Di Tanah Kaya, Kami Seperti Tamu Oleh: Muhamad Zen Wartawan & Pemerhati Kebijakan Publik Alumni Universitas Gunung Maras

*BuwanaNews*

Di Tanah Kaya, Kami Seperti Tamu

 

Oleh: Muhamad Zen

Wartawan & Pemerhati Kebijakan Publik

Alumni Universitas Gunung Maras

 

BANGKA Belitung adalah tanah yang kaya.

Bukan cerita. Bukan mitos. Bukan ilusi statistik.

 

Timah dari perut buminya telah menghidupi negara ini puluhan tahun. Ia mengalir menjadi devisa. Ia masuk ke laporan keuangan nasional. Ia dibanggakan dalam narasi hilirisasi dan industrialisasi.

 

Tetapi di tanah tempat timah itu digali, yang tersisa adalah kolong-kolong sunyi dan jejak kerusakan ekologis yang diwariskan ke anak cucu.

 

Dan kini, ketika royalti yang menjadi hak daerah tertahan tanpa kepastian, rasa itu berubah menjadi luka.

 

Ini bukan lagi sekadar soal Rp2 triliun.

Ini soal martabat.

 

Sumber daya kami diambil.

Tanah kami berubah.

Air kami tercemar.

Bentang alam kami terkoyak.

 

Namun ketika hak fiskal yang menjadi bagian dari mekanisme keadilan negara belum juga direalisasikan, kami mulai bertanya dalam diam: apakah kami ini pemilik daulat di tanah sendiri, atau hanya penonton yang kebagian debu?

 

Ironisnya, untuk sesuatu yang sejatinya adalah hak daerah, kami seperti harus mengemis.

 

Kata itu mungkin terdengar keras. Tetapi bagaimana lagi menggambarkan situasi ketika daerah penghasil justru menunggu tanpa kepastian atas hak fiskalnya sendiri.

 

Perasaan itu pelan, tetapi menghantam.

 

Kami tidak pernah menolak republik ini. Sejak awal, Bangka Belitung adalah bagian utuh dari Indonesia. Kami percaya, keutuhan negara adalah harga mati.

 

Tetapi keutuhan tidak bisa hanya ditopang oleh semboyan. Ia harus dijaga dengan keadilan.

 

Ketika daerah penghasil harus menunggu haknya sendiri, sementara eksploitasi terus berjalan, muncul rasa yang sulit diabaikan: kami seperti tamu di negeri sendiri.

 

Tamu yang tanahnya dipakai.

Tamu yang lingkungannya berubah.

Tamu yang suaranya harus berbisik ketika mempertanyakan hak.

 

Jangan sampai kemarahan rakyat memuncak. Jangan sampai kekecewaan yang selama ini dipendam berubah menjadi menjadi gelombang demonstrasi yang sebenarnya tidak kita inginkan. Rakyat Bangka Belitung dikenal santun dan sabar. Tetapi kesabaran pun memiliki batas ketika rasa diperlakukan tidak adil terus berulang.

 

Sejarah bangsa ini memberi pelajaran berharga. Timor-Timur pernah menjadi catatan penting. Bukan semata soal politik, tetapi tentang bagaimana rasa memiliki bisa terkikis ketika keadilan dianggap tidak berpihak.

 

Tidak ada yang menginginkan percikan itu membesar. Tetapi percikan kekecewaan hari ini nyata. Ia bukan lagi bara kecil. Ia mulai terasa hangat di dada banyak orang.

 

Di warung kopi.

Di ruang diskusi kampus.

Di perahu nelayan.

Di lokasi tambang rakyat.

 

Kehadiran Satgas Timah, yang dimaksudkan sebagai penertiban, dalam praktiknya bagi sebagian rakyat kecil justru menghadirkan rasa takut. Penambang rakyat bukan korporasi raksasa. Mereka adalah warga yang bertahan hidup di tengah ruang ekonomi yang kian menyempit.

 

Ketika rakyat kecil merasa diawasi, ditekan, bahkan dibayangi ketidakpastian, sementara hak daerah sendiri belum jelas realisasinya, maka rasa ketimpangan itu menjadi nyata.

 

Kita tentu mendukung penegakan hukum. Tetapi hukum yang adil harus terasa simetris. Jangan keras ke bawah, sementara keadilan fiskal ke daerah terasa lambat ke bawah.

 

Royalti bukan belas kasih. Ia adalah hak konstitusional dalam kerangka desentralisasi fiskal. Jika hak itu tertahan, maka yang tertahan bukan hanya transfer dana tetapi juga kepercayaan.

 

Dan kepercayaan adalah fondasi negara.

 

Kami tidak sedang mengancam.

Kami tidak sedang memberontak.

Kami sedang terluka.

 

Luka karena merasa memberi begitu banyak, tetapi diperlakukan seolah harus terus membuktikan diri.

 

Luka karena tanah yang kaya justru menghadirkan paradoks kemiskinan struktural.

 

Luka karena di atas bumi sendiri, kami kadang merasa seperti penyewa.

 

Kami masih percaya Indonesia adalah rumah bersama. Tetapi rumah bersama hanya kokoh jika setiap penghuninya diperlakukan setara. Jangan sampai daerah penghasil devisa negara justru merasa seperti tamu di tanahnya sendiri.

 

Jangan biarkan luka ini menjadi ledakan. Jangan biarkan kesabaran berubah menjadi kemarahan kolektif.

 

Karena jika kepercayaan retak, memperbaikinya jauh lebih sulit daripada sekedar merealisasikan hak yang memang sudah seharusnya diberikan.

 

Kami tetap Indonesia.

Indonesia harus tetap utuh. Itu prinsip.

 

Tetapi Indonesia juga harus adil. Itu keharusan.

 

Karena bila rasa keadilan terus tergerus, yang memudar bukan hanya kepercayaan pada kebijakan melainkan rasa memiliki terhadap republik ini.

 

Dan tidak ada yang lebih berbahaya bagi sebuah bangsa selain warganya yang perlahan merasa asing di tanahnya sendiri.

 

 

 

___________________

 

Catatan Redaksi:

 

Isi narasi opini ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan atas penyajian artikel ini, Anda dapat mengirimkan artikel atau berita sanggahan/koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sanggahan dapat dikirimkan melalui email atau nomor whatsapp Redaksi sebagaimana yang tertera pada box Redaksi.

*Pastikan Kesiapsiagaan Personel, Masyarakat Terlayani dengan baik, Wakapolres Bangka Cek Polsek Jajaran di malam Hari*

BuwanaNews Bangka – Guna memastikan kesiapsiagaan personel dalam melayani masyarakat kapanpun dibutuhkan, Wakapolres Bangka Kompol Yosyua Surya Admaja melakukan pengecekan langsung ke sejumlah Polsek jajaran pada malam hari. Jumat (27/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan guna melihat secara nyata pelaksanaan tugas Personel di luar jam kerja normal, khususnya dalam merespon cepat perubaham dinamikan situasi kamtibmas, memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Dalam pengecekan tersebut, Wakapolres meninjau ruang pelayanan, memeriksa kehadiran dan kesiapan personel piket, serta memastikan sarana dan prasarana pendukung dalam kondisi siap digunakan.

Selain itu, interaksi langsung dengan anggota juga dilakukan untuk mengetahui kondisi dan kendala yang dihadapi di lapangan.

Wakapolres Bangka Kompol Yosyua Surya Admaja menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak mengenal waktu, sehingga kesiapan dan kehadiran anggota harus selalu terjaga, termasuk pada malam hari saat potensi gangguan kamtibmas cenderung meningkat.

β€œPastikan pelayanan tetap berjalan dengan baik, meskipun di malam hari. Kehadiran kita harus benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Kompol Yosyua Surya Admaja

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh jajaran Polsek semakin meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis setiap saat.

Dalam pelaksanaan nya Kompol Yosyua Surya Admaja melakukan pengecekan ke Polsek mendo Barat, Polsek Puding Besar, Polsek Pemali dan Polsek Sungailiat.

*Kapolda Babel Hadiri Pelepasan Keberangkatan Mudik Gratis Lebaran 2026 Di Belitung*

 

BuwanaNews Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Viktor T. Sihombing menghadiri pelepasan keberangkatan mudik gratis Lebaran 2026 menggunakan kapal perang TNI AL, KRI Semarang, Jumat (27/3/26). Pelepasan dilakukan secara resmi oleh Gubernur Babel Hidayat Arsani.

 

Dari pantauan, pelepasan berlangsung di Pelabuhan Tanjung Batu Desa Pegantungan Kecamatan Badau Kabupaten Belitung sekitar pukul 11.00 WIB.

Tampak hadir juga unsur Forkopimda serta perwakilan pemerintah daerah dari Kabupaten Belitung dan Belitung Timur.

