Stok BBM di SPBU Aman dan tidak ada perubahan harga, Jangan Panik, Polres Bangka dan Polsek Jajaran Intensifkan Patroli dan Pengecekan di SPBU

BuwanaNews Bangka – Polres Bangka bersama Polsek jajaran turun langsung melakukan patroli dan pengecekan ke sejumlah SPBU di wilayah hukum Kabupaten Bangka guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman. Selasa (31/3/2026) malam

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kelangkaan BBM sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar di tengah masyarakat. Personel kepolisian mendatangi SPBU untuk memantau langsung kondisi stok serta situasi di lapangan.

Kapolres Bangka melalui Kasi Humas AKP Era Anggraini menyampaikan bahwa patroli dan pengecekan tersebut merupakan upaya preventif guna menjaga stabilitas pasokan BBM.

β€œKita dari Polres Bangka dan Polsek jajaran melakukan patroli serta pengecekan untuk mengantisipasi ketersediaan stok BBM di SPBU wilayah Kabupaten Bangka,” ujarnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap isu-isu atau berita hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.

β€œTenang, tidak perlu panik. Ketersediaan dan stok BBM di SPBU Kabupaten Bangka dalam kondisi aman dan tidak terdapat perubahan harga, diimbau kepada warga agar tidak panic buying”, jelas AKP Era Anggraini.

Polres Bangka menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan situasi tetap kondusif serta kebutuhan masyarakat terhadap BBM terpenuhi.

Polres Bangka Gelar Penandatanganan Pakta Integritas Casis Bintara/Tamtama Polri TA 2026

 

BuwanaNews Bangka – Polres Bangka menggelar kegiatan penandatanganan Pakta Integritas bagi calon siswa (casis) Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026, sebagai bentuk komitmen mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka dan diikuti oleh para casis yang telah mendaftar serta pihak terkait.

 

Pelaksanaan kegiatan secara terpusat berlangsung di Gedung Tribrata Polda Kepulauan Bangka Belitung, sementara Polres Bangka mengikuti kegiatan tersebut secara virtual melalui Zoom.

 

Dalam arahannya, Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra menegaskan pentingnya integritas dalam setiap tahapan seleksi penerimaan Polri. Ia juga mengingatkan seluruh peserta dan panitia untuk tidak melakukan praktik kecurangan serta menjunjung tinggi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).

 

“Kepada seluruh perserta fan panitia untuk tidak melakukan praktik kecurangan serta menjunjung tinggi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis)”, ujar AKBP Deddy Dwitiya Putra.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah pendaftar casis Bintara dan Tamtama Polri TA 2026 melalui Polres Bangka mencapai 337 orang yang melakukan pendaftaran secara online. Dari jumlah tersebut, sebanyak 306 peserta dinyatakan telah mengikuti tahapan verifikasi.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh rangkaian seleksi dapat berjalan dengan jujur dan adil, serta mampu menghasilkan calon anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas tinggi.

Polres Bangka juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, karena seluruh proses seleksi dilakukan secara terbuka dan tanpa dipungut biaya.

‘Rosidi’ Jalani Pemeriksaan

Bangka Selatan – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Bangka Selatan, Rosidi, terus bergulir.Β  Hari ini, Selasa, (31/03/2026) Rosidi mendatangi Polres Bangka Selatan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait penyerahan data, barang bukti, serta penyampaian kronologi lengkap kejadian yang menimpanya.

Rosidi dalam keterangannya secara rinci kepada penyidik, menerangkan peristiwa penyiraman air keras yang dialaminya. Selain itu, ia juga menyerahkan sejumlah informasi dan data yang dianggap penting untuk membantu proses pengungkapan pelaku.

Kasus ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk LBH Milenial Bangka Tengah Keadilan yang turut mengawal jalannya proses hukum.

Ketua LBH Milenial Bangka Tengah Keadilan, Bung Dodoy, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi dan mengawal kasus ini hingga pelaku benar-benar terungkap.
β€œPeristiwa penyiraman air keras terhadap saudara Rosidi merupakan tindakan kriminal yang sangat keji dan tidak bisa ditoleransi. Kami dari LBH Milenial Bangka Tengah Keadilan meminta aparat kepolisian Polres Bangka Selatan untuk bekerja secara profesional, serius, dan transparan dalam mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian ini,” tegas Bung Dodoy saat ditemui Buana News.Red)

Sat Resnarkoba Polres Bangka Ungkap Kasus Narkotika Berkat Laporan Masyarakat di Media Sosial

 

BuwanaNews Bangka – Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka kembali berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah hukumnya. Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh petugas.

 

Penangkapan dilakukan pada Senin, (30/3/2026) sore, di depan sebuah rumah di Jalan Kenangan, Desa Pemali, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria yang diketahui bernama JU alias AJ (36).

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah menerima laporan warga, petugas Sat Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud. Saat dilakukan penindakan, pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan. Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan yang turut disaksikan oleh Kepala Dusun setempat.

 

Dari hasil penggeledahan, ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Di antaranya 16 paket kecil sabu siap edar, sejumlah potongan sedotan berbagai warna yang diduga digunakan sebagai alat bantu, satu ball plastik klip bening, satu plastik asoy warna hitam, satu unit handphone merek Redmi, serta satu unit timbangan digital merek Camry.

Adapun total berat bruto narkotika jenis sabu yang berhasil diamankan mencapai 5,24 gram.

 

Saat ini, diduga pelaku beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Bangka guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

 

“Atas perbuatannya, diduga pelaku JU alias AJ dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dalam ketentuan terbaru, dengan ancaman hukuman berat”, ujar IPTU Budi Prasetyo

 

Lebih lanjut IPTU Budi Prasetyo mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi, khususnya melalui media sosial, sehingga membantu aparat dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Bangka.

 

“Saya mengimbau kepada masyarakat untuk terus bekerja sama dengan pihak kepolisian demi menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba”, tegas IPTU Budi Prasetyo.

Patroli Gabungan Polres Bangka dan Polsek Merawang Gelar Penertiban dan pembubaran balap liar di jl. Lintas timur Hingga Jembatan Emas

BuwanaNews BANGKA – Satuan Lalu Lintas Polres Bangka bersama personel Polsek Merawang menggelar patroli gabungan guna menertibkan dan membubarkan aksi balap liar serta menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas), Minggu (29/3/2026).

Kegiatan patroli dilaksanakan di sepanjang Jalan Lintas Timur Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka hingga kawasan Jembatan Emas.

Patroli dipimpin langsung oleh Kapolsek Merawang IPTU M. Ryan Nofiandy bersama personel Sat Lantas Polres Bangka dan personel Polsek Merawang.

Pelaksanaan patroli dengan menyisir sepanjang jalur rawan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas, khususnya aksi balap liar.

Dalam pelaksanaannya, personel berhasil membubarkan aksi balap liar yang ditemukan di Jalan Lintas Timur. Pembubaran dilakukan secara persuasif oleh personel patroli yang dipimpin langsung Kapolsek Merawang.

Dikesempatan kegiatan tersebut Kapolsek Merawang IPTU M.Ryan Nofiandy mengimbau kepada masyarakat, khususnya para remaja, untuk tidak melakukan aksi balap liar karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“kepada masyarakat khususnya pemuda dan remaja untuk tidak melakukan aksi balap liar karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya dan selalu menaati peraturan serta rambu-rambu lalu lintas dijalan”, ujar IPTU M.Ryan Nofiandy.

Sat Resnarkoba Polres Bangka Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Satu Pelaku di Mendo Barat

 

BuwanaNews Bangka – Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika dengan mengamankan seorang pria di wilayah Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Minggu (28/3/2026).

Diduga Pelaku diketahui D alias Dd (38), di Desa Kota Kapur. Ia ditangkap Jumat (27/3/2026) sore di area kebun sawit desa setempat saat diduga hendak mengedarkan narkotika jenis sabu.

 

Kapolres Bangka melalui Kasat Reskrim Narkoba IPTU Budi Prasetyo mengatakan penangkapan bermula dari informasi yang diterima petugas terkait adanya aktivitas peredaran narkoba di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, anggota Sat Resnarkoba langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku di lokasi kejadian.

Dari hasil penggeledahan yang disaksikan oleh kepala dusun setempat, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa narkotika jenis sabu siap edar. Selain itu, turut diamankan uang tunai yang diduga hasil transaksi penjualan narkoba.

 

β€œPelaku tidak melakukan perlawanan saat diamankan dan mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya serta diedarkan di sekitar Desa Kota Kapur,” ujar IPTU Budi prasetyo.

 

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain 50 paket kecil sabu, 2 paket sedang sabu, plastik klip kosong, satu unit handphone, timbangan digital, alat bantu berupa sedotan yang dimodifikasi, kotak penyimpanan, serta uang tunai sebesar Rp150 ribu. Total berat bruto sabu yang diamankan mencapai 20,16 gram.

 

“Atas perbuatannya, diduga pelaku D alias Dd dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dalam ketentuan terbaru, dengan ancaman hukuman berat”, ujar IPTU Budi Prasetyo

 

Saat ini, si duga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Bangka guna proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam peredaran narkotika tersebut.

Polres Bangka berhasil mencapai target dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026

BuwanaNews Bangka – Polres Bangka berhasil mencapai target dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026 dengan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama periode mudik dan libur Lebaran.

Keberhasilan tersebut ditandai dengan tidak adanya korban tenggelam di sejumlah objek wisata pantai di wilayah Kabupaten Bangka, serta nihilnya kasus pencurian terhadap rumah kosong yang ditinggalkan masyarakat saat mudik.

AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan pada tahun ini 2026 ,operasi Ketupat Menumbing di Polres Bangka tidak ada korban yang tenggelam dan juga tindak pidana apencurian terhadap rumah kosong yang ditinggalkan mudik

” Hal ini tidak terlepas dari upaya patroli intensif dan pengamanan maksimal yang dilakukan oleh personel Polres Bangka di lapangan serta peranserta masyarakat yang bersma sama selalu menjaga situasi kamtibnas”, ujar AKBP Deddy Dwitiya Putra.

Selain itu, Polres Bangka bersama petugas Lapas Bukit Semut Sungailiat juga berhasil mengungkap upaya penyelundupan narkoba jenis sabu dengan berat bruto 20,47 gram yang disembunyikan di dalam paket makanan.

Pengungkapan ini menjadi bukti kesigapan aparat dalam mencegah peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Bangka.

Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Menumbing 2026, Polres Bangka juga aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat, seperti layanan kesehatan bagi pemudik dan pengunjung tempat wisata pantai serta bantuan kepada pengendara sepeda motor yang mengalami kehabisan bahan bakar di jalan.

Dengan berbagai capaian tersebut, Polres Bangka menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama momentum Hari Raya Idulfitri.

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Basel Rosidi Dikuasakan ke LBH Milenial

BuwanaNews BANGKA SELATAN – Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis Bangka Selatan, Rosidi, kini resmi dikuasakan penanganannya kepada LBH Milenial Bangka Tengah Keadilan.
Bung dodoy Ketua LBH Milenial menyatakan siap mengawal proses hukum hingga pelaku diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua LBH Milenial Bangka Tengah Keadilan menyampaikan bahwa tindakan penyiraman air keras tersebut merupakan bentuk kekerasan serius yang tidak dapat ditoleransi dan harus diusut secara tuntas oleh aparat penegak hukum.
Saya bung dodoy ketua LBH Milenial Bangka Tengah Keadilan telah menerima kuasa dari saudara Rosidi untuk mendampingi dan mengawal kasus ini. Dan bersama aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku serta motif di balik peristiwa penyiraman air keras ini,” tegas bung dodoy Ketua LBH Milenial.
Menurutnya, dari sejumlah informasi dan indikasi awal yang berkembang di lapangan, diduga pelaku bukan orang asing bagi korban, sehingga diharapkan pihak kepolisian dapat segera mengarah pada pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
β€œKami menilai ada indikasi kuat bahwa pelaku sudah dapat dipetakan dari hasil informasi dan fakta awal yang beredar. Karena itu kami berharap pihak kepolisian segera bergerak cepat agar kasus ini tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” tambahnya.
LBH Milenial juga menegaskan akan terus mengawal perkembangan penyelidikan hingga kasus tersebut benar-benar terang benderang serta memberikan rasa keadilan bagi korban.
Kasus penyiraman air keras terhadap Rosidi sendiri menjadi perhatian masyarakat Bangka Selatan karena korban dikenal sebagai aktivis yang kerap menyuarakan berbagai persoalan di daerah.
LBH Milenial akan berkordinasi dengan aparat penegak hukum agar dapat segera mengungkap pelaku dan memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum dalam perkara ini.

Di Tanah Kaya, Kami Seperti Tamu Oleh: Muhamad Zen Wartawan & Pemerhati Kebijakan Publik Alumni Universitas Gunung Maras

*BuwanaNews*

Di Tanah Kaya, Kami Seperti Tamu

 

Oleh: Muhamad Zen

Wartawan & Pemerhati Kebijakan Publik

Alumni Universitas Gunung Maras

 

BANGKA Belitung adalah tanah yang kaya.

Bukan cerita. Bukan mitos. Bukan ilusi statistik.

 

Timah dari perut buminya telah menghidupi negara ini puluhan tahun. Ia mengalir menjadi devisa. Ia masuk ke laporan keuangan nasional. Ia dibanggakan dalam narasi hilirisasi dan industrialisasi.

 

Tetapi di tanah tempat timah itu digali, yang tersisa adalah kolong-kolong sunyi dan jejak kerusakan ekologis yang diwariskan ke anak cucu.

 

Dan kini, ketika royalti yang menjadi hak daerah tertahan tanpa kepastian, rasa itu berubah menjadi luka.

 

Ini bukan lagi sekadar soal Rp2 triliun.

Ini soal martabat.

 

Sumber daya kami diambil.

Tanah kami berubah.

Air kami tercemar.

Bentang alam kami terkoyak.

 

Namun ketika hak fiskal yang menjadi bagian dari mekanisme keadilan negara belum juga direalisasikan, kami mulai bertanya dalam diam: apakah kami ini pemilik daulat di tanah sendiri, atau hanya penonton yang kebagian debu?

 

Ironisnya, untuk sesuatu yang sejatinya adalah hak daerah, kami seperti harus mengemis.

 

Kata itu mungkin terdengar keras. Tetapi bagaimana lagi menggambarkan situasi ketika daerah penghasil justru menunggu tanpa kepastian atas hak fiskalnya sendiri.

 

Perasaan itu pelan, tetapi menghantam.

 

Kami tidak pernah menolak republik ini. Sejak awal, Bangka Belitung adalah bagian utuh dari Indonesia. Kami percaya, keutuhan negara adalah harga mati.

 

Tetapi keutuhan tidak bisa hanya ditopang oleh semboyan. Ia harus dijaga dengan keadilan.

 

Ketika daerah penghasil harus menunggu haknya sendiri, sementara eksploitasi terus berjalan, muncul rasa yang sulit diabaikan: kami seperti tamu di negeri sendiri.

 

Tamu yang tanahnya dipakai.

Tamu yang lingkungannya berubah.

Tamu yang suaranya harus berbisik ketika mempertanyakan hak.

 

Jangan sampai kemarahan rakyat memuncak. Jangan sampai kekecewaan yang selama ini dipendam berubah menjadi menjadi gelombang demonstrasi yang sebenarnya tidak kita inginkan. Rakyat Bangka Belitung dikenal santun dan sabar. Tetapi kesabaran pun memiliki batas ketika rasa diperlakukan tidak adil terus berulang.

 

Sejarah bangsa ini memberi pelajaran berharga. Timor-Timur pernah menjadi catatan penting. Bukan semata soal politik, tetapi tentang bagaimana rasa memiliki bisa terkikis ketika keadilan dianggap tidak berpihak.

 

Tidak ada yang menginginkan percikan itu membesar. Tetapi percikan kekecewaan hari ini nyata. Ia bukan lagi bara kecil. Ia mulai terasa hangat di dada banyak orang.

 

Di warung kopi.

Di ruang diskusi kampus.

Di perahu nelayan.

Di lokasi tambang rakyat.

 

Kehadiran Satgas Timah, yang dimaksudkan sebagai penertiban, dalam praktiknya bagi sebagian rakyat kecil justru menghadirkan rasa takut. Penambang rakyat bukan korporasi raksasa. Mereka adalah warga yang bertahan hidup di tengah ruang ekonomi yang kian menyempit.

 

Ketika rakyat kecil merasa diawasi, ditekan, bahkan dibayangi ketidakpastian, sementara hak daerah sendiri belum jelas realisasinya, maka rasa ketimpangan itu menjadi nyata.

 

Kita tentu mendukung penegakan hukum. Tetapi hukum yang adil harus terasa simetris. Jangan keras ke bawah, sementara keadilan fiskal ke daerah terasa lambat ke bawah.

 

Royalti bukan belas kasih. Ia adalah hak konstitusional dalam kerangka desentralisasi fiskal. Jika hak itu tertahan, maka yang tertahan bukan hanya transfer dana tetapi juga kepercayaan.

 

Dan kepercayaan adalah fondasi negara.

 

Kami tidak sedang mengancam.

Kami tidak sedang memberontak.

Kami sedang terluka.

 

Luka karena merasa memberi begitu banyak, tetapi diperlakukan seolah harus terus membuktikan diri.

 

Luka karena tanah yang kaya justru menghadirkan paradoks kemiskinan struktural.

 

Luka karena di atas bumi sendiri, kami kadang merasa seperti penyewa.

 

Kami masih percaya Indonesia adalah rumah bersama. Tetapi rumah bersama hanya kokoh jika setiap penghuninya diperlakukan setara. Jangan sampai daerah penghasil devisa negara justru merasa seperti tamu di tanahnya sendiri.

 

Jangan biarkan luka ini menjadi ledakan. Jangan biarkan kesabaran berubah menjadi kemarahan kolektif.

 

Karena jika kepercayaan retak, memperbaikinya jauh lebih sulit daripada sekedar merealisasikan hak yang memang sudah seharusnya diberikan.

 

Kami tetap Indonesia.

Indonesia harus tetap utuh. Itu prinsip.

 

Tetapi Indonesia juga harus adil. Itu keharusan.

 

Karena bila rasa keadilan terus tergerus, yang memudar bukan hanya kepercayaan pada kebijakan melainkan rasa memiliki terhadap republik ini.

 

Dan tidak ada yang lebih berbahaya bagi sebuah bangsa selain warganya yang perlahan merasa asing di tanahnya sendiri.

 

 

 

___________________

 

Catatan Redaksi:

 

Isi narasi opini ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan atas penyajian artikel ini, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita sanggahan/koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sanggahan dapat dikirimkan melalui email atau nomor whatsapp Redaksi sebagaimana yang tertera pada box Redaksi.

*Pastikan Kesiapsiagaan Personel, Masyarakat Terlayani dengan baik, Wakapolres Bangka Cek Polsek Jajaran di malam Hari*

BuwanaNews Bangka – Guna memastikan kesiapsiagaan personel dalam melayani masyarakat kapanpun dibutuhkan, Wakapolres Bangka Kompol Yosyua Surya Admaja melakukan pengecekan langsung ke sejumlah Polsek jajaran pada malam hari. Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan guna melihat secara nyata pelaksanaan tugas Personel di luar jam kerja normal, khususnya dalam merespon cepat perubaham dinamikan situasi kamtibmas, memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Dalam pengecekan tersebut, Wakapolres meninjau ruang pelayanan, memeriksa kehadiran dan kesiapan personel piket, serta memastikan sarana dan prasarana pendukung dalam kondisi siap digunakan.

Selain itu, interaksi langsung dengan anggota juga dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kendala yang dihadapi di lapangan.

Wakapolres Bangka Kompol Yosyua Surya Admaja menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak mengenal waktu, sehingga kesiapan dan kehadiran anggota harus selalu terjaga, termasuk pada malam hari saat potensi gangguan kamtibmas cenderung meningkat.

β€œPastikan pelayanan tetap berjalan dengan baik, meskipun di malam hari. Kehadiran kita harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Kompol Yosyua Surya Admaja

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Polsek semakin meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis setiap saat.

Dalam pelaksanaan nya Kompol Yosyua Surya Admaja melakukan pengecekan ke Polsek mendo Barat, Polsek Puding Besar, Polsek Pemali dan Polsek Sungailiat.