Breaking News
Satresnarkoba Polres Bangka Tangkap Pengedar Sabu, Amankan 13 Paket Diduga Narkotika *DPC HNSI Kabupaten Bangka Soroti Lambannya Penanganan Pencarian Nelayan Hilang, Selamet Riyadi: Jangan Lempar Tanggung Jawab Saat Nyawa Dipertaruhkan* Sungailiat – DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka menyampaikan keprihatinan sekaligus kekecewaan atas penanganan awal pencarian dua nelayan yang masih hilang pasca insiden tabrakan antara tongkang dan empat kapal nelayan di perairan sekitar 50 mil dari Muara Air Kantung, Sungailiat. Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Selamet Riyadi, mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa Kantor SAR Pangkalpinang telah melakukan koordinasi awal, namun menyampaikan bahwa lokasi kejadian masuk wilayah kerja Kantor SAR Tanjung Pinang sehingga penanganan operasi SAR dilimpahkan ke wilayah tersebut. Di tengah kondisi dua nelayan yang masih belum ditemukan, HNSI menilai koordinasi lintas wilayah harus dilakukan secara cepat tanpa menghambat operasi penyelamatan. “Kami menghormati pembagian wilayah kerja antarinstansi. Namun dalam kondisi darurat seperti ini, yang menjadi prioritas adalah penyelamatan nyawa manusia. Jangan sampai masyarakat melihat seolah-olah terjadi saling melempar tanggung jawab ketika dua nelayan masih belum ditemukan,” tegas Selamet Riyadi. DPC HNSI Kabupaten Bangka mengapresiasi langkah Kantor SAR Pangkalpinang yang telah meneruskan informasi kepada Kantor SAR Tanjung Pinang serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, HNSI berharap seluruh unsur SAR dapat bergerak secara terpadu tanpa terhambat batas administrasi wilayah. “Laut tidak mengenal batas wilayah administrasi. Keselamatan nelayan harus menjadi kepentingan bersama. Kami meminta Basarnas, TNI Angkatan Laut, Ditpolair, Laskar Sekaban, dan seluruh nelayan yang berada di sekitar lokasi untuk bersatu mempercepat pencarian dua korban yang masih hilang,” lanjutnya. DPC HNSI Kabupaten Bangka juga mengajak seluruh nelayan yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian agar meningkatkan pengawasan dan segera memberikan informasi apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban. HNSI menegaskan akan terus mengawal proses pencarian hingga kedua nelayan ditemukan serta meminta seluruh instansi terkait mengedepankan sinergi, koordinasi, dan aksi nyata. “Ini bukan soal kewenangan semata, tetapi soal kemanusiaan. Nyawa nelayan sedang dipertaruhkan. Kami berharap seluruh kekuatan yang ada segera bergerak bersama agar dua saudara kita dapat segera ditemukan,” tutup Selamet Riyadi. Empat Kapal Nelayan Ditabrak Tongkang di Perairan Bangka, Dua ABK Masih Hilang, HNSI Babel Minta Seluruh Unsur Bergerak Cepat Polemik Hibah Slag BTI Memanas, PT BBBS Sebut Pemberitaan Sarat Opini dan Fitnah, Siap Lapor Dewan Pers Polisi Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

Kedaulatan Maritim Babel: Ketua HNSI Ridwan S.PKP Tekankan Pentingnya Akses BBM dan Modal

BANGKA, buwanaeksclusifnews.com – Momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya menjadi ajang seremoni. Di balik kemeriahan acara yang dipusatkan di Taman Kota Sungailiat, terselip pesan kuat mengenai perjuangan hak-hak nelayan dan kedaulatan maritim daerah.

Ketua DPD HNSI Bangka Belitung, Ridwan, S.PKP, menegaskan bahwa di usia yang lebih dari setengah abad ini, HNSI harus tetap menjadi garda terdepan sebagai organisasi perjuangan. Menurutnya, nelayan bukan sekadar pelengkap kebijakan, melainkan subjek utama dalam pembangunan kelautan di Negeri Laskar Pelangi.

Dalam pidatonya, Ridwan menyoroti berbagai persoalan krusial yang masih membayangi kehidupan masyarakat pesisir. Masalah-masalah tersebut menjadi fokus utama HNSI Babel untuk segera dicarikan solusinya melalui sinergi lintas sektor.

Akses bahan bakar yang seringkali menjadi kendala operasional utama. Cuaca ekstrem yang tidak menentu yang mengancam keselamatan dan hasil tangkapan. Sulitnya nelayan mendapatkan sokongan dana untuk modernisasi alat tangkap. Fluktuasi harga hasil laut yang sering kali merugikan nelayan kecil.

“Laut adalah masa depan daerah kita. Namun, tantangan hari ini semakin kompleks. HNSI berkomitmen memperkuat koperasi, modernisasi alat tangkap ramah lingkungan, serta mendorong hilirisasi agar ada nilai tambah bagi ekonomi nelayan,” tegas Ridwan.

Rangkaian kegiatan HUT HNSI ke-53 ini telah berlangsung sejak tanggal 20 hingga 24 Mei 2026. Sebagai puncaknya, panitia menyelenggarakan Jalan Santai pada Minggu pagi (24/5/2026) di Taman Kota Sungailiat.

Pihak panitia telah menyiapkan berbagai door prize menarik bagi masyarakat dan keluarga nelayan yang hadir. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antara pengurus HNSI, Forkopimda, mitra nelayan, dan masyarakat umum.

Ridwan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah hingga akademisi untuk bersatu menjaga ekosistem laut. Ia meyakini bahwa laut yang sehat merupakan kunci utama bagi ketahanan pangan nasional.

“Di usia ke-53 ini, mari kita jadikan HNSI organisasi yang profesional, modern, namun tetap mengedepankan gotong royong. Nelayan yang kuat akan melahirkan bangsa yang besar,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *