http://BuwanaEskclusifNews.com (Sungailiat) β Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia membawa kebahagiaan tersendiri bagi Warga Binaan Lapas Sungailiat.
Dalam momentum Hari Kemerdekaan tersebut, sebanyak 387 Warga Binaan Lapas Sungailiat mendapatkan Remisi Umum HUT Ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/08/2026).

Dari total 387 penerima remisi tersebut, sebanyak 372 Warga Binaan memperoleh Remisi Umum I (RU I) dan sebanyak 15 Warga Binaan memperoleh Remisi Umum II (RU II) serta 15 Orang langsung bebas pada hari ini juga setelah memperoleh pengurangan masa pidana sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemberian remisi merupakan bentuk penghargaan negara kepada Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan serta menunjukkan perilaku baik selama menjalani masa pidana.
Kegiatan penyerahan remisi berlangsung di Aula Lapas Sungailiat dan dihadiri oleh Bupati Bangka, Bapak Fery Insani, Kepala Lapas Sungailiat, Bapak Dadang Rais Saputro, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bangka, serta tamu undangan lainnya.
Penyerahan remisi secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati Bangka didampingi Kalapas Sungailiat bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bangka kepada perwakilan Warga Binaan penerima remisi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bangka, Bapak Fery Insani, menyampaikan bahwa pemberian remisi hendaknya dimaknai sebagai bentuk penghargaan sekaligus kesempatan bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri.
βRemisi ini bukan hanya sekadar pengurangan masa pidana, tetapi juga menjadi penghargaan atas proses perubahan dan pembinaan yang telah dijalani. Saya berharap momentum kemerdekaan ini dapat menjadi semangat bagi seluruh Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri, mengikuti pembinaan dengan baik, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat,β ujarnya.
Bupati Bangka juga berpesan khusus kepada 15 Warga Binaan yang langsung bebas agar kesempatan tersebut menjadi awal untuk membuka lembaran kehidupan yang baru.
βBagi saudara-saudara yang hari ini langsung bebas, jadikan kesempatan ini sebagai titik awal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Kembalilah kepada keluarga dan masyarakat dengan semangat baru, jaga kepercayaan yang telah diberikan, serta tunjukkan bahwa saudara mampu menjadi pribadi yang produktif, mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,β tambahnya.

Sementara itu, Kalapas Sungailiat, Bapak Dadang Rais Saputro, menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan hak Warga Binaan yang diberikan setelah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurutnya, remisi juga menjadi salah satu indikator keberhasilan Warga Binaan dalam menjalani proses pembinaan selama berada di Lapas Sungailiat.
βKami berharap pemberian remisi ini semakin memotivasi Warga Binaan untuk terus berperilaku baik, menaati seluruh tata tertib, dan bersungguh-sungguh mengikuti program pembinaan.Remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, tetapi merupakan apresiasi atas komitmen mereka dalam menjalani proses pembinaan dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,β ungkap Bapak Dadang.
Lebih lanjut, Kalapas berpesan kepada 15 Warga Binaan yang langsung bebas agar dapat menjaga hasil pembinaan yang telah diperoleh selama menjalani masa pidana.
βKepada Warga Binaan yang hari ini langsung bebas, kami berharap dapat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat dengan membawa semangat serta perubahan yang positif. Jadikan pengalaman selama menjalani pembinaan sebagai bekal untuk membuka lembaran kehidupan baru, tidak mengulangi pelanggaran hukum, serta mampu menjadi pribadi yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat,β tambahnya.
Melalui pemberian Remisi Umum dalam momentum HUT Ke-81 Republik Indonesia, Lapas Sungailiat terus berkomitmen menjalankan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan dan reintegrasi sosial.
Semangat kemerdekaan diharapkan mampu menumbuhkan harapan baru bagi seluruh Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri serta menjadi bekal bagi mereka yang telah bebas agar dapat kembali memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.(BEN)












