Ada Pungli Tambang Di Desa Penyusuk?

Foto : Aktivitas Tambang yang Marak di salah satu kawasan di Kabupaten Bangka

​BANGKA, – Aktivitas pertambangan di kawasan Graha Penyusuk, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, mulai menuai sorotan tajam. Alih-alih membawa kesejahteraan, praktik di lapangan justru diduga sarat dengan unsur pungutan liar (pungli) dan penipuan yang menyasar para penambang pendatang. Selasa,(12/5) malam

​Berdasarkan investigasi dan keterangan para korban, setiap penambang yang ingin mengadu nasib di lokasi tersebut diwajibkan menyetor sejumlah uang dalam jumlah besar di muka. Tak hanya itu, para penambang juga dipaksa menjual hasil timah mereka kepada CV atau perusahaan tertentu yang mengklaim sebagai mitra di wilayah tersebut dengan harga yang telah dipatok.

​Seorang narasumber berinisial ID, yang mengaku menjadi korban penipuan di lokasi tersebut, membeberkan carut-marut birokrasi “gelap” yang terjadi. Menurutnya, klaim mengenai keterlibatan CV hanyalah isapan jempol belaka saat penarikan uang terjadi.

​”Kami itu tidak ada CV kemarin, Bang. Tidak pakai CV. Duit Rp3 juta itu katanya untuk orang kampung yang mengurus kami, atas nama K dan I,” ungkap ID kepada awak media dengan nada kecewa.

​Lebih lanjut, ID menjelaskan bahwa ia diminta menyetor uang sebesar Rp3 juta agar bisa bekerja. Ironisnya, setelah uang disetorkan dan alat mulai beroperasi, aktivitas mereka justru dihentikan secara sepihak dengan alasan kesalahan koordinasi lokasi.

​”Kami tidak tahu duit itu untuk siapa-siapa. Pokoknya dia minta Rp3 juta. Katanya lokasi sudah ‘bersih’, tahu-tahu salah urus lokasi. Saya baru dua hari buka, biaya angkut peralatan (ongkos gandeng) saja belum kembali. Pusing saya,” tambah ID.

​Kondisi ini memicu keresahan luas di tengah masyarakat Desa Penyusuk. Selain merugikan para penambang secara finansial, keberadaan koordinator-koordinator ilegal ini dinilai merusak citra iklim investasi pertambangan di Kabupaten Bangka.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak yang disebut sebagai pengurus (K dan I) belum memberikan klarifikasi resmi terkait aliran dana yang dipungut dari para penambang tersebut. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk segera menertibkan oknum-oknum yang bermain di balik layar aktivitas tambang Graha Penyusuk guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *