NELAYAN MENGELUH TAK BISA MELAUT TERKAIT IJIN BERLAYAR

BuwanaNews Regulasi yang di buat oleh KKP pusat terkait setiap kapal tangkap ikan/gaek yang harus menggunakan VMS Vessel monitoring sistem sangat lah memberat kan nelayan dikarenakan harga yang cukup mahal.

Akibat hal tersebut, KKP melarang setiap kapal yang akan berangkat dengan tidak menerbitkan SIB Surat Ijin Berlayar yang berakibat bnyak kapal nelayan tidak berani melaut karena takut ditangkap kata Asgar salah satu pemilik kapal gaek tersebut, sehingga menyebabkan nelayan yang sudah mengisi es dan ransum tidak dapat berlayar dan mengalami kerugian.

Atas kejadian tersebut para nelayan beramai ramai mengadu kepada ketua HNSI Babel Ridwan untuk meminta solusi atas masalah tersebut.

Menanggapi laporan dan keluhan tersebut, ketua DPD HNSI Babel Ridwan langsung menghubungi ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya untuk berkordinasi dan alhamdulilah langsung di tanggapi dan diundang untuk datang ke kantor DPRD guna mendengar keluhan masyarakat nelayan tersebut ujar Ridwan ketika di wawancara awak media.

Tepat jam 1.30 wib rombongan HNSI Babel dan kelompok nelayan kapal gaek memenuhi undangan ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya dan bertemu langsung mendengarkan keluhan dan permasalahan yang dihadapi para nelayan.

Dihadapan para nelayan, ketua DPRD Babel langsung menghubungi kepala Dinas DKP Babel untuk membantu mencari solusi terkait hal tersebut dan disambut dengan baik rombongan nelayan kemudian diundang ke kantor DKP Babel untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.

Jadi kalau gak ada halangan besok hari Jumat DPD HNSI Babel dan rombongan nelayan kapal gaek akan bertemu dengan dinas DKP provinsi imbuh Ridwan menutup pembicaraan dengan team media.

Calon Independen: Antara Harapan dan Kepanikan Politik

BuwanaNews Kehadiran calon independen dalam pemilihan kepala daerah kerap dianggap sebagai simbol demokrasi yang inklusif. Dalam kerangka hukum, jalur ini memang sah dan terbuka. Namun dalam praktiknya, jalan menuju pencalonan independen kerap kali lebih menyerupai rintangan ketimbang ruang partisipasi yang setara. Syarat administratif yang rumit, verifikasi faktual yang melelahkan, hingga sebaran dukungan di berbagai wilayah membuat jalur ini nyaris mustahil ditempuh, kecuali dengan tekad luar biasa dan dukungan akar rumput yang kuat.

Tidak mengherankan bila sebagian publik menilai kehadiran calon independen lebih sebagai β€œhiasan demokrasi” ketimbang kanal politik yang sungguh-sungguh diharapkan membawa perubahan. Apalagi, seluruh peraturan tentang pencalonan independen dirancang oleh legislatif yang seluruh anggotanya berasal dari partai politik. Maka wajar bila muncul anggapan bahwa regulasi dibuat untuk mengunci ruang kompetisi dan mempertahankan dominasi partai.

Namun, sebagaimana sering terjadi dalam sejarah politik, realitas di lapangan bisa menumbangkan skenario yang sudah disusun rapi. Kota Pangkalpinang menjadi contohnya. Dalam Pilkada 2024, ketika hanya ada satu pasangan calon yang diusung koalisi partai, rakyat justru menjatuhkan pilihan pada kotak kosong. Kemenangan kotak kosong bukan sekadar ekspresi kekecewaan, tetapi perlawanan terhadap sistem politik yang dianggap tertutup dan elitis. Pesan publik sangat jelas: β€œKami menolak dipaksa memilih calon yang tidak kami kehendaki.”

Kini, menjelang Pilkada ulang pada Agustus 2025, muncul semangat baru dari sejumlah kelompok masyarakat untuk mengusung calon independen. Namun bersamaan dengan itu, beredar isu mengenai adanya tekanan terhadap penyelenggara pemilu. Isu ini merebak dari percakapan di warung kopi hingga ruang-ruang digital: ada dugaan bahwa pihak-pihak tertentu tengah berupaya menggagalkan kemunculan calon independen.

Fenomena ini patut dicermati. Sebab jika benar ada upaya sistematis untuk menghambat calon independen, maka ini mencerminkan ketakutan politik yang sesungguhnya. Padahal, calon independen tidak memiliki infrastruktur partai, tidak didukung logistik besar, dan tidak memiliki akses istimewa ke kekuasaan. Lantas, apa yang ditakutkan?

Barangkali, ketakutan itu justru muncul karena mereka tidak bisa dikendalikan. Karena dalam diri calon independen, tersimpan satu kekuatan yang tidak bisa dibeli: dukungan rakyat yang lahir dari kepercayaan, bukan transaksionalitas. Dan ketika rakyat mulai percaya bahwa perubahan bisa datang dari luar partai, maka kegelisahan elite menjadi tak terhindarkan.

Kemenangan calon independen memang belum tentu mengubah peta politik secara nasional. Tapi pesan moralnya sangat kuat: bahwa demokrasi tidak boleh dimonopoli. Bahwa rakyat berhak punya pilihan di luar poros partai. Bahwa sistem yang sehat adalah sistem yang memberikan ruang bagi semua warga negara untuk berpartisipasi secara setara.

Jika partai-partai politik ingin tetap relevan, maka mereka harus mulai membuka diri, mendengarkan suara rakyat, dan melepaskan anggapan bahwa kekuasaan adalah hak waris. Demokrasi membutuhkan kompetisi yang adil, bukan dominasi yang dikunci dengan regulasi sepihak. Dalam konteks ini, calon independen bukan ancaman, melainkan peluang untuk menyegarkan kembali sistem yang mulai kehilangan kepercayaan publik.

Karena itu, mendukung calon independen bukan sekadar pilihan elektoral, tetapi sikap politik. Ini adalah bentuk dukungan terhadap keberagaman pilihan, terhadap semangat kemandirian, dan terhadap cita-cita demokrasi yang berpihak pada rakyat, bukan hanya pada elite.

Tentang Penulis:

Muhamad Zen adalah wartawan yang lebih sering ditemukan di warung kopi ketimbang di ruang redaksi. Ia dikenal dengan gaya penulisan yang kritis dan tajam, terutama dalam membedah isu-isu demokrasi lokal. Bagi Zen, menulis bukan soal mencari aman, melainkan soal menyuarakan apa yang perlu disuarakanβ€”terutama ketika ruang partisipasi publik terasa semakin sempit.

Ia percaya bahwa selama masih ada pembaca yang peduli, wartawan punya kewajiban untuk terus menyampaikan yang penting diketahui publikβ€”meski tak selalu menyenangkan bagi semua pihak. Sama seperti calon independen yang dianggap ancaman oleh partai, tulisan Zen kerap memicu kegelisahan.

β€œMenulis itu kadang bikin resah,” ujarnya suatu kali. β€œTapi demokrasi justru tumbuh dari keresahan itu.”

Catatan Redaksi :

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Isi narasi opini ini di luar tanggung jawab Redaksi, apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dalam penyajian artikel, opini atau pun pemberitaan tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan atau koreksi kepada redaksi media kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan ayat (12) undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Berita Sanggahan dan atau opini tersebut dapat dikirimkan ke redaksi media kami melalui email atau nomor whatsapp seperti yang tertera di box Redaksi.

Paslon Merdeka Mantap Melaju Lewat Jalur Independen di Pilwako Pangkalpinang 2025

BuwanaNews Pangkalpinang – Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang dari jalur independen, H. Eka Mulya Putra dan Radmida Dawam, yang dikenal dengan sebutan Paslon Merdeka, semakin mantap melangkah menuju Pilwako 2025. Pada Selasa (8/4/2025), mereka secara resmi menyerahkan berkas perbaikan dukungan administrasi tahap pertama kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang.

Didampingi puluhan relawan, penyerahan dokumen dilakukan dengan doa bersama yang dimulai dari Posko Relawan Merdeka menuju Kantor KPU Kota Pangkalpinang.

Ketua Tim Relawan Merdeka, Sarpin, menyampaikan bahwa sebanyak lebih dari 12 ribu dokumen dukungan diserahkan sebagai bagian dari perbaikan syarat administrasi pencalonan.

“Dengan lebih dari 12 ribu dukungan yang kami serahkan hari ini, kami optimistis jumlah ini telah melampaui ambang batas minimum yang dipersyaratkan KPU,” ujar Sarpin kepada jejaring media KBO Babel.

Proses penyerahan berkas turut dihadiri Ketua KPU Kota Pangkalpinang, Sobarian, bersama para komisioner. Hadir pula Ketua KPU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Husen, beserta jajaran, serta Ketua Bawaslu Kota Pangkalpinang, Imam Ghozali, dan aparat kepolisian yang mengawal jalannya kegiatan.

Paslon Merdeka menjadi satu-satunya pasangan independen yang konsisten menunjukkan keseriusan dalam menghadapi Pilwako di tengah dominasi calon dari partai politik. Langkah mereka dinilai sebagai wujud keberanian dan komitmen terhadap demokrasi partisipatif.

Dukungan masyarakat yang dikumpulkan secara langsung menjadi kekuatan sosial yang signifikan bagi Eka–Radmida. Kehadiran mereka memberi warna tersendiri dalam dinamika kontestasi politik Kota Pangkalpinang.

Kini, semua pihak menantikan proses verifikasi yang akan dilakukan oleh KPU Kota Pangkalpinang terhadap kelengkapan dan keabsahan dukungan yang telah diserahkan. Apabila seluruh persyaratan dinyatakan sah dan lengkap, pasangan Eka Mulya Putra – Radmida Dawam dipastikan akan menjadi kontestan resmi dalam Pilwako Pangkalpinang 2025.

Langkah ini menjadi bukti bahwa jalur independen tetap menjadi alternatif sah dan terbuka bagi siapa saja yang ingin membangun kota ini dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat@red.

Sajadah Fajar DMI Babel Angkat Sejarah Dakwah dan Gerakan Memakmurkan Masjid

BuwanaNews Pangkalpinang – Program rutin Sajadah Fajar (Safar) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bangka Belitung kembali digelar di Masjid Haji Bakri, Pangkalpinang, Minggu (19/1/25). Kegiatan ini hanya libur satu pekan saat Idulfitri, dan menjadi ikon semangat DMI dalam memakmurkan masjid.

Hadir sebagai penceramah, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., anggota Dewan Majelis Mustasyar DMI Babel, yang mengangkat sejarah dakwah di Bangka. Ia mengungkap bagaimana masjid-masjid zaman dahulu sengaja dibangun dekat aliran air atau tumbek, lokasi yang diyakini sebagai tempat roh halus.

β€œTujuannya untuk mengusir jin-jin jahat yang diyakini sudah lama tinggal di situ,” ujar Prof. Rusydi.

Ia juga menyinggung kiprah para ulama seperti Guru Ghozali Idris, Guru Hormen, dan lainnya yang telah lebih dulu menggagas gerakan memakmurkan masjid melalui dakwah keliling dan media sederhana seperti TOA di atas kendaraan.

Tak hanya itu, Prof. Rusydi juga membahas sejarah Masjid Al Badar yang lebih tua dari Masjid Jami’, serta keberadaan pemakaman Kherkhoff yang dahulu menampung jasad warga Belanda dan Jepang.

Sekwil DMI Babel, Rusdianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ibadah, tapi juga ajang silaturahmi dan diskusi. Ia menyoroti fenomena masjid besar yang kini justru sepi jamaah.

β€œMasjid harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, apalagi di tengah tekanan ekonomi saat ini,” katanya@ Zen Adebi.

Sajadah Fajar DMI Babel: Prof. Rusydi Angkat Sejarah Dakwah Bangka dan Peran Masjid Lawas

BuwanaNews Pangkalpinang – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menggelar kegiatan rutin bertajuk Sajadah Fajar (Safar), Minggu (19/1/25) di Masjid Haji Bakri, Pangkalpinang. Kegiatan yang hanya libur satu pekan saat Idulfitri ini menegaskan komitmen DMI dalam memakmurkan masjid-masjid di daerah.

Ketua DMI Babel, Ust. H. Rasyid Ridho, menegaskan bahwa kegiatan Safar menjadi ikon gerakan DMI yang konsisten. β€œYa, kita libur hanya satu pekan saat Lebaran Idulfitri saja,” ujarnya.

Hadir sebagai penceramah, Prof. Dr. Rusydi Sulaiman, M.Ag., yang juga merupakan anggota Dewan Majelis Mustasyar DMI Babel. Dalam tausiyahnya, ia membahas sejarah dakwah Islam di Pulau Bangka, khususnya peran strategis lokasi masjid yang dahulu sering dibangun di sekitar aliran air atau tumbekβ€”tempat yang dalam kepercayaan masyarakat Bangka diyakini sebagai hunian roh halus.

β€œPembangunan di dekat tumbek bertujuan mengusir roh jahat dan jin yang sudah turun-temurun tinggal di sana. Ini adalah strategi dakwah yang digunakan ulama zaman dulu,” ungkap Prof. Rusydi.

Ia juga menyinggung sejarah perkembangan lembaga pendidikan Islam, termasuk berdirinya Al Ittihadiyyah Al Islamiyyah (AIAI) di Kampung Melintang yang kemudian berkembang hingga Sungaiselan. Prof. Rusydi menyebut sejumlah tokoh pendakwah besar di Bangka, seperti Guru Ghozali Idris, Guru Kiyai Kisa’i, Guru Addari, Guru H. Musa, dan Guru H. Hormen, yang telah lebih dahulu menginisiasi gerakan memakmurkan masjid.

β€œMereka berdakwah keliling masjid, memasang TOA di kendaraan sebagai media dakwah, dan membentuk jaringan keilmuan yang kuat,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengulas keberadaan Masjid Al Badar, yang disebut sebagai masjid tertua di Pangkalpinang, terletak berhadapan dengan kompleks pemakaman Belanda (Kherkhoff). Dalam ceramahnya, Prof. Rusydi juga menyinggung peran penting lokasi pemakaman Kherkhoff, yang tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir warga Belanda, tetapi juga beberapa orang Jepang yang kala itu menjadi pelayan Belanda.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah DMI Babel, Rusdianto, menekankan bahwa kegiatan Safar bertujuan memperkuat silaturahmi dan diskusi produktif dalam rangka memakmurkan masjid. Ia menyoroti banyaknya masjid megah namun sepi dari jamaah.

β€œMasjid seharusnya menjadi tempat yang dirindukan masyarakat, bukan hanya untuk ibadah tapi juga memberi manfaat sosial, terutama di tengah tekanan ekonomi saat ini,” jelas Rusdianto.

DMI Babel menegaskan bahwa semangat memakmurkan masjid bukanlah gerakan baru, namun merupakan warisan dari ulama terdahulu yang layak diteruskan dan dikembangkan@ Zen Adebi.

Kemarin Kemana Saja?

BuwanaNews Setelah bertahun-tahun merantau dan merasa sukses di luar kota, akhirnya pulang dengan penuh kebanggaan. Merasa paling tahu segalanya, dan seolah kampung halaman ini baru saja ditemukan kembali. Tak lama kemudian, dengan segala pengalaman gemilang, mereka pun mendeklarasikan diri sebagai calon pemimpin Kota Pangkalpinang.

Ada yang katanya pengusaha sukses, ada pejabat tingkat pusat yang bersiap pensiun sebelum bulan Agustus, ada pensiunan jenderal yang kini ingin mengabdi. Bahkan, ada pengusaha muda yang tiba-tiba menyematkan nama jalan di Pangkalpinang di belakang namanya, mungkin sebagai jurus branding mendadak. Tak ketinggalan, ada juga yang jelas-jelas bukan orang tempatan, tapi tiba-tiba jatuh cinta luar biasa pada Pangkalpinangβ€”mirip kisah cinta lama yang baru bersemi kembali.

Sebagai warga Pangkalpinang, tentu kami tersentuh dengan gelombang “kepedulian” ini. Mereka datang membawa slogan perubahan, pembangunan, dan modernisasi. Ditanya motivasinya, jawabannya hampir seragam: “Ingin mengabdi untuk kampung halaman.” Sungguh mulia.

Namun, boleh kami bertanya? Kemarin ke mana saja? Saat masyarakat Pangkalpinang berjuang mempertahankan demokrasi, ketika pilihan yang ada begitu terbatas, saat kotak kosong menjadi satu-satunya harapan, kalian sedang di mana? Saat rakyat berusaha membuka jalan bagi Pilkada ulang, kalian sibuk apa?

Tapi tentu, kami tidak ingin menghakimi. Setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih. Justru kami senang kini ada begitu banyak sosok dengan segudang pengalaman yang ingin berkontribusi untuk kota ini. Siapa tahu, jaringan luas dan pengalaman nasional bahkan internasional yang kalian miliki benar-benar bisa membawa Pangkalpinang melangkah lebih maju.

Hanya saja, perlu diingat, perjuangan ini tidak datang begitu saja. Pilkada ulang ini ada karena banyak orang yang tak tinggal diam ketika demokrasi mulai terasa sempit. Mungkin, sekadar mengakui perjuangan mereka bisa menjadi awal yang baik sebelum sibuk memasang baliho dan menyebar senyum di tiap sudut kota.

Menariknya, di antara pendukung yang kini ramai di belakang kalian, ada juga yang dulu gigih mendukung calon tunggal. Bahkan, ada yang terang-terangan menyebut perjuangan kotak kosong sebagai tindakan sia-sia. Tapi ya sudahlah, politik memang dinamis, dan ingatan masyarakat pun kadang selektif.

Kini, panggung Pilkada ulang sudah siap. Wajah-wajah baru bermunculan, janji-janji baru bertebaran, dan tentu saja, drama politik akan kembali tersaji. Masyarakat Pangkalpinang punya kesempatan untuk memilih dengan bijak. Jangan mudah tergoda janji manis, jangan silau dengan baliho terbesar atau senyum termanis. Sebab, seperti kata pepatah, memilih pemimpin itu seperti memilih pasangan hidupβ€”salah pilih, bisa menyesal lima tahun lamanya!

Opini :

Oleh : Muhamad Zen

Tentang Penulis:

Muhamad Zen adalah wartawan yang terlalu banyak ngopi dan kritikus sosial yang sering kehabisan kata-kata untuk mengkritik. Sayangnya, kata-kata itu selalu berhasil ditemukan lagi setelah tegukan kopi berikutnya.

Sebagai alumni Fakultas Ilmu Hukum Perkeliruan dan Ilmu Politik Perkeliruan Universitas Gunung Maras (UGM)β€”yang entah universitasnya yang typo atau memang cerminan hidupnya yang sering keliruβ€”Zen tetap nekat menulis. Katanya, dunia ini penuh kesalahan, jadi tak ada salahnya ikut-ikutan.

Sebagian orang bilang kadang-kadang tulisan-tulisannya tajam, namun tak sedikit yang bilang biasa-biasa saja. Bahkan ada yang bilang dia kritis, ada juga yang bilang dia hanya kurang tidur. Tapi satu hal yang pasti, Zen selalu punya pertanyaan yang mungkin membuat sebagian orang merasa tak nyaman: “Kemarin ke mana saja?”

Makin larut malam, makin lancar dia menulis. Mungkin karena di jam-jam itu, dunia lebih jujurβ€”atau mungkin hanya karena kafein yang sudah kebanyakan masuk ke tubuhnya.

Catatan Redaksi :

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Isi narasi opini ini di luar tanggung jawab Redaksi, apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dalam penyajian artikel, opini atau pun pemberitaan tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan atau koreksi kepada redaksi media kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan ayat (12) undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Berita Sanggahan dan atau opini tersebut dapat dikirimkan ke redaksi media kami melalui email atau nomor whatsapp seperti yang tertera di box Redaksi.

DMI Bangka Belitung Silaturahmi Lebaran dengan Gubernur Terpilih, Danrem, dan Dirut PT Timah

BuwanaNews Bangka Belitung – Pada hari pertama Idulfitri, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bangka Belitung menggelar silaturahmi dengan sejumlah tokoh daerah, termasuk Gubernur Terpilih Hidayat Arsani, Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI Safta Feryansyah, serta Direktur Utama PT Timah Tbk, Dani Virsal, Senin 31 Maret 2025.

Ketua DMI Babel, H. Rasyid Ridho, didampingi pengurus inti seperti Rusdianto, M. Tanggung, dan Ali Akbar, turut hadir dalam kunjungan ini. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas berbagai hal, terutama mengenai penguatan peran masjid dalam pengembangan spiritual masyarakat.

Gubernur Terpilih Hidayat Arsani menyampaikan apresiasi terhadap peran DMI sebagai organisasi modern yang memiliki jaringan luas di seluruh provinsi. Ia menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pemangku kepentingan bagi DMI agar semakin aktif dalam menjalankan program-programnya.

“DMI adalah organisasi besar yang harus mendapat dukungan penuh. Saya bangga melihat peran DMI yang semakin jelas dalam masyarakat. Organisasi harus aktif dan memiliki banyak kegiatan, seperti yang dilakukan DMI saat ini,” ujar Hidayat Arsani.

Sementara itu, Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen TNI Safta Feryansyah menegaskan dukungannya terhadap program peningkatan spiritual masyarakat yang digagas DMI. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk bergabung dalam gerakan tersebut.

“Program peningkatan spiritual ini memiliki banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat. Kami siap berkolaborasi dalam kegiatan positif ini,” ungkap Brigjen TNI Safta Feryansyah.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Timah Tbk, Dani Virsal, turut memberikan apresiasi terhadap program unggulan DMI Babel. Ia juga berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dijalankan oleh organisasi tersebut. Salah satu program yang didorong adalah pembentukan masjid percontohan di Bangka Belitung.

“Jika memungkinkan, program masjid percontohan ini segera direalisasikan. Tidak perlu terlalu lama dalam teori, mari langsung kita jalankan karena masyarakat sudah menantikannya,” ujar Dani Virsal.

Ketua DMI Babel, H. Rasyid Ridho, menegaskan bahwa silaturahmi ini bertujuan untuk menyatukan visi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam memberikan solusi bagi umat.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting agar tercipta keselarasan gerakan antara DMI, pemerintah, dan stakeholder terkait. Kami berharap kegiatan ini juga dapat dilakukan oleh pengurus DMI di tingkat kabupaten dan kota, sehingga dapat terwujud masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera,” tutupnya@ Zen Adebi.

Puasa di Dunia, Lebaran di Surga: Ketua DMI Babel Khotbah Idulfitri di Masjid Nurul Huda

BuwanaNews Sungailiat, 1 Syawal 1446 H / 31 Maret 2025 – Ribuan jemaah memadati Masjid Nurul Huda, Parit Padang, Sungailiat, untuk melaksanakan salat Idulfitri 1446 H pada Senin pagi. Takbir berkumandang mengiringi kehadiran jemaah yang berbondong-bondong mengambil saf terdepan sebelum salat dimulai tepat pukul 07.00 WIB.

Bertindak sebagai imam dan khatib dalam salat Idulfitri kali ini adalah Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ustaz HM. Rasyid Ridho, S.Ag. Dalam khutbahnya, Ustaz Ridho mengangkat tema kebahagiaan bagi orang-orang yang berpuasa, mengutip sabda Rasulullah SAW:

β€œLisshaimi farhatan… farhatun β€˜indal fithri wa farhatun β€˜inda liqaai rabbih.”

(Artinya: β€œOrang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan, yaitu kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Tuhannya.”)

Ustaz Ridho menjelaskan bahwa manusia yang menjadikan hidupnya di dunia seperti puasaβ€”penuh kesabaran dan keikhlasanβ€”akan mendapatkan kematian yang serupa dengan hari raya, yaitu kematian yang diterima di sisi Allah SWT. Hari raya dunia, di mana umat Islam bersilaturahmi dan berjumpa dengan keluarga serta para alim ulama, menjadi pengingat akan kebahagiaan akhirat, saat orang-orang beriman berkumpul bersama para nabi, syuhada, dan orang-orang saleh sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nisa: 69.

β€œKita akan berjumpa dengan Rasulullah SAW, wajah yang penuh cahaya, manusia termulia, dan bahkan pada akhirnya, orang-orang beriman akan bertemu dengan Allah Jalla Jalaluhu,” ujar Ustaz Ridho, mengutip QS. Al-Qiyamah: 22-23 yang menyebutkan bahwa wajah orang beriman pada hari itu akan berseri-seri ketika berjumpa dengan Tuhan mereka.

Sementara itu, Ketua Masjid Nurul Huda, Ustaz Rahmad Dalu, M.Si., menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme jemaah dalam mengikuti salat Idulfitri tahun ini. Ia menyoroti bagaimana takbir dikumandangkan dengan penuh kekhusyukan serta semangat jemaah yang tetap bertahan hingga khutbah selesai pada pukul 08.15 WIB.

β€œSemoga jemaah semakin semangat memakmurkan Masjid Nurul Huda dan keimanan mereka terus meningkat, sehingga Kelurahan Parit Padang khususnya, serta Kabupaten Bangka dan Provinsi Bangka Belitung umumnya, mendapatkan limpahan rahmat dan berkah dari Allah SWT,” ujarnya.

Acara kemudian ditutup dengan tradisi nganggungβ€”kenduri bersamaβ€”di pelataran Masjid Nurul Huda, yang semakin menambah kekhidmatan perayaan Idulfitri di tengah masyarakat Parit Padang@ Zen Adebi.