Safari Ramadhan DMI Babel : Berbagi Kebahagiaan Di Masjid Nurul Ittihad Tuatunu

BuwanaNews Pangkalpinang – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bangka Belitung kembali menggelar kegiatan sosial dalam rangka Safari Ramadhan dengan membagikan paket sembako kepada marbot Masjid Nurul Ittihad, Kelurahan Tuatunu, Kota Pangkalpinang, Senin (24/3/2025).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk ceramah agama, salat tarawih, dan pembagian sembako ini mendapat sambutan hangat dari jamaah, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat. Dalam tausiyahnya, KH. Jaelani mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan meningkatkan ibadah.

“Malam-malam akhir ini jangan sampai disia-siakan. Sebaiknya diisi dengan amalan ibadah, terutama salat dan membaca Al-Qur’an. Jangan lupa pula untuk memperbanyak sedekah,” ujarnya di hadapan puluhan jamaah yang hadir.

Ketua DMI Bangka Belitung, HM. Rasyid Ridho, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi jamaah dan pengurus masjid.

“Untuk jamaah dan marbot, kami bagikan paket sembako. Sementara bagi pengurus masjid, kami berikan pembekalan serta kiat-kiat agar masjid semakin makmur,” jelasnya.

Ketua Masjid Nurul Ittihad, Zulhadi, turut mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar program serupa terus berlanjut dengan skala yang lebih besar.

“Terus terang kami sangat terbantu dengan acara seperti ini. Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa diperluas dengan lebih banyak donatur agar bantuan yang diberikan semakin meluas,” ujarnya.

Safari Ramadhan DMI Babel ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap para marbot dan jamaah, sekaligus upaya mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadhan.

Selain pembagian sembako dan pembekalan kepada pengurus masjid, Safari Ramadhan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara DMI Babel dengan masyarakat setempat. Kehadiran para tokoh agama dan masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan keagamaan seperti ini.

Salah satu marbot masjid, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh DMI Babel. Baginya, bantuan sembako ini sangat berarti, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

“Kami para marbot sering kali luput dari perhatian, padahal tugas kami memastikan masjid tetap bersih dan nyaman bagi jamaah. Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu dan memberikan semangat bagi kami,” ujarnya dengan penuh haru.

DMI Babel sendiri berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa di berbagai masjid lainnya di Bangka Belitung. Menurut HM. Rasyid Ridho, program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan umat.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan. Kami berharap masjid-masjid di Babel semakin makmur dan menjadi tempat yang semakin hidup bagi umat Islam,” pungkasnya.

Dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, Safari Ramadhan DMI Babel di Masjid Nurul Ittihad Tuatunu menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan solidaritas umat Islam semakin kuat di bulan suci ini@ Zen Adebi.

Bukber DMI Bangka Belitung : Mempererat Ukhuwah, Memperkuat Dakwah

BuwanaNews Bangka Belitung-Untuk mempererat ukhuwah dan kebersamaan, pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bangka Belitung menggelar acara berbuka puasa bersama pada Rabu, 19 Maret 2026. Acara ini dihadiri oleh Dewan Penasehat (Musytasar), pengurus harian, serta pengurus dari berbagai departemen dalam organisasi.

H. Saviat, salah satu anggota Musytasar DMI Babel, menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah. “Silaturahmi seperti ini harus rutin dilakukan karena sangat bermanfaat, terlebih di bulan suci Ramadan,” ujar H. Saviat, yang akrab disapa Bang Saviat.

Sementara itu, Ust. Zuhri berharap agar seluruh pengurus DMI Babel senantiasa menjaga kekompakan. “Saat ini, DMI sudah dikenal masyarakat sebagai organisasi yang aktif dalam bidang dakwah, sosial, serta membimbing DKM masjid agar lebih memahami tata kelola masjid dengan baik,” ujarnya.

Ketua DMI Bangka Belitung, Ust. HM. Rasyid Ridho, S.Ag., yang juga menjadi inisiator acara ini, menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan program-program organisasi. “Ukhuwah adalah modal utama dalam keberhasilan dakwah. Namun, sebagai pengurus, kita juga harus tetap memperhatikan keseimbangan antara aktivitas organisasi dan tanggung jawab dalam keluarga. Jangan sampai karena terlalu sibuk berorganisasi, rumah tangga menjadi berantakan,” ungkapnya sembari berkelakar tentang istilah “PKK” (Pulang Kena Keruce), yang disambut tawa oleh para pengurus.

Ketua panitia acara, Bpk. Muhammad Tanggung, M.Si., membuka diskusi bagi para pengurus untuk menyampaikan gagasan terkait berbagai isu, mulai dari tata kelola sumber daya alam (SDA) timah yang mencapai 300 triliun, kondisi perekonomian yang sedang tidak stabil, hingga program-program DMI ke depan, termasuk pembahasan mengenai Tunjangan Hari Raya (THR). Diskusi ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan keterbukaan.

Acara ditutup dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan@ Zen Adebi.

DMI Babel Safari Ramadhan : Berbagi dan Memakmurkan Masjid

BuwanaNews Pangkalpinang-Dalam rangka Safari Ramadan 1446 H (Safar Akbar) pada 23 Maret 2025, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Babel menggelar program DMI Peduli & DMI Berbagi di Masjid Baitul Hasanah, Air Mawar, Bukit Intan, kota Pangkalpinang.

Ketua Masjid Baitul Hasanah, Ustaz Agus Haryanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan silaturahmi rombongan DMI Babel. “Kami merasa senang didatangi oleh kawan-kawan dari DMI Babel pada subuh hari Ahad ini. Mudah-mudahan pertemuan ini berkelanjutan dan semakin memakmurkan masjid kami dengan bertambahnya jemaah yang datang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Safar, Ustaz Haris, menjelaskan bahwa DMI memiliki motto “Memakmurkan & Dimakmurkan oleh Masjid”. Oleh karena itu, DMI Babel terus menjalankan program unggulan DMI Peduli & DMI Berbagi, yang selalu dinantikan masyarakat. Ia mengajak Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) untuk melanjutkan program ini dengan menggandeng para dermawan di sekitar masjid agar turut berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. “Dengan demikian, masyarakat akan merasa diperhatikan, semakin senang datang ke masjid, dan mencintai rumah ibadah ini,” kata Ustaz Haris, yang juga merupakan seorang pengusaha UMKM di Pangkalpinang.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Rasyid Ridho mengingatkan para jemaah untuk tetap istiqomah dalam memakmurkan masjid, terutama di bulan Ramadan. “Isi bulan Ramadan ini dengan ibadah yang maksimal. Tingkatkan terus keimanan agar puasa kita benar-benar berkualitas, sehingga cita-cita menjadi orang bertakwa dapat tercapai,” pesannya.

Di akhir acara, Ustaz Ridho, yang juga Ketua DMI Babel sekaligus pengusaha travel umrah dan haji, bersama pengurus lainnya membagikan jam dinding dan puluhan paket sembako kepada marbot Masjid Baitul Hasanah serta puluhan orang jemaah mustahik di sekitarnya. Paket sembako ini merupakan hasil kerja sama DMI dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung. “Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat yang saat ini benar-benar membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak,” tutup Ustaz Ridho.

Selanjutnya, pada 24 Maret 2025, DMI Babel akan melanjutkan kegiatan safari Ramadan ke Masjid Nurul Ijtihad, dekat perumahan Raskin, Kota Pangkalpinang.

Selain itu, DMI Babel juga dijadwalkan akan mengunjungi masjid-masjid lain di berbagai wilayah di Bangka Belitung dalam rangkaian Safari Ramadan 1446 H, dengan harapan semakin banyak umat Islam yang mendapatkan manfaat dari program ini@Zen Adebi.

Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Maraknya Tambang Timah Ilegal Di Bangka Belitung?

Opini

Latar Belakang

BuwanaNews Bangka Belitung telah lama dikenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar di dunia. Sejak era kolonial, sumber daya alam ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah, memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat setempat. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, fenomena tambang timah ilegal semakin mengkhawatirkan. Aktivitas tanpa izin ini menyebar luas, merambah kawasan hutan lindung, pesisir pantai, hingga zona tangkap nelayan. Dampaknya? Kerusakan lingkungan yang kian parah, terganggunya ekosistem laut, serta konflik sosial yang terus membayangi kehidupan warga.

Faktor yang memicu maraknya tambang ilegal ini cukup kompleks. Di satu sisi, permintaan global terhadap timah terus meningkat, terutama dari industri elektronik yang membutuhkan bahan ini dalam jumlah besar. Di sisi lain, keterbatasan lapangan pekerjaan membuat banyak orang melihat pertambangan sebagai jalan pintas untuk mendapatkan penghasilan. Apalagi, sektor ini memang menjanjikan keuntungan yang cepat dibandingkan sektor lain seperti perkebunan atau perikanan.

Namun, ada satu faktor lain yang tak kalah penting: lemahnya pengawasan dan penegakan hukum. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di balik maraknya tambang ilegal, ada jaringan yang lebih luas yang memungkinkan praktik ini terus berlangsung.

Menelusuri Akar Masalah

Jika ditelusuri lebih dalam, peran PT Timah sebagai pemegang izin resmi pertambangan dari negara menjadi sorotan utama. Sebagai perusahaan yang diberi mandat untuk mengelola tambang timah secara legal, PT Timah seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan industri ini. Namun, faktanya, tambang ilegal justru berkembang pesat di sekitar wilayah izin usaha pertambangannya (IUP).

Ada beberapa hal yang membuat situasi ini semakin pelik. Dari sisi operasional, alat produksi PT Timah ternyata kurang kompetitif jika dibandingkan dengan alat buatan diluar PT Timah. Sebagai contoh, Ponton Isap Produksi (PIP) buatan PT Timah dengan harga 250 juta per unit gagal bersaing dengan PIP buatan masyarakat, yang hanya terbuat dari kayu dan drum plastik.

Hal ini diperparah dengan tingginya biaya operasional, seperti bahan bakar dan perawatan alat, yang membuat PT Timah semakin sulit bertahan secara ekonomi. Untuk mengatasi hal ini, PT Timah membuka skema kerja sama dengan pihak ketiga guna menekan biaya produksi. Sayangnya, mekanisme ini justru membuka celah bagi tambang ilegal untuk semakin berkembang.

Jika kita melihat realitas di lapangan, ada sebuah ironi yang sulit untuk diabaikan. PT Timah memiliki wewenang penuh dalam mengelola pertambangan legal, namun di saat yang sama, bijih timah dari tambang ilegal justru banyak yang masuk ke dalam rantai distribusi. Tak jarang, timah hasil tambang ilegal ini akhirnya ditampung oleh perusahaan-perusahaan mitra PT Timah untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Mencari Tanggung Jawab

Dalam kondisi seperti ini, muncul pertanyaan besar: siapa yang seharusnya bertanggung jawab?

Tentu saja, masalah ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih. PT Timah, sebagai entitas yang diberi mandat oleh negara, memegang peran penting dalam mengelola industri timah secara berkelanjutan. Namun, tanpa pengawasan yang ketat dan strategi pengelolaan yang lebih baik, justru ada celah yang dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk menjalankan tambang ilegal.

Selain itu, ada indikasi bahwa pembiaran terhadap tambang ilegal bukan sekadar akibat kelalaian, tetapi juga karena adanya kepentingan tertentu. Bagi sebagian pihak, keberadaan tambang ilegal bisa menjadi sumber keuntungan tersendiri. Praktik β€œkoordinasi” dan perlindungan terhadap tambang ilegal menjadi hal yang banyak diperbincangkan di masyarakat, meskipun sulit untuk dibuktikan secara gamblang.

Di sisi lain, para pekerja tambang rakyat yang terlibat dalam aktivitas ini sering kali hanya menjadi bagian kecil dari rantai bisnis yang lebih besar. Mereka bekerja dengan risiko tinggi, sementara keuntungan besar justru mengalir ke pihak yang memiliki akses dan kendali terhadap pasar.

Refleksi

Jika PT Timah mampu mengelola wilayah izin pertambangannya dengan lebih baik dan bersinergi dengan penegak hukum yang berintegritas, persoalan tambang ilegal seharusnya bisa ditekan. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa tambang ilegal masih terus beroperasi dengan leluasa.

Lalu, mengapa ini bisa terjadi?

Apakah karena lemahnya pengawasan? Apakah karena ada pihak yang diuntungkan dari situasi ini? Ataukah karena tambang ilegal telah menjadi bagian dari sistem ekonomi yang sulit untuk diberantas tanpa solusi yang lebih baik?

Pada akhirnya, jawaban dari pertanyaan ini mungkin tidak perlu disampaikan secara langsung. Cukup dengan melihat bagaimana tambang ilegal tetap berjalan, siapa yang diuntungkan, dan siapa yang dirugikan. Maka, kita akan tahu sendiri ke mana arah jari seharusnya menunjuk.

Yang jelas, tambang ilegal ini mirip seperti hujan di Pangkalpinang belakangan ini, tak kunjung reda, susah ditebak, dan selalu membawa genangan masalah.

Oh ya, ngomong-ngomong soal genangan, THR yang ditunggu-tunggu juga belum cair. Mungkin nasibnya sama dengan penegakan hukum kita, rajin dijanjikan, tapi entah kapan benar-benar turun.

Tentang Penulis

Muhamad Zen Aktivis muda Bangka Belitung, alumni Universitas Gunung Maras (UGM), Fakultas Ilmu Hukum Perkeliruan. Hobi menulis, meski kadang tulisannya agak nyeleneh, tapi tetap PD dan nekat untuk diterbitkan. Beberapa orang bilang opininya tajam, sebagian lain bilang cuma cocok untuk bahan obrolan di warung kopi.

Pria ganteng alumni UGM kelahiran Lubuk Besar pada 12 Mei 1980 ini, punya kebiasaan aneh, makin larut malam, makin lancar menulis. Mungkin efek samping kebanyakan ngopi. Tapi tak apa, selama masih ada yang membaca, ia akan terus berceloteh tentang politik, kritik sosial, dan hal-hal lain yang mungkin hanya Tuhan dan dirinya sendiri yang benar-benar paham.

Catatan Redaksi :

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Isi narasi opini ini di luar tanggung jawab Redaksi, apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dalam penyajian artikel, opini atau pun pemberitaan tersebut diatas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan atau koreksi kepada redaksi media kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan ayat (12) undang-undang No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Berita Sanggahan dan atau opini tersebut dapat dikirimkan ke redaksi media kami melalui email atau nomor whatsapp seperti yang tertera di box Redaksi.

Melepas Rindu Di Bulan Ramadhan : Warga Binaan Lapas Bukit Semut Bertemu Keluarga

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Buka Bersama Di Lapas Bukit Semut : Momentum Refleksi Dan Penguatan Iman

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Hangatnya Ramadhan Di Lapas Bukit Semut : Silahturahmi, Tausiyah Dan Kebersamaan

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Ramadhan Di Balik Jeruji : Warga Binaan Dan Petugas Lapas Bukit Semut Gelar Buka Puasa Bersama

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Buka Puasa Bersama Di Lapas Bukit Semut : Membangun Kebersamaan Dan Harapan

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka mempererat silaturahmi antara warga binaan dan petugas, Lapas Bukit Semut Kelas IIB Sungailiat menggelar acara buka puasa bersama pada Sabtu, 22 Maret 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala BNN Kabupaten Bangka Hariyansyah serta perwakilan media, termasuk Pimpinan Umum dan Pimpinan Redaksi Buwana Eksklusif News.

Kepala Lapas Bukit Semut, Ary Nirwanto, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan kekeluargaan antara warga binaan dan keluarganya, sehingga mereka dapat melepas rindu dalam suasana Ramadan yang penuh berkah. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi surat edaran Dirjen Pemasyarakatan yang menganjurkan adanya buka puasa bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) guna membangun kebersamaan dan keharmonisan di dalam lapas.

Acara ini semakin khidmat dengan adanya tausiyah dari Ustaz Jaja Sulaeman, yang dalam ceramahnya mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Ia mengajak seluruh hadirin untuk meningkatkan amal ibadah dan memanfaatkan momen ini sebagai ajang refleksi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagi para warga binaan, buka puasa bersama ini menjadi kesempatan berharga untuk bertemu keluarga dan merasakan suasana Ramadan yang hangat. Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu keluarga dalam suasana Ramadan seperti ini. Momen seperti ini sangat berarti bagi kami, memberikan semangat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.

Kepala Lapas Ary Nirwanto juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini akan terus didorong agar warga binaan tetap merasa menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin menciptakan lingkungan yang kondusif di dalam lapas, di mana warga binaan tetap mendapatkan pembinaan moral dan spiritual. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” jelasnya.

Setelah berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, yang semakin menambah kekhusyukan suasana Ramadan di Lapas Bukit Semut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara warga binaan, keluarga, dan pihak lapas semakin erat, serta memberikan motivasi bagi mereka untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

PENGUMUMAN PERBAIKAN PIPA PECAH DIAMETER 200 MM PDAM SUNGAILIAT

BuwanaNews Sehubungan dengan adanya perbaikan oleh PDAM (Perumda Air Minum Tirta Bangka) maka pihak PDAM mengumumkan adanya hambatan aliran air ke rumah pelanggan.

Oleh itu pihak PDAM melakukan Pemberitahuan kepada Seluruh Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Bangka, kami informasikan bahwa pada hari Senin tanggal 17 Maret 2025, sehubungan dengan adanya Perbaikan Pipa Pecah Diameter 200 MM di Jalan Samratulangi Depan Resto Raja Laut, maka akan ada gangguan pengaliran ke rumah pelanggan.

Wilayah yang terdampak yaitu Kudai, Srimenanti, Jalan Cokroaminoto, Jalan Muhidin, Air Hanyut, Kampung Nelayan dan sekitarnya.

Kami mohon pengertian Anda dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Sumber : Pelayanan Perumda Tirta Bangka