 

Sementara itu, Gubernur dalam sambutannya menyampaikan program mudik gratis ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat, sekaligus upaya membantu meringankan beban biaya perjalanan saat momentum Lebaran.

 

β€œHari ini kita mengantarkan masyarakat yang mengikuti program mudik gratis menggunakan KRI Semarang. Sebelumnya mereka telah diberangkatkan dari Jakarta ke Belitung, dan hari ini kembali ke Jakarta,”ujar Gubernur.

 

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut, Polres Belitung serta seluruh stakeholder terkait atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan program ini, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

 

Adapun jumlah pemudik yang diberangkatkan mencapai sekitar 1.200 orang, dengan rincian 600 orang dari Pelabuhan Tanjung Batu, Belitung, dan 600 orang lainnya dari Belinyu.

 

Seluruh rangkaian kegiatan pelepasan berakhir pada pukul 12.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Program mudik gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk sinergi pemerintah daerah dalam melayani masyarakat, khususnya pada momen penting seperti Hari Raya Idulfitri.

Polres Bangka Gelar Kegiatan Kurve di Hutan Kota Sungailiat

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan antar personel, Polres Bangka melaksanakan kegiatan kurve (kerja bakti) di kawasan Hutan Kota Sungailiat, Jumat (27/3/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, S.H., S.I.K., serta diikuti oleh Wakapolres, para Pejabat Utama (PJU), dan seluruh personel Polres Bangka.

Dalam kegiatan tersebut, para personel terlihat membersihkan area hutan kota dari sampah serta merapikan lingkungan sekitar.

Aksi ini merupakan bentuk kepedulian Polres Bangka terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan, khususnya di ruang terbuka hijau yang menjadi salah satu tempat rekreasi masyarakat.

Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan melalui kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan, terutama di fasilitas umum.

“Kegiatan ini juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan serta tidak membuang sampah sembarangan, terutama di fasilitas umum”, ujar AKBP Deddy Dwitiya Putra.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan contoh positif kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.

Polres Bangka Buka Layanan Pengaduan 24 Jam, Siap Layani Masyarakat Secara Cepat dan Responsif

BuwanaNews Bangka β€” Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Polres Bangka menghadirkan layanan pengaduan yang dapat diakses selama 24 jam. Layanan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menyampaikan berbagai laporan maupun informasi terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kamis (26/3/2026).

Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra, menyampaikan bahwa layanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan prinsip ikhlas melayani, tulus mengayomi.

β€œMelalui layanan ini, masyarakat dapat dengan mudah melaporkan berbagai kejadian seperti tindak kriminalitas, gangguan kamtibmas, bencana alam, hingga kecelakaan lalu lintas. Kami siap merespons setiap laporan dengan cepat dan profesional,” ujar Kapolres.

Selain melalui layanan darurat Polri di nomor 110, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan WhatsApp yang telah disediakan oleh Polres Bangka maupun jajaran Polsek di wilayah hukum Polres Bangka.

Adapun layanan pengaduan ini mencakup berbagai jenis laporan, di antaranya:

– Pengaduan tindak kriminalitas
– Pengaduan gangguan kamtibmas
– Pengaduan bencana alam
– Pengaduan kecelakaan lalu lintas
– Informasi layanan kepolisian

Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif berperan dalam menjaga keamanan lingkungan serta tidak ragu untuk segera melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Polres Bangka juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan ini secara bijak dan bertanggung jawab, serta memastikan informasi yang disampaikan akurat agar dapat ditindaklanjuti dengan optimal.

β€œKami siap melayani pengaduan masyarakat kapan pun dibutuhkan,” tegas Kapolres Bangka.

Bocah 4 Tahun Sempat Tersesat, Orang Tua Ucapkan Terima Kasih atas Respons Cepat Polsek Mendo Barat

BuwanaNews BANGKA β€” Rasa syukur dan terima kasih disampaikan orang tua seorang bocah perempuan berusia empat tahun bernama Jihan, setelah anak mereka yang sempat tersesat berhasil ditemukan dan dipertemukan kembali oleh jajaran Polsek Mendo Barat.

Peristiwa tersebut bermula saat Jihan ditemukan warga berjalan sendirian sambil menangis di wilayah Desa Petaling, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Melihat kondisi itu, warga segera mengamankan anak tersebut dan membawanya ke Polsek Mendo Barat.

Kapolsek Mendo Barat, IPTU Wendi, mengatakan pihaknya langsung memberikan perlindungan dan berupaya menenangkan anak tersebut sebelum menggali informasi terkait identitas dan keluarganya.

β€œAnak tersebut mengaku bernama Jihan, dengan nama ibu Sely dan ayah Ali. Saat ditanya alamat, ia sempat menyebut Pal Sembilan, namun dengan intonasi yang kurang jelas,” ujar IPTU Wendi.

Berdasarkan keterangan warga, lanjutnya, anak tersebut terlihat berjalan seorang diri dari arah Pangkalpinang menuju Mentok dalam kondisi menangis.

β€œMendapatkan informasi tersebut, kami segera melakukan penelusuran dan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar untuk mencari keberadaan keluarga anak tersebut,” tambahnya.

Upaya cepat tersebut membuahkan hasil. Tidak lama berselang, orang tua Jihan berhasil ditemukan dan datang ke Polsek Mendo Barat. Suasana haru pun tak terhindarkan saat anak dan orang tuanya kembali dipertemukan.

Orang tua Jihan, Sely, mengaku sangat bersyukur sekaligus mengapresiasi peran aktif warga dan kepolisian dalam membantu menemukan anaknya.

β€œKami sangat bersyukur anak kami bisa ditemukan dengan selamat. Terima kasih kepada warga yang sudah menolong, serta kepada Bapak Kapolsek Mendo Barat dan anggota yang telah menjaga anak kami hingga bisa kembali ke kami,” ungkap Sely dengan haru.

Ia mengaku sempat diliputi rasa panik saat mengetahui anaknya tidak berada di rumah.

β€œTentu kami sangat khawatir dan panik. Alhamdulillah ada warga yang peduli dan polisi yang cepat tanggap, sehingga anak kami bisa kembali dengan selamat,” tambahnya.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam peristiwa ini kembali dirasakan manfaatnya, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan perlindungan dan rasa aman bagi warga.

Kapolsek Mendo Barat IPTU Wendi mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang masih berusia balita.

β€œKami mengimbau kepada para orang tua untuk selalu memperhatikan anak-anaknya agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tutupnya.

POLRES BANGKA GELAR PATROLI DAN HIMBAUAN KAMTIBMAS DI OBJEK WISATA PANTAI MATRAS

BuwanaNews Bangka – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, jajaran Sat Binmas Polres Bangka melaksanakan kegiatan patroli serta himbauan di objek wisata Pantai Matras, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu (25/3/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh para Kanit di lingkungan Sat Binmas Polres Bangka bersama personel lainnya. Patroli dilakukan dengan metode sambang, tatap muka, serta dialog langsung dengan masyarakat dan para pengunjung wisata.

Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan sejumlah himbauan kamtibmas kepada masyarakat. Di antaranya terkait pencegahan aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat, kewaspadaan terhadap kekerasan seksual terhadap anak, serta ajakan untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan, serta menjaga ketertiban di lingkungan sekitar.

Petugas turut menghimbau para pengunjung Pantai Matras agar berhati-hati saat berenang guna mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut seperti tenggelam.

Personel Sat Binmas juga mengajak masyarakat untuk aktif berperan dalam menjaga kamtibmas dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya tindakan mencurigakan atau premanisme, baik kepada Bhabinkamtibmas, kantor polisi terdekat, maupun melalui layanan call center Polri 110.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang merasa lebih aman dengan kehadiran polisi di tengah aktivitas wisata. Kehadiran aparat kepolisian diharapkan mampu meminimalisir potensi gangguan kamtibmas serta menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Kasat Binmas Polres Bangka, IPTU Sumarjan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di kawasan wisata yang ramai dikunjungi.

β€œDengan kehadiran personel di lapangan, kami berharap masyarakat merasa lebih aman serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif,” ujarnya.

Polres Bangka juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu untuk melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan potensi gangguan keamanan.

Dengan adanya kegiatan ini, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bangka terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Bangka Pantau Langsung Situasi Objek Wisata, Berikan Imbauan Kamtibmas

 

BuwanaNews Bangka – Operasi Ketupat Menumbing (OKM) 2026 – Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra melakukan pemantauan langsung situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sejumlah objek wisata pantai, guna memastikan kondisi tetap aman dan kondusif selama meningkatnya aktivitas kunjungan wisata. Selasa (24/3/2026).

 

Kegiatan tersebut turut diikuti oleh Wakapolres Bangka, para Pejabat Utama (PJU), serta personel Polres Bangka yang terlibat dalam pengamanan kawasan wisata.

Dalam pelaksanaannya, Kapolres Bangka menyambangi salah satu destinasi favorit, yakni Pantai Tikus Emas. Di lokasi tersebut, Kapolres Bangka tidak hanya melakukan pengecekan situasi, tetapi juga secara langsung memberikan imbauan kepada masyarakat yang tengah berwisata.

 

Kapolres Bangka mengingatkan para pengunjung untuk selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat beraktivitas di area pantai. Masyarakat diimbau untuk memperhatikan kondisi cuaca dan ombak, mengawasi anak-anak saat bermain, serta menjaga barang bawaan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

 

β€œKami hadir di tengah masyarakat untuk memastikan situasi tetap aman dan memberikan rasa nyaman bagi para wisatawan. Kami juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi aturan keselamatan selama berada di objek wisata,” ujar Kapolres.

 

Selain itu, kehadiran personel kepolisian di lokasi wisata diharapkan dapat mencegah potensi gangguan kamtibmas serta memberikan respon cepat apabila terjadi situasi darurat.

Dengan adanya pemantauan langsung ini, Polres Bangka menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya di kawasan wisata.

Pos Terpadu Pantai Matras Berikan Pelayanan Kesehatan dan Himbauan Kamtibmas kepada Wisatawan

 

BuwanaNews BANGKA – Pos Terpadu Pantai Matras terus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat yang berkunjung, khususnya dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan selama aktivitas wisata berlangsung.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapos Terpadu, IPDA KGS M. Fitrian, dengan melibatkan personel gabungan yang bertugas di kawasan objek wisata Pantai Matras, Sungailiat, Kabupaten Bangka.

 

Kapolres Bangka melalui Kasi humas AKP Era Anggraini mengatakan dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan kepada para pengunjung yang membutuhkan.

“Kita personel Pos Terpadu Pantai Matras selain melakukn pengamanan terhadap masyarakat yang berwisata juga melakukan pengecekan kesehatan bagi pengunjung yang membutuhkan”, ujar AKP Era Anggraini.

 

Selain itu, personel juga melaksanakan patroli secara rutin di sekitar kawasan pantai guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

 

Petugas turut memberikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat yang sedang berwisata, agar selalu menjaga keselamatan diri, mengawasi anak-anak saat bermain di pantai, serta tetap waspada terhadap barang bawaan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati waktu liburan dengan aman dan nyaman, serta terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Bangka, khususnya di kawasan wisata Pantai Matras.

Polres Bangka dan Petugas Lapas Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Makanan untuk Tahanan

BuwanaNews BANGKA – Satuan Reserse Narkoba (Resnarkoba) Polres Bangka bersama petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Sungailiat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika yang disamarkan dalam makanan untuk narapidana, Minggu (22/3/2026) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Lapas Bukit Semut Kelas II B Sungailiat, Kelurahan Lubuk Kelik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan petugas jaga lapas yang mencurigai dua orang pengunjung yang membawa makanan untuk warga binaan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas lapas segera berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Bangka. Tak lama kemudian, anggota kepolisian tiba di lokasi dan bersama petugas lapas serta Ketua RT setempat melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pengunjung.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan satu kotak makanan berisi cumi masak yang di dalamnya tersimpan dua paket diduga narkotika jenis sabu yang dibungkus aluminium foil.

Kapolres Bangka melalui kasat Resnarkoba IPTU Budi Prasetyo mengatakan Modus ini diduga dilakukan untuk mengelabui petugas pemeriksaan di dalam lapas.Petugas kemudian mengamankan seorang pria berinisial F.A alias Piyeng (25), warga Sungailiat, serta seorang perempuan berinisial J.A alias Juling (24).

“Keduanya diduga terlibat dalam upaya penyelundupan narkotika tersebut dan langsung diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Bangka untuk proses penyelidikan lebih lanjut”, ujar IPTU Budi Prasetyo

Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua plastik klip berisi sabu dengan berat bruto 20,47 gram, satu kotak makanan, satu unit telepon genggam, kantong plastik, aluminium foil, serta satu unit sepeda motor.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga berperan dalam aktivitas jual beli, perantara, hingga kepemilikan narkotika golongan I dengan berat melebihi 5 gram.

Sementara itu, hasil tes urine terhadap kedua orang berinisial FA dan JA menunjukkan positif mengandung methamphetamine.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana telah disesuaikan dalam ketentuan terbaru, dengan ancaman hukuman berat.

Pihak kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan bersinergi dengan petugas lapas guna mencegah peredaran narkoba, khususnya di lingkungan lembaga pemasyarakatan.