βhttp://BuwanaEksclusifNews.comΒ PANGKALPINANG, BANGKA BELITUNG β Sabtu, 3 Oktober 2026 β Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ridwan, S.PKP, menyampaikan apresiasi atas perjalanan 50 tahun PT TIMAH Tbk sekaligus mendorong agar momentum HUT ke-50 perusahaan menjadi titik penguatan kemitraan ekonomi bersama nelayan dan masyarakat pesisir.
β
βMenurut Ridwan, lima dekade perjalanan PT TIMAH di masa kepemimpinan direktur utama Pak RESTU, PT Timah Tbk (TINS) mencatat laba bersih sebesar Rp2,71 triliun pada semester I-2026 yang didorong oleh kenaikan pendapatan dan harga logam timah global ini sangat luar biasa.
βKita pahami bersama bahwa merupakan momentum penting untuk melihat kembali kontribusi perusahaan terhadap pembangunan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat.

ββKami dari DPD HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengucapkan selamat HUT ke-50 kepada PT TIMAH Tbk. Lima puluh tahun adalah perjalanan yang panjang. Kami berharap usia emas ini menjadi momentum semakin kuatnya kolaborasi antara PT TIMAH dengan masyarakat Bangka Belitung, khususnya nelayan,β ujar Ridwan, Sabtu (3/10/2026).
β
βRidwan menilai tema βTimah Untuk Rakyatβ memiliki makna yang sangat kuat apabila terus diterjemahkan melalui program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan, produktivitas dan kemandirian masyarakat.
βMenurutnya, nelayan harus ditempatkan bukan hanya sebagai penerima manfaat program sosial, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi pesisir Bangka Belitung.
β
β*Dari Bantuan Menuju Kemitraan Ekonomi*
β
βHNSI mengapresiasi berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dilakukan PT TIMAH bagi masyarakat pesisir dan nelayan.
βNamun, menurut Ridwan, ke depan masih terdapat ruang yang besar untuk mengembangkan pola tersebut dari bantuan menuju kemitraan ekonomi yang lebih produktif, terukur dan berkelanjutan.
ββKami berharap ke depan ada pola kemitraan yang lebih terstruktur. Nelayan jangan hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun ekonomi pesisir. HNSI siap berdiskusi dan berkolaborasi dengan PT TIMAH untuk merumuskan pola kemitraan yang benar-benar memberikan manfaat bagi nelayan,β kata Ridwan.
β
βMenurutnya, kemitraan tersebut dapat mencakup penguatan sarana produksi nelayan, alat keselamatan melaut, pengembangan koperasi, akses permodalan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengolahan hasil laut hingga pemasaran.
βDengan demikian, program yang diberikan kepada nelayan tidak berhenti sebagai bantuan yang habis digunakan, tetapi dapat menjadi modal untuk membangun usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
β
βPerhatian bagi Nelayan Terdampak
βHNSI juga mendorong agar program TJSL/CSR PT TIMAH semakin memperhatikan nelayan dan masyarakat pesisir yang berada di wilayah terdampak aktivitas pertambangan maupun perubahan kondisi ekonomi dan lingkungan.
βRidwan menilai diperlukan pemetaan dan pendataan yang baik agar program pemberdayaan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
ββKami berharap masyarakat nelayan yang terdampak mendapatkan perhatian secara proporsional dan berdasarkan data. Yang paling penting bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana masyarakat tersebut dapat kembali produktif, memiliki sumber pendapatan dan mampu membangun kehidupan ekonominya secara mandiri,β tegas Ridwan.
βIa mengatakan bentuk program dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kelompok nelayan.
βNelayan yang membutuhkan sarana produksi dapat diberikan dukungan peralatan yang produktif. Sementara kelompok yang memiliki potensi usaha dapat diarahkan kepada pengembangan UMKM, pengolahan hasil laut, koperasi dan kegiatan ekonomi lainnya.
β
β*Dorong Hilirisasi Hasil Laut*
β
βMenurut Ridwan, salah satu peluang besar yang perlu dikembangkan adalah hilirisasi hasil laut.
βBangka Belitung memiliki berbagai komoditas perikanan yang potensial, mulai dari ikan, cumi, udang hingga kepiting.
βNamun, sebagian hasil tangkapan nelayan masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah yang diterima nelayan relatif terbatas.
ββKita memiliki potensi laut yang luar biasa. Jangan sampai hasil tangkapan nelayan hanya dijual sebagai bahan mentah. Kalau kita dorong pengolahan, pengemasan, branding dan pemasaran, maka nilai tambahnya bisa kembali kepada masyarakat,β ujar Ridwan.
βKarena itu, HNSI mendorong pengembangan sentra ekonomi nelayan yang dapat dilengkapi fasilitas penyimpanan, pengolahan, pengemasan dan pemasaran hasil laut.
βProgram tersebut juga berpotensi membuka lapangan usaha bagi keluarga nelayan, perempuan pesisir, pemuda dan pelaku UMKM.
β
β*Ekonomi Biru dan Kelestarian Laut*
β
βRidwan juga menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
βMenurutnya, program konservasi laut, rehabilitasi mangrove, coral garden, fishing ground dan restocking biota laut perlu terus diperkuat dengan melibatkan masyarakat nelayan secara langsung.
ββNelayan membutuhkan laut yang sehat. Kalau ekosistem laut terjaga, maka sumber penghidupan nelayan juga akan lebih terjamin. Karena itu, program lingkungan harus kita hubungkan dengan peningkatan ekonomi masyarakat,β jelasnya.
βHNSI berharap pengembangan ekonomi biru dapat menjadi bagian penting dalam membangun masa depan ekonomi masyarakat pesisir Bangka Belitung.
β
β*Dari dahulu HNSI Mitra strategis*
β
βRidwan menegaskan bahwa HNSI siap menjadi mitra komunikasi dan kolaborasi bagi PT TIMAH dalam membangun program pemberdayaan masyarakat nelayan.
ββHNSI tidak ingin hanya hadir ketika ada persoalan. Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Kalau ada program pemberdayaan, mari kita kawal bersama agar tepat sasaran. Kalau ada persoalan di lapangan, mari kita selesaikan melalui komunikasi, data dan musyawarah,β katanya.
βMenurutnya, hubungan yang baik antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat akan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
βLima Puluh Tahun, Momentum Membangun Legacy
βRidwan berharap HUT ke-50 PT TIMAH dapat menjadi awal dari semakin kuatnya program-program yang memberikan dampak jangka panjang kepada masyarakat Bangka Belitung.
ββKami berharap lima puluh tahun PT TIMAH bukan hanya menjadi catatan sejarah perusahaan, tetapi juga menjadi sejarah semakin kuatnya ekonomi masyarakat Bangka Belitung. Kami ingin melihat PT TIMAH tumbuh, tetapi pada saat yang sama nelayan dan masyarakat pesisir juga ikut tumbuh,β ungkapnya.
βMenurut Ridwan, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan perusahaan, tetapi juga dari kemampuan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat dan lingkungan.
ββSelamat HUT ke-50 PT TIMAH Tbk. Semoga semakin maju, semakin kuat dan semakin besar kontribusinya bagi masyarakat, daerah dan negara. Dari βTimah Untuk Rakyatβ, mari kita melangkah menuju kemitraan ekonomi bersama nelayan untuk Bangka Belitung yang semakin sejahtera,β tutup Ridwan.
β
βDPD HNSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
βRidwan, S.PKP
βKetua








