PERNYATAAN DIRJEN PSDKP KKP

BuwanaNews Menanggapi pernyataan Dirjen PSDKP KKP Terkait penolakan pemasangan VMS (Vessel Monitoring System) yang menurut Ketua HNSI BABEL RIDWAN sangatlah Miris ketika dianggap KKP mulai hitung hitungan dengan nelayan, mereka lupa kontribusi nelayan juga banyak. Ayo kita ajak KKP berhitung.

Nelayan berkontribusi besar kepada pemerintah melalui penangkapan ikan dan komoditas laut lainnya, yang menyuplai pasar domestik dan internasional, serta menjaga keutuhan wilayah laut Indonesia. Mereka juga berperan dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi, serta membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selain itu, nelayan juga memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem laut dan mendukung program konservasi, seperti penangkapan ikan berkelanjutan dan pengendalian sampah plastik di laut.

Berikut adalah beberapa kontribusi spesifik nelayan kepada pemerintah :

Penangkapan Ikan dan Komoditas Laut :

Nelayan adalah penangkap utama ikan dan komoditas laut lainnya yang menjadi sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia.

Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir :

Nelayan berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pendapatan dari penangkapan ikan dan komoditas laut.

Dukung Ketahanan Pangan :

Ikan yang ditangkap nelayan menjadi sumber protein penting dalam mendukung ketahanan pangan dan gizi masyarakat Indonesia.

Peningkatan Ekspor :

Penangkapan ikan oleh nelayan juga berkontribusi pada peningkatan ekspor hasil perikanan Indonesia.

Pengendalian Sampah Plastik.

Nelayan berperan dalam gerakan partisipasi untuk mengendalikan sampah plastik di laut.

Konservasi Laut :

Nelayan juga berkontribusi dalam upaya konservasi laut melalui penangkapan ikan berkelanjutan dan menjaga ekosistem laut.

Pengawasan Wilayah Laut :

Nelayan secara tidak langsung berperan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah laut Indonesia, terutama di pulau-pulau kecil.

Peningkatan Ekonomi

Nelayan turut berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama di sektor perikanan.

Nelayan di Indonesia menjalankan berbagai aktivitas yang penting untuk kehidupan pesisir dan kontribusi dalam sektor perikanan negara ini. Mereka bukan hanya sekadar pekerja, tetapi juga penjaga keberlanjutan sumber daya laut dan penopang ketahanan pangan di tanah air. Keberadaan kampung nelayan dan desa nelayan di sepanjang garis pantai Indonesia merupakan bukti nyata betapa nelayan berperan sebagai garda terdepan dalam industri perikanan.

Salah satu peran utama nelayan adalah sebagai penangkap ikan. Dengan keterampilan dan pengalaman yang mereka miliki, nelayan mampu membaca tanda alam, memahami musim ikan, dan menemukan habitat ikan yang kaya. Mereka menggunakan kapal nelayan Indonesia untuk memasuki perairan, menangkap ikan dengan jaring, pancing, atau alat tangkap lainnya. Aktivitas ini memberikan sumbangsih signifikan dalam meningkatkan hasil laut Indonesia.

Nelayan juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Mereka menangkap ikan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan ukuran ikan yang ditangkap, menjaga agar tidak ada spesies yang terancam punah, dan mematuhi aturan penangkapan yang ditetapkan. Selain itu, asosiasi nelayan Indonesia memainkan peranan penting dalam mengadvokasi kepentingan nelayan dan memastikan keberlanjutan sektor perikanan.

Keberadaan nelayan juga berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Kampung nelayan menjadi pusat kegiatan ekonomi, di mana nelayan menjual hasil tangkapan mereka kepada pedagang atau pengolah ikan. Pendapatan yang diperoleh dari pekerjaan sebagai nelayan memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyekolahkan anak-anak, dan bahkan meningkatkan taraf hidup dengan memiliki kapal sendiri.

Pentingnya peran nelayan dalam meningkatkan hasil laut Indonesia tidak bisa diremehkan. Dengan melibatkan nelayan secara aktif dalam pengelolaan sumber daya laut, melalui program dan kebijakan yang mendukung mereka, hasil tangkapan ikan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan. Upaya ini melibatkan kerjasama antara pemerintah, asosiasi nelayan, dan lembaga terkait untuk memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan nelayan.

Efek dari kebijakan KKP terkait pemasangan VMS ( Vessel monitoring System) dan PIT Sangat menyengsarakan dan memberikan batasan gerak wilayah penangkapan ikan yang selama ini menggunakan sistem Andon untuk migrasi penangkapan ikan di wilayah seluruh Indonesia sekarang sangat terbatas, nelayan Indonesia penyumbang pendapatan negara bukan pajak ( PNBP) yang sangat luar biasa,..

Nelayan kita sangat tertib administrasi tapi dengan kebijakan pemasangan VMS, kami minta kepada presiden Republik Indonesia untuk mengevaluasi kebijakan yang di keluarkan oleh KKP yang sangat menyengsarakan nelayan seluruh Indonesia dan wilayah Bangka Belitung.

Demikian kata Ridwan mengakhiri wawancara dengan awak media BEN GROUP

Menanti Kejutan di Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025

Oleh Muhamad Zen

BuwanaNews Demokrasi kita akhir-akhir ini seperti ikut audisi ajang pencarian bakat. Bukan lagi soal siapa yang punya gagasan terbaik, tapi siapa yang paling luwes di depan kamera, paling manis tersenyum di baliho, dan paling kreatif bikin jargon. Di Kota Pangkalpinang, panggung Pilkada ulang 2025 mulai memanas dan suasananya lebih mirip festival daripada kontestasi serius.

Baliho muncul di mana-mana, dari sudut pasar sampai pusat kota. Muncul sosok-sosok baru: artis ibukota yang mendadak religius, pengusaha yang katanya sukses, hingga pejabat pusat yang sebentar lagi pensiun dan tiba-tiba “dipanggil rakyat”. Bahkan ada pensiunan jenderal yang pulang kampung, serta mantan calon dari kabupaten sebelah yang mencoba peruntungan di sini. Semua ingin jadi bintang utama. Rupanya, magnet Pangkalpinang cukup kuat untuk menarik siapa saja yang merasa dirinya eligible jadi pemimpin.

Kontras dengan Pilkada 2024 lalu, saat kita cuma disuguhi satu pasangan calon melawan kotak kosong. Pilihannya sangat terbatas, seperti masuk warung tapi cuma ada satu menuβ€”dan menunya pun sudah basi. Untungnya, masyarakat Pangkalpinang cerdas. Mereka memilih kotak kosong, menolak dipaksa menyukai yang tak disukai. Sebuah pesan kuat dari rakyat, bahwa demokrasi bukan sekadar formalitas.

Kini, Pilkada ulang 2025 menjadi bukti bahwa Pangkalpinang sebenarnya tidak kekurangan stok tokoh. Yang dulu diam, kini ramai-ramai tampil. Tapi di tengah gegap gempita nama-nama baru, ada satu sosok yang justru absen yaitu Maulan Aklil alias Bang Molen.

Mantan Wali Kota ini seolah menghilang sejak kekalahannya melawan kotak kosong. Tak ada pidato perpisahan, tak ada permintaan maaf, dan belum terdengar ucapan selamat atas kemenangan demokrasi dalam bentuk kotak kosong. Seolah-olah, setelah lampu panggung padam, beliau langsung masuk ke dalam gua sunyi. Atau mungkin sedang menyusun strategi comeback yang mengejutkan?

Publik pun dibuat penasaran. Akankah Bang Molen turun gunung di menit-menit terakhir? Jika iya, partai mana yang akan ia jadikan kereta? Apakah ia kembali dengan gerbong lama yang dulu mengantarnya ke kursi wali kota? Atau justru tampil dengan kendaraan baru yang lebih segar dan menjanjikan?

Suasana politik di warung kopi hingga grup WhatsApp warga mulai menghangat:

β€œKalau Bang Molen maju lagi, seru nih. Biar rame kayak liga, bukan jalan santai,” kata Pak Udin, sopir angkot yang sering ngetem di terminal depan Ramayana.

β€œJangan-jangan die nunggu injury time. Biase lah , gaya politisi sekarang ne, kan suka drama ending,” celetuk Ibu Yeni, pedagang gorengan di Pasar Pagi.

Dari kalangan aktivis muda juga tak kalah kritis:

β€œKalau Bang Molen nggak maju, kesannya dia cuma berani waktu nggak ada lawan. Pilkada ulang ini kesempatan untuk unjuk keberanian dan klarifikasi moral politik,” ujar salah satu aktivis mahasiswa Universitas Bangka Belitung.

Bahkan dari kubu simpatisan terdengar suara seperti:

β€œKami sih siap pasang badan kalau Bang Molen maju lagi. Yang penting beliau muncul dulu, jangan diam terus. Rakyat nunggu,” kata salah satu mantan relawan yang sempat kecewa karena kalah Pilkada 2024 kemarin.

Yang menarik, Pilkada ulang ini sejatinya juga β€˜jasa’ Bang Molen. Tanpa manuver politiknya yang memborong semua partai hingga hanya ada satu pasangan calon, tidak akan lahir kotak kosong sebagai lawan tunggal. Dan karena kotak kosong menang, maka Pilkada ulang pun terjadi. Ironis, tapi nyata.

Itulah mengapa, jika Bang Molen tak ikut bertarung tahun ini, rasanya panggung Pilkada ulang akan kehilangan salah satu daya tarik utamanya. Banyak warga berharap beliau maju, bukan semata untuk menang, tapi untuk memberi warna. Suka tidak suka, Bang Molen telah menjadi bagian penting dari dinamika politik kota ini. Ia tokoh dengan cerita, sejarah, dan tentu saja senyuman khas yang dulu sempat jadi branding kota ini: Kota Beribu Senyuman.

Jadi, kita tunggu saja. Akankah Bang Molen keluar dari β€˜gua politik’-nya, membawa kejutan besar di detik-detik terakhir? Atau akan tetap diam, membiarkan panggung ini dimainkan tanpa dirinya? Satu hal yang pasti: Pangkalpinang sedang bersiap menuju babak baru, dan publik ingin tahuβ€”siapa saja aktor utama di panggungnya kali ini.

Tentang Penulis:

Muhamad Zen adalah warga Pangkalpinang yang hobinya ngopi tapi kebablasan jadi suka nulis. Tulisannya kadang bikin orang berpikir, kadang bikin orang kesel, tergantung kadar kafein dan siapa yang baca. Ia mengaku sebagai lulusan pertama (dan mungkin satu-satunya) dari Universitas Gunung Maras, Fakultas Ilmu Politik Perkeliruanβ€”jurusan yang katanya tidak resmi tapi sangat relevan dengan keadaan politik kita. Lebih nyaman disebut keliru daripada lurus tapi tersesat di jalan yang terang. Kalau tidak sedang menulis, biasanya dia sedang menyeruput kopi sambil berpura-pura sibuk membaca situasi politik.

Ketua DMI Babel Kunjungi Masjid Istiqlal: Harap Masjid di Bangka Belitung Berbenah dan Menjadi Pusat Peradaban

foto bersama Laksamana TNI (purn) DR.KH Asep Syaifuddin,MH

BuwanaNews JAKARTA β€” Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, HM Rasyid Ridho, S.Ag, melaksanakan safari dakwahnya ke Masjid Istiqlal Jakarta, Senin (14/4/2025). Ia didampingi oleh Wakil Sekretaris DMI Babel, Ustadz Abid Ridwana Al Hafidz.

Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengurus DKM Masjid Istiqlal, Laksamana TNI (Purn) Dr. KH. Asep Saefuddin, MH, yang saat itu mengisi langsung program Renungan Fajar, salah satu agenda rutin Masjid Istiqlal setiap subuh.

Dalam keterangannya, Ust. Ridho mengungkapkan kekagumannya terhadap suasana sholat subuh di Masjid Istiqlal. β€œRasanya seperti sholat di Masjidil Haram. Karpetnya tebal dan lembut, AC-nya sejuk, imamnya adalah hafidz 30 juz, dan muazin pun juara tilawah tingkat internasional. Bahkan ada petugas β€˜attabligh khalfal imam’ yang mengulangi takbir imam, seperti di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram,” jelasnya penuh antusias.

Ust. H. Abdurrahman, Lc., MA, Al Hafidz bertindak sebagai imam dalam sholat subuh tersebut, dengan Qori’ Ust. Abdul Rahman, SPd.I sebagai attabligh khalfal imam. Suasana yang khidmat dan penuh kekhusyukan inilah yang diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi masjid-masjid di Bangka Belitung.

β€œKami berharap DKM di Babel mulai berbenah dan mencontoh manajemen Masjid Istiqlal. Masjid harus memberi pelayanan terbaik untuk jamaah,” ujar Ust. Ridho.

Senada dengan itu, H. Kanda Kusmana, penanggung jawab sholat rawatib di lantai satu Masjid Istiqlal, mengatakan bahwa seluruh imam dan muazin di masjid ini merupakan hafidz dan qori terbaik dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Aceh, Lampung, Bima, Kalimantan, dan Madura. β€œAlhamdulillah, jamaah di sini sangat antusias. Infaq Jumat rata-rata mencapai 100 hingga 150 juta rupiah. Itu karena kami berupaya melayani jamaah sebaik mungkin,” ujarnya.

Dalam tausiyah subuhnya, Laksamana (Purn) Dr. KH. Asep Saefuddin menyampaikan tema tentang tiga amalan yang tidak akan terputus meski seseorang telah wafat, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya. β€œTiga amalan ini akan membuat hidup kita bahagia di dunia dan akhirat,” tegas Ketua DKM Istiqlal tersebut.

Sementara itu, Ust. Abid Ridwana menambahkan pentingnya pelatihan manajemen masjid bagi seluruh DKM di Bangka Belitung. Ia menekankan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah mahdhah, tapi juga pusat ilmu dan peradaban. β€œMasjid seharusnya terbuka 24 jam, menjadi tempat umat mengadu dan memohon kepada Allah. Jangan diperlakukan seperti rumah pribadi yang selalu terkunci,” harapnya.

Kunjungan ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah antara jajaran DMI Babel dan pengurus Masjid Istiqlal@ Zen Adebi.

Panggung Demokrasi, Sunyi Nurani, dan Jurnalis di Zona Nyaman

Oleh: Muhamad Zen

BuwanaNews Sekretaris Pro Jurnalis Media Siber (PJS) DPD Bangka Belitung

Demokrasi Indonesia tampak hidup dan berdenyutβ€”setidaknya di permukaan. Baliho dan spanduk menghiasi jalanan, pernyataan-pernyataan politis memenuhi ruang digital, dan panggung kampanye seolah tak pernah benar-benar sepi. Namun jika kita menyingkap lapisan liarnya, akan tampak satu hal yang mengkhawatirkan: demokrasi perlahan berubah wujud menjadi sekadar pertunjukan.

Naskahnya tidak banyak brubah: penuh pengulangan, minim konflik substantif, dan sering kali jauh dari suara rakyat. Panggung ini semakin megah, tetapi justru semakin sunyi dari nurani.

Dalam dinamika tersebut, sebagian pekerja mediaβ€”yang sejatinya adalah penjaga kewarasan publikβ€”tanpa sadar ikut menjadi bagian dari pertunjukan. Bukan sebagai penonton yang kritis, melainkan sebagai bagian dari tim produksi. Narasi-narasi berita dipoles agar enak dibaca, aman bagi pemilik kepentingan, dan nyaman bagi pembaca.

Berita yang semestinya mengugah kini hadir sebagai bacaan yang meninabobokan. Konflik dipinggirkan, kritik dikurangi, dan kebenaran disajikan dalam kemasan yang bisa ditrima oleh semua pihakβ€”bahkan oleh mereka yang seharusnya dikritik.

Tentu saja tidak semua jurnalis demikian. Masih banyak yang konsisten menjaga integritas dan keberanian. Namun harus diakui, jumlah mereka kian sedikit dan suara mereka kian sunyi. Banyak jurnalis hari ini memilih jalur β€œnetral” demi kenyamanan dan keberlangsungan hidup. Mereka mengatakan, β€œKami hanya menyampaikan fakta.” Padahal kita tahu, fakta pun bisa dibentukβ€”tergantung siapa yang menulis, siapa yang membayar, dan siapa yang ingin dilindungi.

Kode Etik Jurnalistik menyatakan dengan tegas bahwa tugas jurnalis bukan untuk menyenangkan siapa pun, melainkan untuk menyampaikan kebenaran. Bahkan jika itu harus membuat narasumber tersingung atau membuat relasi bisnis terganggu. Keberpihakan terhadap kebenaran tak boleh ditawar, sekalipun mengundang risiko.

Netralitas yang tidak diiringi keberanian justru menjadi dalih untuk menghindar dari posisi etik. Diam dalam ketidakadilan bukanlah bentuk keseimbangan, melainkan keberpihakan terselubung. Ketika kebusukan dibiarkan, dan jurnalis memilih bungkam, maka keheningan itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap publik dan profesi.

Pers seharusnya menjadi tempat terakhir rakyat berharap ketika semua institusi gagal menjalankan fungsi kontrol. Namun jika jurnalis pun lebih sibuk membangun relasi daripada menyuarakan aspirasi, maka media hanya menjadi alat pelanggeng kekuasaan, bukan penantangnya.

Kini, saatnya kita kembali menulis dengan kegelisahan. Bukan demi akreditasi, bukan demi klik, dan bukan demi kenyamanan, melainkan demi mereka yang suaranya tidak lagi terdengar. Demokrasi hanya akan hidup jika media terus gelisah dan menolak diam.

Jika tidak, profesi ini akan kehilangan kehormatan. Dan yang lebih tragis, demokrasi akan kehilangan maknanya.

Tentang Penulis:

Muhamad Zen, Sekretaris Pro Jurnalis Media Siber (PJS) DPD Bangka Belitung. Aktif sebagai jurnalis sejak 2005, dan memulai kariernya di Tabloid Demokrasi yang terbit dwimungguan yang didirikan oleh wartawan senior Babel, KA. Ronie Achmad.

Dari sosok Ronie Achmad dan Amin Sulton, Zen belajar bahwa menjadi wartawan bukan hanya menulis berita, tapi juga soal menjaga nyala akal sehat dan keberanian. Ia kerap menghabiskan malam- malamnya di rumah Pak Ronie Achmad demi mendengarkan kisah perjuangan, meski terkadang harus tertidur di sofa karena larutnya obrolan.

Zen dikenal dengan tulisan-tulisannya yang kritis dan reflektif terhadap isu sosial, politik dan demokrasi. Baginya jika banyak pembaca yang tidak nyaman atas tulisannya justru itu menandakan ia masih wartawan, bukan wartabayaran.

Ia menyebut dirinya lulusan Universitas Gunung Maras, sebuah institusi yang katanya hanya dikenal oleh mereka yang cukup tabah hidup penuh kekeliruan. Gelarnya cukup mentereng yaitu: Sarjana Ilmu Politik Perkeliruan. Bukan karena ia salah mengambil jurusan, tapi karena ia lebih nyaman disebut “keliru” daripada “lurus” tapi tersesat di jalan yang terang.

Catatan Redaksi :

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Isi narasi opini ini di luar tanggung jawab Redaksi, apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dalam penyajian artikel, opini atau pun pemberitaan tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan atau koreksi kepada redaksi media kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan ayat (12) undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Berita Sanggahan dan atau opini tersebut dapat dikirimkan ke redaksi media kami melalui email atau nomor whatsapp seperti yang tertera di box Redaksi.

Ketika Rasa Malu Menjadi Barang Langka

Oleh: Muhamad Zen

BuwanaNews Pilkada Pangkalpinang 2024 mencatatkan sebuah peristiwa yang layak masuk buku sejarah lokal dan mungkin juga jadi bahan obrolan seru di warung kopi selama bertahun-tahun. Untuk pertama kalinya, masyarakat dengan sadar dan solid menolak satu-satunya pasangan calon yang diusung kompak oleh seluruh partai politik. Mereka memilih kotak kosong. Bukan karena mereka apatis, tapi karena mereka sadar bahwa dipaksa memilih tanpa pilihan itu bukan demokrasi, itu jebakan batman.

Sayangnya, sinyal kuat dari rakyat ini tampaknya tidak diterima dengan baik oleh para penumpang tetap kursi kekuasaan. Bukannya malu atau sekadar menunduk sejenak untuk introspeksi, beberapa malah kembali muncul dengan wajah segar dan baliho lebih segar. Spanduk-spanduk manis mulai bermunculan: β€œMelayani dengan hati,” katanya. Padahal rakyat belum lupa siapa yang dulu memilih tidak mendengarkan jeritan hati itu.

Yang lebih memusingkan, kekalahan paslon tunggal justru diperlakukan seperti peluang dagang baru. Politik kita, rupanya, bukan soal kalah dan menang demi rakyat, tapi soal siapa yang masih bisa bernegosiasi. Mesin-mesin partai mulai hangat kembali, bukan untuk memperbaiki arah, tapi untuk menghitung ulang nilai tiket menuju Pilkada 2025. Dalam konfigurasi semacam ini, yang diuntungkan tentu bukan rakyat, melainkan mereka yang memegang kunci kendaraan politikβ€”lengkap dengan tarif dan aturan mainnya.

Namun begitu, tidak semua kabar datang dari dapur kekuasaan. Di lapisan bawah, mulai tumbuh harapan baru. Muncul sosok alternatif dari jalur independen. Mereka bukan hasil musyawarah elite, melainkan buah dari fotokopi KTP dan tanda tangan warga yang rela menyumbangkan sedikit identitasnya demi perubahan. Bukan wacana, tapi nyata. Bukan basa-basi, tapi bukti partisipasi.

Tentu saja, calon independen bukan jaminan sukses, seperti juga partai bukan sinonim dari kegagalan. Tapi setidaknya, ini memberi pilihan. Memberi ruang bagi rakyat untuk kembali percaya bahwa mereka punya andil, bukan sekadar penonton.

Pertanyaannya sekarang sederhana saja: akankah kita kembali pada irama lama yang nadanya sudah sumbang di telinga rakyat? Atau kita mulai membuka ruang baru, memberi panggung pada mereka yang lahir dari aspirasi, bukan sekadar hasil kalkulasi?

Pilkada ulang nanti bukan sekadar ulangan, tapi ujian lanjutan bagi kita semua. Jika sebelumnya rakyat sudah berani berkata β€œtidak,” maka kini saatnya berkata β€œini yang kami mau.” Bukan karena disuruh, bukan karena disuguhi baliho raksasa atau jargon kosong, tapi karena lahir dari kesadaran bersama: kota ini hanya akan berubah kalau kita sendiri yang bergerak.

Dan kalau boleh sedikit berandai-andai: mungkin, yang kita butuhkan bukan lebih banyak politisi, tapi lebih banyak rasa malu. Sayangnya, itu kini jadi barang langkaβ€”lebih langka dari janji kampanye yang ditepati.

Tentang Penulis:

Muhamad Zen adalah wartawan yang lebih sering nongkrong di warung kopi ketimbang duduk manis di ruang redaksi. Alumni Universitas Gunung Maras, Fakultas Ilmu Politik Perkeliruanβ€”karena katanya, yang keliru sering kali lebih jujur daripada yang kelihatan lurus tapi menabrak akal sehat.

Zen menulis bukan untuk menyenangkan semua pihak, tapi untuk mengingatkan bahwa kebenaran kadang datang dengan gaya sarkas dan sedikit tawa. Tulisannya mungkin membuat beberapa pejabat gelisah, tapi herannyaβ€”mereka tetap membacanya. Diam-diam, tentu saja.

Baginya, politik lokal sering terlalu serius tapi minim isi. Maka, kalau data tak cukup untuk membangunkan rakyat, mungkin tawa bisa. Tawa yang membebaskan, bukan menertawakan. Dan kalau tulisan ini membuat Anda tersinggungβ€”bisa jadi, Anda sedang membaca cermin.

 

Catatan Redaksi :

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Isi narasi opini ini di luar tanggung jawab Redaksi, apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dalam penyajian artikel, opini atau pun pemberitaan tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan atau koreksi kepada redaksi media kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan ayat (12) undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Berita Sanggahan dan atau opini tersebut dapat dikirimkan ke redaksi media kami melalui email atau nomor whatsapp seperti yang tertera di box Redaksi.