Lapas Kelas II B Sungailiat Memberi Remisi Khusus Untuk WBP di Hari Raya Waisak Tahun 2025

BuwanaNews Sungailiat, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sungailiat menyatakan sebanyak 5 orang warga binaan permasyarakatan (WBP) beragama Budha di Lapas Sungailiat menerima remisi khusus Hari Raya Waisak Tahun 2025.

” Saya berharap remisi ini akan memotivasi tahanan untuk meningkatkan diri dan mengikuti aturan untuk menjadikan mereka orang baik,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Sungailiat Ari Nirwanto di Sungailiat, Senin, 12 Mei 2025.

Kalapas Sungailiat Ary Nirwanto mengatakan 5 orang narapidana yang menerima remisi khusus Hari Raya Waisak 2025 berdasarkan Keputusan Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan Republik Indonesia Nomor : Pas-709.Pk.05.04 Tahun 2025

Ia menyatakan sebanyak 1 orang narapidana memperoleh remisi khusus 15 hari, 3 orang narapidana memperoleh remisi khusus 1 bulan dan 1 orang narapidana menerima remisi khusus 1 bulan 15 hari.

Menurut dia remisi khusus ini merupakan salah satu hak narapidana dan anak yang diberikan oleh negara kepada narapidana yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Pemberian remisi tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan,” imbuhnya.

Sajadah Fajar di Masjid Nurul Hikmah: Keteladanan Tokoh Jadi Kunci Memakmurkan Masjid

BuwanaNews BALUNIJUK – Program unggulan Sajadah Fajar yang digagas Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali digelar. Kali ini, kegiatan dilangsungkan di Masjid Nurul Hikmah, Desa Balun Ijuk, dengan mengusung tema keteladanan tokoh sebagai kunci memakmurkan masjid.

Dalam ceramahnya, Ustaz Jamal menekankan pentingnya peran suri teladan dari para tokoh dalam menghidupkan masjid. Menurutnya, memakmurkan masjid bukan dimulai dari pembangunan fisik semata, tetapi dari kehadiran tokoh agama dan masyarakat dalam aktivitas ibadah.

β€œKalau pengurus masjid hanya aktif saat membangun, tapi jarang terlihat saat salat berjamaah, itu contoh yang keliru. Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus menjadi wajah pertama yang hadir di masjid,” tegas Ustaz Jamal.

Ia menambahkan, umat membutuhkan panutan yang nyata. Keteladanan, kata dia, bukan diminta, melainkan ditunjukkan secara konsisten.

β€œJika para tokoh istiqomah di masjid, jamaah akan ikut. Kehadiran mereka adalah pemantik utama kehidupan spiritual masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan Sajadah Fajar dibuka dengan sambutan dari Ketua DMI Bangka Belitung yang diwakili oleh Ustaz Kholil Harhap. Dalam sambutannya, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pengurus masjid, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keumatan.

β€œMemakmurkan masjid bukan hanya soal fisik bangunan yang megah, tapi bagaimana kita menghidupkan masjid dengan ibadah, kegiatan sosial, dan pembinaan umat,” kata Ustaz Kholil.

Program Sajadah Fajar sendiri merupakan inisiatif DMI Babel untuk mengembalikan ruh masjid sebagai pusat pembinaan umat, dimulai sejak waktu subuh. Dengan lebih dari 2.000 masjid dan musholla di provinsi ini, program tersebut diharapkan menjadi motor penggerak kebangkitan spiritual dan sosial masyarakat.

β€œMasjid bukan hanya tempat ibadah, tapi tempat bangkitnya peradaban. Dan itu semua hanya akan terwujud jika para tokohnya lebih dulu memakmurkan masjid, bukan sekadar mengajak,” tutup Ustaz Jamal@Zen Adebi.

DMI Babel Gelar Dialog Publik: Wadah Perkenalan Bakal Calon Kepala Daerah Pangkalpinang dan Bangka

BuwanaNews Pangkalpinang β€” Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar rangkaian dialog publik menjelang Pemilihan Walikota Pangkalpinang dan Bupati Kabupaten Bangka. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan para bakal calon (balon) kepala daerah kepada masyarakat secara terbuka dan mendalam melalui dialog yang konstruktif dan beradab.

Acara ini merupakan bagian dari misi DMI, yakni memberi solusi bagi umat melalui peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial, spiritual, dan kebangsaanβ€”termasuk dalam bidang politik.

Ketua Panitia Pelaksana, Bapak Muhammad Tanggung, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPW DMI Babel, menyampaikan bahwa dialog publik ini merupakan kontribusi nyata DMI dalam membangun kesadaran politik yang sehat dan berkeadaban.

Selain itu ia juga menegaskan pentingnya kesadaran umat dalam menentukan arah kepemimpinan daerah.

> β€œUmat tidak boleh pasif dalam urusan kepemimpinan. Pemimpin yang baik lahir dari umat yang cerdas dan peduli. Melalui forum ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengenali calon-calon pemimpin mereka lebih dekatβ€”bukan hanya dari baliho atau slogan, tapi dari gagasan, integritas, dan visi mereka,” ujar Bapak Tanggung.

Dialog publik akan dimulai pada pekan kedua bulan Mei 2025 dan digelar secara bergiliran sesuai jadwal yang telah disusun. Di penghujung rangkaian, seluruh bakal calon akan dipertemukan dalam satu forum debat panel terbuka yang mempertemukan semua pihak dalam suasana dialogis.

Lokasi pelaksanaan akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan, namun dipastikan kegiatan akan berlangsung di dua titik utama, yaitu Kota Pangkalpinang dan Sungailiat.

Melalui kegiatan ini, DMI Babel berharap masyarakat dapat mengenal lebih jauh para bakal calon serta ikut berperan aktif dalam menentukan arah kepemimpinan daerah ke depan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Menyambut HUT KOTA SUNGAILIAT, PDAM Buat Gebrakan

Direktur Perumdam Tirta Bangka

BuwanaNews Kabar gembira untuk masyarakat bangka. Dalam Rangka Menyambut HUT Kota Sungailiat yang ke 259 Tahun 27 April 2025, Direktur Perumdam Tirta Bangka Abdi Nursahri mengusulkan Diskon sebesar 50% kepada PJ Bupati Bangka untuk mendapatkan keringanan pemasangan Sambungan baru Air PDAM di seluruh wilayah kabupaten bangka.

Alhamdulillah sudah disetujui Pj.Bupati Bangka pada tanggal 02 Mei 2025 hal tersebut resmi di adakan berserta SK yang dikeluarkan No. 100.3.3.2/411/V/2025 Tentang β€œPemberian keringanan biaya pemasangan sambungan baru pipa Dinas Perusahaan Umum Daerah air minum Tirta Bangka kata beliau dalam sesi wawancara dengan awak media BEN GROUP.
Menurut Abdi memang ada beberapa persyaratan yang harus di siapkan seperti, membawa fotocopy KK dan KTP saja. Pelanggan baru mendapatkan diskon 50% (Pipa Dinas 6 m) dengan Biaya berkisar Rp. 771.640.00,- sampai Rp. 793.600.00,- saja. Keputusan ini disetujui oleh Pj. Bupati Bangka Berlaku mulai tanggal 02 Mei 2025 sampai 30 juni 2025.

 

Diskon ini berlaku untuk seluruh pelanggan dan di data sesuai kelompok yang diterapkan, untuk pendaftarannya sendiri bisa datang langsung ke lokasi atau kantor PDAM terdekat atau di Kantor Pusat, Kantor Cabang dan Unit di seluruh Kabupaten Bangka.” ungkap Ibu Miss selaku bagian Keuangan Perumdam Tirta Bangka.

Direktur Perumdam Tirta Bangka Abdi Nursahri, beliau mengharapkan kedepannya dengan diadakannya diskon tersebut bisa memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat dan akan meningkatkan jumlah pelanggan. serta diharapkannya masyarakat dapat mengambil kesempatan baik ini mengingat waktu pendaftaran yang terbatas.

Beliau juga mengatakan untuk para pelanggan bisa langsung mengikuti atau cek secara online di Media Sosial (Facebook) β€˜Pelayanan Perumdam Tirta Bangka’. Sembari menutup pembicaraan ke awak media.

Paket Hilang, JNT Cargo Pangkalpinang Dikonfirmasi: Nomor Misterius Diduga Lontarkan Tekanan ke Wartawan

BuwanaNews Pangkalpinang – Dugaan kehilangan sebagian isi paket dalam pengiriman oleh JNT Cargo Pangkalpinang menjadi perhatian publik setelah diberitakan oleh jaringan Kantor Berita Online Bangka Belitung (KBO Babel). Menindaklanjuti laporan pelanggan, tim KBO Babel melakukan penelusuran langsung ke kantor JNT Cargo yang terletak di dekat simpang lampu merah Ramayana, Pangkalpinang, pada Selasa, 6 Mei 2025.

Saat ditemui, seorang staf bernama Yoga yang mengaku sebagai admin membenarkan adanya laporan kehilangan yang telah tercatat oleh pihak JNT pusat di Jakarta. Namun, ketika diminta menghadirkan pimpinan cabang atau memberikan kontaknya, Yoga menyatakan bahwa pimpinan berada di Palembang dan ia tidak memiliki akses ke nomor kontak tersebut.

Melalui penelusuran lebih lanjut, tim media berhasil memperoleh nomor kontak seseorang yang didapatkan dari sumber terpercaya bernama Pak Mul, yang disebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas operasional JNT Cargo di Pangkalpinang. Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Pak Mul tidak membantah peristiwa tersebut.

“Kasus ini sedang kami telusuri, Pak, karena informasinya paket mengalami kerusakan saat pengiriman sehingga ada kemungkinan tercecer. Kami sedang mencarinya dulu,” katanya melalui pesan tertulis.

Ia juga menyebut bahwa kasus ini telah dilaporkan ke call center pusat dan meminta waktu dua hingga tiga hari untuk proses penelusuran di gudang Jakarta. Jika barang tidak ditemukan, pihaknya berjanji akan menghubungi pelanggan untuk membicarakan proses ganti rugi.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai nama lengkap dan jabatannya secara resmi di JNT, orang yang diduga bernama Pak Mul langsung menelepon wartawan KBO Babel dan berbicara dengan nada tinggi.

“Apa kepentingan saudara menanyakan nama lengkap dan jabatan saya? Apa kepentingan saudara?” ujarnya dengan intonasi meninggi.

Dengan tenang, wartawan KBO Babel mencoba menjelaskan bahwa konfirmasi ini penting dilakukan sebagai bagian dari upaya perimbangan pemberitaan. Namun, tanpa memberikan kesempatan lebih lanjut untuk penjelasan, orang tersebut langsung memutuskan sambungan telepon. Tak lama setelah itu, nomor WhatsApp wartawan KBO Babel diduga diblokir oleh yang bersangkutan, ditandai dengan perubahan status pesan dari centang dua menjadi centang satu.

Lebih lanjut, dengan selang waktu yang hampir bersamaan tak lama setelah konfirmasi dilakukan, seorang jurnalis KBO Babel juga menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal (berawalan 0812-8100-XXXX). Tanpa memperkenalkan diri secara jelas, pihak tersebut langsung mempertanyakan motif pemberitaan dengan nada yang terkesan menekan.

β€œAssalamu’alaikum Zen. Saya mau konfirmasi perihal berikut. Dari sumber yang saya dengar, Bapak yang menyebarluaskan ini?” tulis pesan tersebut.

Saat diminta memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud pesannya, individu itu justru mempertanyakan apakah media berniat mencemarkan nama baik JNT. Situasi ini menimbulkan dugaan adanya upaya tekanan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya.

β€œSaya sudah tanyakan berkali-kali siapa Anda. Kalau ada keberatan terhadap berita, gunakan hak jawab. Tapi cara Anda bertanya terkesan menekan,” jawab jurnalis KBO Babel, Zen.

Lebih lanjut, saat diminta menjelaskan identitas dan kepentingannya dalam pemberitaan ini, nomor tersebut menjawab:

“Saya tidak akan menjelaskan apa-apa. Karena RM kami sudah menjelaskan bahwa kasus ini sedang dalam pencarian. Dan itu butuh waktu. Jika barang tidak ditemukan, maka akan masuk ke proses klaim seperti biasa. Tidak ada percakapan yang perlu dilanjutkan karena RM sudah menghubungi.”

Pernyataan dari nomor misterius tersebut, yang diduga berasal dari pihak JNT, dinilai tidak mencerminkan komunikasi resmi dan memperlihatkan kurangnya penghormatan terhadap ruang dialog yang sehat.

Kasus ini menyoroti pentingnya penghormatan terhadap kerja jurnalistik serta perlunya saluran komunikasi yang jelas dan akuntabel dari pihak-pihak korporasi. Media terbuka terhadap hak jawab, namun segala bentuk tekanan yang disampaikan melalui jalur informal patut menjadi perhatian bersama.

Hingga berita ini ditayangkan, konfirmasi lanjutan akan terus diupayakan, termasuk kepada pimpinan JNT pusat, demi menjaga prinsip perimbangan dalam pemberitaan @Zen Adebi.

Barang Hilang, Konsumen Ancam Tempuh Jalur Hukum: JNT Cargo Dituding Tak Profesional

BuwanaNews Pangkalpinang – Di tengah meningkatnya aktivitas pengiriman barang, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih jasa ekspedisi. Salah satu kasus yang menimbulkan kekecewaan datang dari Tiara, seorang pelanggan JNT Cargo Pangkalpinang, yang mengaku mengalami kerugian akibat hilangnya sebagian barang yang dikirimkannya.

“Barang berupa sparepart mesin yang saya kirimkan tidak sampai seluruhnya. Dari empat nozle yang dikirim, hanya tiga unit yang diterima di gudang JAT JNT Jakarta. Padahal saya sudah membayar penuh jasa pengirimannya,” ungkap Tiara dengan nada kecewa kepada awak media.

Saat dikonfirmasi langsung di kantor JNT Pangkalpinang pada Selasa, 6 Mei 2025, seorang admin bernama Yoga membenarkan adanya laporan kehilangan barang tersebut.

“Barang masih dalam proses pencarian. Diduga hilang di gudang JAT JNT Jakarta,” jelas Yoga.

Namun ketika ditanya kapan kepastian mengenai penemuan barang itu bisa diberikan, pihak JNT belum dapat memberikan tenggat waktu. β€œKalau untuk waktunya, kami belum bisa pastikan karena masih dalam proses pencarian,” ujarnya.

Yoga menambahkan bahwa pelanggan dapat mengajukan klaim untuk penggantian jika barang tidak ditemukan dalam batas waktu tertentu. Sayangnya, ketika ditanya mengenai prosedur klaim dan berapa lama proses penggantian bisa berlangsung, pihak JNT tidak bisa memberikan kepastian.

“Kami hanya mengikuti SOP pusat. Untuk penggantian, itu nanti ada proses dari Jakarta,” kata Yoga, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Kekecewaan juga datang dari Kevin, suami Tiara, yang menilai JNT Cargo tidak profesional dalam menangani keluhan pelanggan.

β€œSudah banyak yang komplain tentang pelayanan mereka. Kami merasa sangat dirugikan. Mereka tidak bisa memberikan garansi atau kepastian. Jika tidak ada itikad baik dari pihak JNT, kami siap menempuh jalur hukum dan melaporkannya ke pihak kepolisian,” tegas Kevin.

Saat awak media mencoba meminta klarifikasi lebih lanjut dengan menemui kepala cabang JNT Cargo Pangkalpinang, Yoga mengatakan bahwa kepala cabang tidak berada di Pangkalpinang.

β€œUntuk kepala cabang ada di Palembang, bukan di sini,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah awak media bisa diberikan nomor kontak kepala cabang untuk mendapatkan konfirmasi langsung, Yoga kembali mengelak.

β€œMaaf, saya juga tidak punya nomor handphonenya,” katanya singkat.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih jasa ekspedisi, terutama saat mengirimkan barang-barang bernilai tinggi. Kepastian, profesionalitas, dan perlindungan terhadap konsumen seharusnya menjadi prioritas utama dalam layanan pengiriman barang@ Zen Adebi (KBO Babel).

Sajadah Fajar Semarakkan Kampung Melintang: Dari β€œTexas” Jadi Basis Dakwah

BuwanaNews PANGKALPINANG β€” Semangat dakwah kembali menggema di Kampung Melintang, Pangkalpinang, melalui program Sajadah Fajar (SAFAR) yang digelar pada Minggu pagi, 4 April 2025, di Masjid Al-Huda. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda rutin unggulan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memakmurkan masjid dan membina umat.

Hadir sebagai penceramah utama, Ustaz Prof. Rusydi Sulaiman, Dekan Fakultas Dakwah IAIN Syekh Abdurrahman Siddiq, mengangkat tema sejarah dakwah di Pangkalpinang. Dalam ceramahnya, ia menyinggung transformasi Kampung Melintang yang dahulu dikenal sebagai kawasan β€œTexas” β€” istilah lokal untuk wilayah dengan tingkat kerawanan sosial tinggi.

β€œAlhamdulillah, sekarang Kampung Melintang telah bertransformasi menjadi kawasan yang kondusif dan menjadi basis dakwah yang aktif,” ujar Prof. Rusydi. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan kegiatan keagamaan sebagai benteng moral masyarakat.

Prof. Rusydi juga memberikan apresiasi terhadap peran para tokoh lokal dalam perubahan sosial tersebut, termasuk almarhum Guru Hormen Madatti β€” seorang mualaf sekaligus penggerak Masjid Permuthi β€” yang dikenal karena dedikasinya dalam membina masyarakat secara spiritual dan sosial.

Ia turut menyoroti kontribusi lembaga pendidikan Islam dalam sejarah dakwah setempat, seperti Sekolah Setia Utama (kini AIAI/Al Islamiah Al Ibtidaiyah), serta keterkaitannya dengan lembaga pendidikan di Sungai Selan.

Tak hanya itu, kawasan Khorkop β€” pemakaman Tionghoa β€” juga disebut dalam konteks dinamika sosial masyarakat masa lalu. Menariknya, Prof. Rusydi mencatat tidak ditemukannya kawasan β€œKampung Belanda” di Pangkalpinang, berbeda dari pola permukiman kolonial di bekas wilayah koloni Inggris.

Sementara itu, mewakili DMI Provinsi, Ketua Bidang Dakwah Ustaz Zulfikar menyampaikan bahwa program SAFAR merupakan bagian dari ikhtiar untuk menghidupkan kembali semangat berjamaah, khususnya di waktu-waktu utama seperti Subuh.

β€œKita ingin masjid menjadi rumah bersama yang terbuka untuk semua, tempat belajar, berdiskusi, dan membangun semangat kebersamaan dalam bingkai Islam yang rahmatan lil β€˜alamin,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan sajian ringan dari pengurus Masjid Al-Huda. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menandai keberhasilan program SAFAR dalam memperkuat ikatan spiritual dan sosial masyarakat Kampung Melintang@Zen Adebi.

Antara titik nol dan Nafsu ingin berkuasa

Oleh : Achmad Ferdy Firmansyah

BuwanaNews Pangkalpinang, Jum’at, 02 Mei 2025.Secangkir kopi hangat dan kue pagi ini ternyata tak biasa nya terasa nikmat ketika birahi untuk ingin berkuasa terus di gaungkan oleh mantan walikota dengan narasi seolah – olah Pangkalpinang ( PGK) ” Kota beribu Senyuman ” tidak boleh berganti atau kembali menjadi Kota ” Berarti ” Pangkalpinang sebagai Kota ” Pangkal kemenangan ” .

Artikulasi serta makna tersirat dari Kota Berarti sebagai kota “Pangkal Kemenangan ” sejati nya sudah tertanam secara turun temurun disanubari mayoritas masyarakat yang hidup di kota , maka dari itu ketika upaya kepala daerah ingin merubah artikulasi dan makna dari kota Pangkalpinang sebelumnya merasakan pukulan telak tak terlihat meskipun berdiri sendiri di atas ring pada kontestasi pilkada kemarin .

Hak memilih dan di pilih memang melekat di setiap warga negara dalam konteks negara yang menjunjung Demokrasi ,namun Hak untuk dipilih pun tidak layak di perjuangkan jika “Alam tidak berkehendak” atau mayoritas ( 50 + 1 ) sudah tidak merestui nya.

Seperti hangatnya secangkir kopi yang di seruput penulis begitu pula masih hangatnya peristiwa kemenangan kotak kosong yang merepresentasikan dominasi masyarakat terhadap ” Incumbent” yang berhasil menyingkirkan arogansi keserakahan ” Calon Tunggal” beserta para Elit Partai Politik yang mempertonton kan transaksional politik ” Dagang sapi ” untuk keuntungan segelintir orang sehingga mengabaikan harapan orang banyak saat itu dalam menghadirkan beberapa calon kepala daerah yang ideal sesuai selera masyarakat.

Konstitusi jelas mengatur bahwa pemenang pada kontestasi Pilkada akan menduduki posisi sebagai Kepala Daerah tetapi esensi dari ” Kepala Daerah ” itu merupakan akumulasi dari mayoritas kepercayaan publik yang di tunjukkan melalui pencoblosan.

Andai kata penulis dalam kondisi sudah tidak mendapatkan dari kepercayaan publik secara mayoritas pada saat menjadi ” Calon Tunggal” pada kontestasi kemarin , secara manusiawi yang berakal sehat pasti akan mencari Hikmah di balik peristiwa tersebut dan menahan diri dari nafsu kekuasaan.

Masyarakat awam bisa membedakan antara gagal / kalah itu adalah ” kemenangan atau kesuksesan yang tertunda ” apabila ada kompetitor dalam berkontestasi seperti Presiden RI Prabowo Subianto yang pernah kalah 3 kali atau Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani yang pernah kalah sebelumnya . Sedangkan Calon Tunggal yang kalah tanpa kompetitor itu bukan lah sebuah “Kemenangan yang tertunda ” namun sebuah hukuman dari Alam dan penduduknya karena Birahi kekuasaan sudah bisa dirasakan bagi masyarakat yang memiliki akal sehat dan nurani yang tercerah kan dalam menentukan pilihan Kepala Daerah yang berintegritas dan berkualitas demi menuju kesejahteraan hidup masyarakat yang adil dan makmur .

Titik nol Kota Pangkalpinang sejati nya menjadi domain harapan dan cita – cita masyarakat menghadirkan Sosok Kepala Daerah yang Baik dan Bersih bukan dijadikan ajang atau tempat dalam mempertontonkan nafsu birahi akan haus kekuasaan karena historikal Kota Pangkalpinang itu menjadi ” Titik Nol ” Pangkal kemenangan Diplomasi di perjanjian Roem – Royen dan Konferensi Meja Bundar dari para pendiri Bangsa melawan kolonial ( penjajahan) yang haus akan kekuasaan dalam merampas sumber kekayaan masyarakat setempat.

“Kotak Kosong Menang: Kritik Sunyi Rakyat dan Krisis Demokrasi Partai Politik”

Oleh : Eddy Supriadi

BuwanaNews β€œKadang rakyat tidak berteriak, tapi sikapnya tegas: mereka mencoblos kosong.”

Fenomena kotak kosong menang dalam pemilihan kepala daerah bukanlah keanehan demokrasi, melainkan teguran kolektif rakyat kepada elite politik dan partai yang makin menjauh dari denyut aspirasi masyarakat. Ketika calon tunggal tumbang oleh pilihan kosong, itu bukan sekadar hasil teknis, tetapi protes konstitusional terhadap dominasi, kejumudan, dan arogansi kekuasaan lokal.

Sejarah telah mencatat peristiwa serupa: Makassar 2018,Kab.Bangka, Pangkalpinang 2024. Polanya samaβ€”rakyat disodori satu nama, lalu diberi harapan untuk memilih atau menolak. Dan mereka menolak.

Gagalnya Fungsi Seleksi Partai

Dalam sistem demokrasi, partai politik adalah gerbang utama rekrutmen pemimpin. Sayangnya, dalam banyak kasus, partai justru menjadi gerbang yang tertutup rapat bagi kader-kader alternatif. Proses pencalonan kepala daerah bukan lagi pertarungan ide dan gagasan, tapi negosiasi elektabilitas, loyalitas elite, atau kedekatan finansial.

Partai gagal melakukan uji publik. Yang tampil di kertas suara hanyalah figur yang kuat secara struktur, tapi lemah secara legitimasi.

Jika partai kembali mencalonkan kandidat yang sudah kalah dari kotak kosong, maka kita sedang menyaksikan absurditas politik: demokrasi yang menolak belajar, dan elite yang menolak kalah.

Dampak Yuridis dan Pemborosan Anggaran

Kemenangan kotak kosong memicu pilkada ulang, yang menelan anggaran miliaran rupiah dari APBD dan APBN. Padahal, kekalahan itu bisa dicegah jika partai membuka ruang kompetisi sehat sejak awal. Undang-Undang No. 10 Tahun 2016 memang memberi ruang bagi calon tunggal, namun secara moral-politik, rakyat tidak bisa dipaksa mencintai satu-satunya pilihan.

Biaya pilkada ulang adalah ongkos dari keputusan sempit partai.

Demokrasi Bukan Sekadar Formil

Secara filosofis, demokrasi tidak sekadar memberi kertas suara, tapi menghadirkan pilihan bermakna. Saat rakyat lebih memilih “kosong” daripada calon yang ditawarkan, itu artinya demokrasi prosedural telah kehilangan ruh substantifnya. Kedaulatan rakyat justru tampak saat mereka menolak.

Ini bukan tentang apatisme, tapi tentang perlawanan diam.

Rekomendasi: Saatnya Evaluasi Sistem Pilkada Langsung

Dalam salah satu pidatonya, Presiden Prabowo sempat melempar gagasan penting: perlu dipikirkan kembali pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Sebuah ide yang barangkali belum populer, namun patut dikaji secara serius di tengah mahalnya ongkos demokrasi langsung dan meningkatnya fragmentasi politik lokal.

Pilkada langsung telah membuka ruang partisipasi, tapi juga menyisakan celah besar bagi kooptasi, populisme, dan pemborosan.

Jika partai tetap gagal menjadi penyaring aspirasi rakyat, maka alternatif melalui DPRD bisa menjadi langkah transisional untuk menjaga efisiensi, akuntabilitas, dan kestabilan pemerintahan lokal, dengan syarat penguatan etika politik dan transparansi DPRD sebagai lembaga representatif.

Penutup: Jangan Abaikan Suara Kosong

Kotak kosong menang adalah sinyal keras bahwa rakyat tidak bisa ditipu dengan prosedur demokrasi yang semu. Jika partai tetap buta, maka kita akan kembali melihat panggung kosong yang disambut sorak kecewa.

Demokrasi lokal harus kembali ke semangatnya: memihak rakyat, bukan elite. Karena dalam demokrasi, kekuasaan sejati lahir bukan dari pencalonan, tapi dari kepercayaan.

Pilkada Ulang: Harga Mahal dari Kepicikan Politik Partai

BuwanaNews Hari ini, publik dihadapkan pada kenyataan pahit: digelarnya pemilihan kepala daerah (Pilkada) ulang di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang. Ini bukan sekadar agenda politik yang diulang, tapi sebuah ironi besarβ€”karena terjadi di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang megap-megap. APBD yang semestinya digunakan untuk membiayai pendidikan, kesehatan, dan layanan publik, kini harus dialihkan untuk membayar ongkos dari kesalahan politik yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Pangkalpinang misalnya, harus merogoh sekitar Rp35 miliar dari APBD untuk membiayai Pilkada ulang. Dan lebih menyakitkan lagi, anggaran sebesar ini harus dikeluarkan karena partai-partai politik secara kompak memilih jalan pintas dengan mendukung pasangan calon tunggal. Keputusan yang tidak hanya pragmatis, tapi juga kerdil secara moral dan melukai nilai-nilai demokrasi. Mereka menutup ruang kompetisi, mematikan harapan rakyat, dan mencederai proses demokrasi yang sehat.

Padahal, demokrasi adalah soal pilihan. Ketika rakyat dipaksa memilih tanpa pilihan, maka sejatinya itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap suara publik. Maka tak heran ketika rakyat memutuskan untuk memilih kotak kosong. Itu bukan ketidaktahuan, itu adalah perlawanan. Sebuah pesan keras bahwa rakyat sudah muak dengan politik akal-akalan. Dan akhirnya kotak kosong menang.

Yang lebih ironis, setelah semua ini terjadi, para elite partai bukannya bertanggung jawab, malah saling cuci tangan. Pemerintah daerah dibiarkan kelimpungan mencari dana. Pemerintah pusat pun kabarnya menyatakan tak bisa membantu dan menyerahkan seluruh pembiayaan kepada APBD. Lalu, ke mana para petinggi partai yang kemarin begitu bersemangat mengatur pencalonan?

Para pimpinan DPRD yang juga berasal dari partai politik tidak boleh diam. Mereka harus turun tangan melobi pusat. Mereka harus menggunakan jaringan partainya bukan hanya untuk kepentingan elektoral, tetapi untuk menyelamatkan daerah dari kebangkrutan akibat kesalahan kolektif politik mereka sendiri. Ini tanggung jawab moral dan konstitusional, bukan sekadar formalitas jabatan.

Dan ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua partai politik: berhentilah membuat keputusan sempit dan elitis yang hanya menguntungkan segelintir elite. Jangan lagi menutup ruang demokrasi hanya karena seorang kader tidak punya kekuatan finansial. Berapa banyak kader tulus dan berintegritas yang telah membesarkan partai, namun disingkirkan hanya karena tak mampu β€œmembeli perahu”? Demokrasi bukan barang dagangan, dan rakyat bukan komoditas suara.

Hari ini, perlawanan rakyat tidak berhenti pada kotak kosong. Kini mulai muncul gelombang baru dengan hadirnya calon perseorangan (non-partai) yang mencoba melawan hegemoni politik uang dan kartel partai. Mereka tengah berjuang melampaui berbagai rintangan administratif yang rumit, aturan yang ketat, dan tahapan verifikasi faktual yang seolah dibuat untuk menggagalkan. Jalan mereka sangat berat, nyaris tak masuk akal untuk bisa lolos. Tapi mereka tetap berjuangβ€”bukan demi kekuasaan, tapi demi harga diri rakyat.

Calon independen ini adalah simbol perlawanan terhadap dominasi partai politik yang selama ini merasa tak tergantikan. Mereka hadir membawa pesan bahwa demokrasi tak boleh dimonopoli. Bahwa ketika rakyat bersatu, maka perubahan bukan lagi harapan kosongβ€”tetapi keniscayaan yang akan datang, cepat atau lambat.

Cukuplah rakyat menjadi korban dari manuver partai yang elitis dan oportunis. Jangan lagi demokrasi dikerdilkan menjadi transaksi. Jika partai terus abai terhadap suara rakyat, maka gerakan rakyat akan menemukan jalannya sendiri. Dan saat itu tiba, bukan hanya kotak kosong yang akan menang, tapi seluruh sistem lama akan ditantang oleh kekuatan baru, yaitu, kekuatan rakyat.

Rakyat sudah bangkit. Jangan anggap mereka bodoh.

Penulis : Muhamad Zen

Tentang Penulis:

Muhamad Zen adalah wartawan yang mengaku lulus dari Universitas Gunung Maras (UGM) , Fakultas Ilmu Politik Perkeliruanβ€”kampus fiktif yang tak masuk data Dikti. Ia dikenal sebagai mahasiswa abadi yang lebih sering nongkrong daripada kuliah, tapi justru dari sanalah ia paham bahwa politik kita sering lebih mirip drama absurd ketimbang tata kelola negara.

Menurut Zen, melihat elite parpol yang cuek terhadap beban APBD seperti menyaksikan dosen killer yang pura-pura tidak tahu mahasiswa belum makan tiga hari. Bedanya, kalau mahasiswa bisa ngutang di warteg, APBD tidak bisa. Jadi, kalau tulisan ini bikin Anda tersindir atau tersedak, silakan koreksiβ€”tapi jangan banting HP, karena harganya lebih mahal dari janji politik.

Catatan Redaksi:

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Isi narasi opini ini sepenuhnya tanggung jawab penulis. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan atas penyajian artikel ini, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita sanggahan/koreksi kepada redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sanggahan dapat dikirimkan melalui email atau nomor WhatsApp redaksi seperti tertera pada box Redaksi.