Polemik RSUD Depati Hamzah: Antara Ujaran Kebencian dan Kepentingan di Baliknya

BuwanaNews Kisruh di tubuh RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang terus berlanjut. Penetapan dr. Surya Hafidiansyah sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian menimbulkan pro dan kontra yang semakin ramai diperbincangkan di media sosial maupun platform pemberitaan di Bangka Belitung.

Sejumlah pihak, termasuk masyarakat dan anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, turut memberikan komentar. Salah satunya adalah Rina Tarol, yang mempertanyakan kinerja kepolisian dalam menangani kasus ini. Menurutnya, dr. Surya telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara laporan dugaan malpraktik yang diajukan oleh orang tua Aldo hingga kini belum menemui kejelasan.

Sebagai warga Kota Pangkalpinang, saya mencoba memberikan pandangan mengenai persoalan ini, bukan sebagai ahli, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang ingin melihat masalah ini secara objektif.

Dari sudut pandang saya, polemik ini jelas tidak menguntungkan dunia kesehatan di Kota Pangkalpinang. Salah satu dampak seriusnya adalah potensi terhentinya bantuan alat kesehatan dari pemerintah pusat akibat kisruh yang terjadi.

Perlu diketahui bahwa selain bertugas di RSUP, dr. Surya juga merupakan dokter spesialis jantung di RSUD Depati Hamzah. Namun, isu yang berkembang di balik kasus ini justru mengarah pada narasi bahwa dr. Surya adalah korban karena membongkar dugaan korupsi di RSUD Depati Hamzah.

Jika memang dr. Surya menemukan indikasi korupsi dalam pengadaan alat kesehatan Cath Lab, langkah yang seharusnya diambil adalah membuat laporan resmi kepada aparat penegak hukum (APH), bukan dengan menyebarkan ujaran kebencian di media sosial.

Polemik ini justru merugikan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Jika terus berlanjut, Kementerian Kesehatan bisa saja enggan memberikan bantuan alat kesehatan ke kota ini. Padahal, sebagai ibu kota provinsi, Pangkalpinang seharusnya memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap.

Dalam konteks ini, pengadaan alat Cath Lab di RSUD Depati Hamzah seharusnya dilihat sebagai langkah positif, bukan malah dianggap sebagai saingan bagi rumah sakit lain. Jika alat tersebut tersedia di lebih dari satu rumah sakit, tentu akan lebih menguntungkan masyarakat. Selain itu, idealnya lebih dari satu dokter memiliki kemampuan mengoperasikan alat tersebut, sehingga pelayanan medis tetap berjalan meskipun ada dokter yang berhalangan.

Sebagai langkah strategis, RSUD Depati Hamzah telah mengirimkan dr. Bayu untuk mengikuti pelatihan di Tiongkok agar dapat mengoperasikan alat Cath Lab. Namun, upaya ini justru mendapat penolakan dari dr. Surya, seolah hanya dirinya yang berhak mengoperasikan alat tersebut.

Polemik ini bukan hanya tentang ujaran kebencian, tetapi juga menyangkut kepentingan yang lebih besar, baik bagi dunia kesehatan maupun kebijakan pemerintah dalam meningkatkan fasilitas layanan medis. Jangan sampai kepentingan pribadi atau kelompok menghambat kemajuan sektor kesehatan di Kota Pangkalpinang.

Di sisi lain, kita juga tidak boleh mengabaikan laporan dugaan malpraktik di RSUD Depati Hamzah yang telah diajukan masyarakat dan kini ditangani pihak kepolisian. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai laporan tersebut. Bahkan, salah satu anggota DPRD Babel menuding bahwa kepolisian bergerak cepat dalam menangani kasus ujaran kebencian, sementara laporan dugaan malpraktik terkesan jalan di tempat.

Namun, perlu kita pahami bersama bahwa dalam kasus dugaan malpraktik, pihak kepolisian tidak bisa serta-merta menetapkan seseorang sebagai tersangka. Diperlukan keterangan ahli dari bidang kesehatan untuk menentukan apakah tindakan yang dilakukan masuk dalam pelanggaran kode etik kedokteran atau tidak. Oleh karena itu, sebaiknya kita menunggu hasil investigasi dari tim Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan kepastian yang lebih objektif dan adil.

Jika ada dugaan korupsi, selayaknya diproses melalui jalur hukum yang benar. Dan jika ada kebutuhan peningkatan layanan kesehatan, sebaiknya diupayakan melalui kebijakan yang transparan dan kolaboratif, bukan melalui konflik berkepanjangan.

Opini oleh :

Muhamad Zen

PROMO MENARIK SELAMA BULAN RAMADHAN DI PESONA BAY

BuwanaNews Objek wisata di Kota Sungailiat ini terlihat sangat sepi sejak memasuki Ramadan. Termasuk Pesona Bay
Seperti yang ada di objek wisata lainnya. Terlihat, hanya ada beberapa pengunjung yang keluar masuk dari sejumlah tempat wisata terkenal di Kota Sungailiat ini.

Manager Marketing Pesona Bay, Amirah Nabilah mengatakan, meski memasuki weekend, jumlah kunjungan wisata saat Ramadan mengalami penurunan. Dan hanya beberapa Pengunjung saja yang keluar masuk.

“Biasanya kalau weekend biasa itu lumayan, seperti acara atau event biasanya dari swasta atau organisasi juga, termasuk Glamping juga hanya ada beberapa tenda saja yang disewa oleh pengunjung selama bulan puasa ini sekarang hanya beberapa pengunjung saja,” kata Amira, Sabtu (15/03/2025).

Adapun Promo/Voucher menarik Khusus di bulan Ramadhan termasuk Wahana dan paket Glamping yang hanya berlaku dari tanggal 01 Maret – 24 Maret 2025. Dan tersedia SUNKENBAR dengan konsep Kopi yang disediakan langsung dari Pesona Bay.

“Tapi kondisi sepi ini kita juga menyadari karena masyarakat banyak yang menjalankan ibadah puasa. Mungkin ada yang datang itu non muslim, dan akan ramai kembali seminggu sebelum lebaran Idul Fitri” imbuhnya. Sembari menutup topik pembicaraan kepada awak media.

SUASANA PANTAI TIKUS EMAS DI BULAN RAMADHAN

BuwanaNews Kunjungan wisatawan Pantai Tikus Emas menurun selamaΒ  bulan Ramadhan. Objek-objek wisata di Kota Sungailiat ini terlihat sangat sepi sejak memasuki Ramadan. Seperti yang ada di objek wisata lainnya. Terlihat, hanya ada beberapa pengunjung yang keluar masuk dari sejumlah tempat wisata terkenal di Kota Sungailiat Jelitik ini.

Manager Marketing Tikus Emas, Yuni mengatakan, meski memasuki weekend, jumlah kunjungan wisata saat Ramadan mengalami penurunan.
“Sabtu dan Minggu kemarin sudah masuk puasa itu kunjungan sepi. Biasanya kalau weekend biasa itu lumayan, sekarang hanya beberapa pengunjung saja,” kata Yuni, Sabtu (15/03/2025).

Kunjungan wisata sepi ini diprediksi Yuni akan terjadi selama bulan Ramadan. Kunjungan wisata akan kembali ramai setelah memasuki momen Lebaran.

“Tapi kondisi sepi ini kita juga menyadari karena masyarakat banyak yang menjalankan ibadah puasa. Mungkin ada yang datang itu non muslim,” imbuhnya. Sembari menutup topic pembicaraan kepada awak media.

PERBAIKAN PIPA PDAM DI SUNGAILIAT

BuwanaNews Sungailiat, 15 Februari 2025 Pengumuman Β adanya perbaikan Jembatan Pipa GIV Diameter 150 MM pihak Perumda Tirta Bangka (PDAM), memberitahukan kepada semua pelanggan Perumda Air Minum Bangka ada sedikit gangguan.

Pemberitahuan kepada Seluruh Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Bangka, kami informasikan bahwa sehubungan dengan adanya Perbaikan Jembatan Pipa GIV Diameter 150 MM di Jalan Stasiun 12, maka akan ada gangguan pengaliran ke rumah pelanggan.

Wilayah yang terdampak yaitu Perumahan Permata Agung, Jalan Surya Timur dan sekitarnya.Kami mohon pengertian Anda dan mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan.

Demikian informasi yang didapatkan dari Pihak Perumda Air Minum Bangka,Sabtu (15/02/2025).

Safari Ramadhan Lapas Kelas II B Sungailiat

BuwanaNews Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Bukit Semut Sungailiat,Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka dan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Babel menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) di Pondok Pesantren (Ponpes) Da’ar Muttaqien, Sungailiat, Bangka, Kamis (13/3/2025).

Kepala Pengamanan Lapas Sungailiat,Andri mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi bersama Lapas Sungailiat,BNNK Bangka dan BIN Daerah Babel untuk membantu sesama.

“Diharapkan dapat membantu serta berbagi kebahagiaan dan menunjukkan kepedulian sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat, terutama tokoh agama,” kata Andri melalui rilisnya.

Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi agenda rutin sesuai Program Kerja Kepala BNN RI, Kemenkumham dan Badan Intelijen Negara (BIN).

“Baksos ini ada penyaluran bantuan dari warga binaan Lapas Sungailiat terhadap produk yang dibuat selama menjalani masa hukuman,” ucapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat dukungan dari tokoh-tokoh agama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat pada momentum bulan suci Ramadhan 1446, khususnya dalam upaya pemberantasan peredaran narkoba.

Pengurus Ponpes Da’ar Muttaqien, Ustaz Sadiqi menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh tim.

“Kami sangat berterimakasih atas kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh tim Lapas Kelas II Bukit Semut Sungailiat Kab. Bangka,BNNK Bangka dan BIN Daerah Babel. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah peduli terhadap kesejahteraan para santri,” kata Ustaz Sadiqi.

FASILITAS LAPAS KELAS II B SUNGAILIAT

BuwanaNews Sungailiat – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil DitjenPas) Kepulauan Bangka Belitung, bersama Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sungailiat, melakukan peninjauan lokasi yang direncanakan untuk program Warung Telekomunikasi Khusus (Wartelsus) di Lapas Kelas IIB Sungailiat, Senin, 10 Maret 2025.

Dalam kunjungannya, Kakanwil DitjenPas Babel meninjau kesiapan fasilitas serta infrastruktur yang akan digunakan untuk mendukung program Wartelsus. Program ini bertujuan untuk menyediakan layanan komunikasi yang aman dan terpantau bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sekaligus sebagai upaya mencegah penggunaan alat komunikasi ilegal di dalam lapas.

Kalapas Sungailiat menyampaikan bahwa penerapan Wartelsus ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi serta keamanan komunikasi WBP dengan keluarga mereka. “Kami akan memastikan bahwa fasilitas ini dapat berjalan sesuai regulasi dan memberikan manfaat bagi para warga binaan,” ujarnya.

Selain itu, Kakanwil DitjenPas Babel juga menekankan pentingnya pengawasan yang ketat serta pengelolaan yang baik terhadap fasilitas ini agar dapat berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan adanya program Wartelsus ini, diharapkan WBP dapat tetap berkomunikasi dengan keluarga secara legal dan terpantau, mendukung proses pembinaan yang lebih baik di dalam lapas.

KAKANWIL DITJENPAS SIDAK PEMBUATAN TEMPE DI LAPAS KELAS II B SUNGAILIAT

BuwanaNews Kakanwil DitjenPas Ditemani Kalapas Sungailiat Monitoring Tempat Pembuatan Tempe di Lapas Kelas IIB Sungailiat
Sungailiat, 10 Maret 2025 – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil DitjenPas Bangka Belitung) bersama Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sungailiat melakukan monitoring terhadap kegiatan pembinaan kemandirian warga binaan di Lapas Sungailiat, khususnya di tempat pembuatan tempe.


Dalam kunjungan ini, Kakanwil DitjenPas melihat langsung proses produksi tempe yang dikelola oleh warga binaan, mulai dari perendaman kedelai, fermentasi, hingga tahap pengemasan. Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan agar memiliki keahlian yang dapat digunakan setelah bebas nanti.

“Kami sangat mengapresiasi program pembinaan kemandirian ini. Pembuatan tempe di Lapas Sungailiat tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi dalam penyediaan produk pangan yang berkualitas,” ujar Kakanwil DitjenPas.

Kalapas Sungailiat juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari upaya pemasyarakatan dalam memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat bagi para warga binaan. Selain itu, hasil produksi tempe ini juga telah dipasarkan ke lingkungan sekitar, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga binaan.

Dengan adanya monitoring ini, diharapkan program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIB Sungailiat dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga binaan serta masyarakat luas.

Lapas Sungailiat Berdayakan WBP Melalui Pembinaan Pengolahan Tempe untuk Dukung Ketahanan Pangan

BuwanaNews Sungailiat – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan pemerintah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sungailiat terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu program unggulan yang saat ini dijalankan adalah pelatihan pengolahan tempe sebagai bentuk pembinaan keterampilan dan peningkatan ekonomi mandiri.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali WBP dengan keterampilan wirausaha di bidang pangan, khususnya dalam produksi tempe yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta permintaan pasar yang stabil. Kepala Lapas Sungailiat menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para WBP, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

β€œPelatihan ini memberikan keterampilan praktis yang bisa menjadi bekal bagi WBP setelah bebas nanti. Selain itu, produksi tempe juga dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan lapas maupun masyarakat sekitar,” ujar Kepala Lapas.

Dalam pelaksanaannya, para WBP mendapatkan pelatihan mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi kedelai, hingga teknik pemasaran. Program ini juga melibatkan tenaga ahli yang memberikan pendampingan intensif guna memastikan kualitas produksi yang baik.

Para WBP yang mengikuti pelatihan ini mengaku sangat antusias dan merasa mendapatkan manfaat besar. Salah satu peserta menyampaikan bahwa keterampilan yang diperoleh dapat menjadi peluang usaha di masa depan.

Dengan adanya program ini, diharapkan para WBP tidak hanya memiliki keterampilan baru tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan serta perekonomian masyarakat setelah mereka kembali ke lingkungan sosial.

Lapas Sungailiat berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan yang tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga memberikan dampak positif bagi WBP dan masyarakat luas.

Lapas Sungailiat Berkomitmen Bebas dari Halinar Wujudkan Pemasyarakatan Bersih

BuwanaEksklusifNews Sungailiat – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sungailiat terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari praktik Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba). Sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan integritas, Lapas Sungailiat secara aktif melakukan berbagai langkah strategis untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

 

Kepala Lapas Sungailiat, Ary Nirwanto, menegaskan bahwa upaya pemberantasan Halinar dilakukan secara berkelanjutan melalui razia rutin, peningkatan pengawasan, serta pembinaan kepada warga binaan dan petugas lapas. β€œKami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan handphone, praktik pungli, dan peredaran narkoba. Ini adalah tanggung jawab bersama untuk menjaga integritas dan keamanan,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata komitmen ini, Lapas Sungailiat telah menggandeng aparat penegak hukum, seperti TNI,Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bangka,Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bangka serta intansi terkait lainnya, dalam melakukan pengawasan dan pemeriksaan berkala. Selain itu, pihak lapas juga aktif memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada warga binaan untuk membantu mereka menjalani proses rehabilitasi dengan baik.

Dalam berbagai kesempatan, Lapas Sungailiat juga melakukan sosialisasi kepada petugas lapas guna menanamkan nilai-nilai integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Dengan adanya komitmen yang kuat dan langkah konkret yang terus dilakukan, diharapkan Lapas Sungailiat dapat menjadi contoh dalam mewujudkan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas.

Upaya ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan instansi terkait, yang mendukung langkah Lapas Sungailiat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi warga binaan untuk menjalani masa pembinaan tanpa adanya gangguan dari praktik Halinar.

Dengan semangat kebersamaan dan sinergi, Lapas Sungailiat optimistis dapat terus mempertahankan komitmen ini demi menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih baik dan berorientasi pada pembinaan yang positif.

Profesional PDAM Dalam Pengelolaan Air Minum Tirta Bangka

Buwanaeksklusifnews Menanggapi pemberitaan yang terbit disalah satu media online tentang statement bahwa sumber air baku PDAM keruh,
Kepala PDAM Bangka Abdi Nursahri menjelaskan banyak faktor yang menjadi penyebab keruhnya sumber air baku tersebut, salah satu penyebab yaitu tidak adanya musim penghujan yang membuat tanah dinding kolong bercampur air hujan yang kemudian ikut masuk kedalam kolong sehingga menjadi keruh.

Namun menurut beliau bukan lah itu permasalahan nya dan juga PDAM tidak khawatir terhadap keruhnya sumber air baku. Karena PDAM mempunyai technologi yang canggih untuk membuat air tersebut menjadi jernih, sehingga air yang sampai dan dikonsumsi konsumen tetap jernih dan sterill.

Lebih lanjut dikatakan beliau pihak PDAM memiliki alat WTP (Water Treatment Plan) atau IPA (Instalasi Pengolahan Air) sehingga tetap hasilnya jernih sampai ke konsumen dan pelanggan.

Jadi kepada semua pengguna/konsumen PDAM jangan khawatir tentang hal tersebut, bahwa pihak kami akan bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik kepada semua masyarakat pengguna air PDAM imbuhnya sembari menutup pembicaraan dengan awak media.(04/03/2025)