BPJN Babel Gerak Cepat Tangani Jalan Retak, Pastikan Keselamatan Pengguna Jalan Jadi Prioritas

PANGKALPINANG β€” Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas infrastruktur jalan nasional serta memastikan keselamatan masyarakat pengguna jalan. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan komunikasi publik yang digelar BPJN Bangka Belitung bersama awak media, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPJN Bangka Belitung, Susan Movelia, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan terhadap sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan, termasuk pada titik-titik yang sebelumnya menjadi perhatian masyarakat.

Menurut Susan, perbaikan telah dilakukan secara bertahap dengan tujuan mengembalikan fungsi jalan sekaligus mencegah kerusakan serupa terulang di kemudian hari.

“Kami telah melakukan perbaikan pada beberapa titik yang mengalami kerusakan. Upaya ini dilakukan agar kondisi jalan kembali optimal dan dapat digunakan masyarakat dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah Jalan Nasional Air Bara–Toboali KM 110+750 di Desa Bikang, Kabupaten Bangka Selatan. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, pada lokasi tersebut ditemukan retakan memanjang dan badan jalan yang bergelombang di beberapa titik.

Menyikapi kondisi tersebut, BPJN Babel telah meminta pendampingan teknis dari Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur guna melakukan kajian lebih lanjut serta mencari solusi penanganan permanen yang tepat dan berkelanjutan.

Meski terdapat kerusakan pada beberapa titik, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa arus lalu lintas masih berjalan normal. Kendaraan roda dua, roda empat, maupun kendaraan dengan dimensi lebih besar masih dapat melintasi ruas jalan tersebut dengan lancar.

Sebagai langkah cepat untuk menjaga keselamatan pengguna jalan, BPJN Babel telah melakukan penanganan sementara sejak 18 Juni 2026. Penanganan tersebut meliputi pemasangan rambu-rambu peringatan di sejumlah titik lokasi kerusakan serta penutupan celah retakan menggunakan sand sheet guna meminimalisir dampak kerusakan sekaligus memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Selain pekerjaan perbaikan, pemasangan rambu-rambu pengamanan juga dilakukan sebagai bentuk antisipasi selama proses penanganan berlangsung. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya BPJN Babel dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintasi ruas jalan nasional.

Susan menjelaskan bahwa sejumlah faktor alam turut memengaruhi kondisi infrastruktur jalan, terutama pada wilayah dengan karakteristik tanah tertentu dan kondisi cuaca yang dinamis. Meski demikian, BPJN Babel memastikan pemantauan serta evaluasi teknis akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap setelah proses penanganan selesai, ruas jalan yang diperbaiki dapat kembali berfungsi dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” katanya.

BPJN Babel juga menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, setiap laporan maupun masukan terkait kondisi jalan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat upaya pemeliharaan dan peningkatan kualitas infrastruktur jalan nasional di Bangka Belitung.

Melalui sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat, BPJN Babel optimistis berbagai persoalan infrastruktur dapat ditangani secara cepat dan tepat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi bentuk keseriusan BPJN Babel dalam menjaga konektivitas wilayah, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjamin di seluruh ruas jalan nasional yang menjadi kewenangannya. (Zen Adebi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *