Kalapas Pangkalpinang Ajak Pemuda Lintas Agama Jadi Pelopor Pelestarian Alam dan Kerukunan

Kemah Pemuda Lintas Agama 2026

PANGKALPINANG, buwanaeksclusifnews.com – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengajak generasi muda menjadi pelopor pelestarian alam dan kerukunan hidup beragama dalam Kemah Pemuda Lintas Agama yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pangkalpinang di Pondok Pesantren Daar El Ihsan, Mendo Barat, Sabtu (20/6/2026) sore. Kegiatan ini menanamkan nilai toleransi, persaudaraan, dan kepedulian lingkungan di tengah keberagaman.

Memasuki tahun kelima, Kemah Pemuda Lintas Agama digelar pada 19–21 Juni 2026 dan diikuti 63 peserta yang terdiri atas perwakilan siswa SMP, SMA, SMK se-Kota Pangkalpinang serta santri Pondok Pesantren Daar El Ihsan dari enam agama, yakni Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Hadir sebagai narasumber, Sugeng Indrawan menyampaikan materi bertajuk β€œPenerapan Ekoteologi dan Peran Generasi Muda Dalam Menjaga Pelestarian Alam” dengan menekankan pentingnya penanaman nilai kerukunan dan kepedulian lingkungan sejak dini.

Ia menegaskan bahwa melalui FKUB, generasi muda dapat belajar mengelola keberagaman sekaligus memahami bahwa pelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui perbedaan keyakinan.

β€œKegiatan ini membentuk pemahaman hidup berdampingan secara harmonis tanpa membedakan agama maupun pendidikan, sekaligus mendorong pemuda menjadi generasi peduli dan mampu berkontribusi terhadap kelestarian alam,” ujar Sugeng.

Lebih lanjut, Sugeng mengajak peserta menjadi aktor pelestarian alam sekaligus penjaga kerukunan hidup beragama. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, di mana makna tema hanya selesai saat penutupan. Selain itu, ia mendorong peserta dan panitia menghasilkan aksi nyata berkelanjutan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Sebagai bentuk implementasi materi, Sugeng juga memaparkan pengalaman Lapas Pangkalpinang dalam pengelolaan lingkungan. Lapas berhasil mengubah lahan tidur tidak produktif menjadi area hijau melalui budidaya tanaman produktif serta pembuatan kompos oleh Warga Binaan.

β€œKami di Lapas menerapkan pelestarian alam melalui pemanfaatan lahan produktif dan pemupukannnya memakai kompos organik produksi lapas. Praktik ini dapat direplikasi serta dikembangkan oleh peserta, pengurus, dan santri di Pondok Pesantren Daar El Ihsan,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris FKUB Kota Pangkalpinang, Zamhari, menegaskan bahwa Kemah Pemuda Lintas Agama menjadi ruang pembelajaran penting bagi generasi muda untuk memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian lingkungan, serta mendorong aksi nyata di tengah keberagaman.

β€œKami berharap peserta tidak hanya memahami perbedaan, tetapi juga bergerak bersama dalam aksi nyata bagi masyarakat dan lingkungan serta menjadi duta kerukunan dan pelopor pelestarian alam di daerah masing-masing,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan aktif dalam kegiatan positif agar terhindar dari perilaku yang berpotensi menjerat hukum. Komunitas Pemuda Lintas Agama Tahun 2026 juga diharapkan tetap eksis sebagai wadah kerukunan umat beragama sekaligus pelopor pelestarian alam di Kota Pangkalpinang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *