
BANGKA- Politeknik Manufaktur ( Polman) Negeri Bangka Belitung Kampus terbaik di Bangka Belitung menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (Bestari Saintek) Tahun 2026.
Focus Group Discussion (FGD) kali ini membahas pemanfaatan kompos organik untuk reklamasi lahan bekas tambang timah sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan di Bangka Belitung. Kegiatan dilaksanakan di lantai 2 Gedung Kuliah Bersama Polmam Negeri Babel, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah dalam mempertemukan akademisi, pemerintah, dunia industri, hingga kelompok tani untuk membahas solusi nyata pemanfaatan lahan bekas tambang timah agar kembali produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat Bangka Belitung.
FGD ini dihadiri berbagai pihak. Mulai dari mitra Pupuk Kompos ANW Organik, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, PT Timah Agro Manunggal, Gapoktan Kimak Bahrain Lestari, serta Gapoktan Sinar Abadi Desa Penyamun.
Menarinya, forum diskusi ini diisi dua narasumber utama Ir. Ria Meliyati Situngkir, M.M dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung serta Hasanudin, S.H dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung.
Wakil Direktur I Polman Babel, Irwan., Ph.D dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan ini sangat penting untuk mendorong dosen aktif melakukan penelitian dan pengabdian bersama kelompok tani melalui berbagai project Polman Babel yang berdampak langsung kepada masyarakat,” ucapnya.
Bahkan, lahan eks tambang yang selama ini dianggap tidak produktif justru memiliki potensi besar untuk dijadikan lokasi penelitian dan pengabdian dosen dalam menciptakan inovasi pertanian berbasis reklamasi berkelanjutan.
βPolman Babel ingin hadir memberikan solusi melalui riset dan kolaborasi bersama masyarakat sebab lahan bekas tambang dapat dimanfaatkan kembali melalui pengolahan yang tepat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah,β terangnya.
Dalam paparannya, narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung, Ir. Ria Meliyati Situngkir, M.M memaparkan berbagai solusi pengolahan lahan bekas tambang timah untuk budidaya tanaman pangan melalui pemanfaatan kompos organik dan perbaikan unsur hara tanah,” akunya.
Sementara itu, Hasanudin, S.H dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung menjelaskan pentingnya reklamasi lahan bekas tambang sebagai bentuk pemulihan lingkungan sekaligus upaya menjaga keseimbangan ekosistem di Bangka Belitung.
Ketua Kegiatan FGD, Mahmudin, S.P., M.Si menyampaikan seluruh peserta, narasumber, akademisi, pemerintah daerah, perusahaan, serta masyarakat yang telah memberikan berbagai masukan strategis dalam kegiatan tersebut. Ia menilai persoalan lahan bekas tambang menjadi perhatian bersama karena luasnya area yang mengalami penurunan kualitas tanah di Bangka Belitung.
Mahmudin berharap hasil diskusi ini merupakan awal dari pengembangan teknologi kompos organik yang aplikatif, inovatif, dan berkelanjutan untuk mendukung reklamasi lahan bekas tambang timah karena selain meningkatkan produktivitas lahan, program diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bangka Belitung.
Seusai acara Polman Negeri Babel menyerahkan cendera mata dan penghargaan untuk para narasumber dan mitra yang telah mendukung serta berpartisipasi dalam Focus Group Discussion. ” Terimakasih atas kehadiran mitra dan nara sumber dalam FGD kita dengan tema pemanfaatan kompos organik untuk reklamasi lahan bekas tambang timah di Bangka Belitung,” Demikian Wadir I Purek Polman Negeri Babel. (ril)












