Ketua DPD PJS BABEL (Agus Eko) melepas pisah sambut KA Lapas Kelas II A Tua Tunu Pangkal Pinang

PN:Yopi Herwindo,C.BJ,C.IN,C.PAR

http://BuwanaEksclusifNews.com (PANGKALPINANG), BN16BANGKA β€” Waktu tak pernah berhenti menganyam takdir; ia hanya mengizinkan manusia mengukir jejak di atas tanah tempatnya berpijak. Di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang (Tua Tunu), sebuah babak kepemimpinan berakhir bukan dengan kesunyian, melainkan dengan dentang rasa terima kasih yang menggema hangat. Pelepasan Sugeng Indrawan menuju amanah barunya di Lapas Ngaseman, Nusakambangan, menjadi simfoni pisah sambut yang merayakan pengabdian, kepemimpinan, dan kemanusiaan.


Di bawah naungan dan pembinaan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, A.Md.IP., S.H., M.H., kepemimpinan Sugeng melampaui batas dingin tembok jeruji. Ia menegaskan bahwa pemasyarakatan bukanlah ruang pengasingan, melainkan tempat benih-benih keberdayaan disemai kembali ke tengah masyarakat. Dari bumi Tuatunu, ia menghidupkan program pemberdayaan hingga melahirkan karya nyata berupa pupuk kompos lokal.

Kepergian sosok pembawa perubahan ini meletupkan ruang haru, terutama bagi jajaran insan pers yang tergabung dalam DPD & DPC Pro Jurnalismedia Siber (PJS) se-Bangka Belitung. Kehadiran para pengurus media dalam agenda pisah sambut antara Sugeng Indrawan dan sang penerus estafet, Febie Dwi Hartanto, menjadi saksi betapa kuatnya jembatan keterbukaan informasi publik yang telah terbangun.

“Pak Sugeng bukan sekadar Kepala Lapas, tetapi abang, sahabat, dan teman berdiskusi. Beliau membuktikan bahwa Lapas tidak berdiri sendiri, melainkan memberi manfaat nyata,” ungkap Ketua DPD PJS Babel, Agus Eko.
(Rabu,26-8-2026)

Bagi insan pers, keterbukaan Sugeng adalah cermin dari kepemimpinan yang adaptif dan solutifβ€”sebuah teladan yang memanusiakan komunikasi publik. Menanggapi ketulusan tersebut, Sugeng Indrawan menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas sinergi yang terjalin erat. Baginya, setiap kata yang ditulis insan pers adalah bagian dari napas pembinaan yang memberi harapan baru.

Acara pelepasan dan penyerahan penghargaan berlangsung hangat, ditutup dengan sesi foto bersama serta ramah tamah yang menyatukan kenangan dan harapan. Tongkat estafet kini berada di tangan Febie Dwi Hartanto untuk meneruskan nyala api pengabdian di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, sementara Sugeng Indrawan melangkah menuju cakrawala baru di Nusakambangan, membawa jejak kebaikan yang takkan luntur oleh waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *